Gambar produk Dual Socket, Zero Downtime: FlexiVolt Battery Pack
📂 Elektro

Dual Socket, Zero Downtime: FlexiVolt Battery Pack

👤 Pemegang: Universitas Airlangga
No. Permohonan
IDS000014053
No. Sertifikat
IDS000014053
Status Paten
(PA) Diberi Paten
Tingkat Kesiapan (TKT / TRL)
6
Bidang Khusus
🏷️ Baterai Listrik
❓

Permasalahan

Pasar EV Indonesia diproyeksikan tumbuh dari USD 780 juta (2024) ke USD 3,6 miliar (2032), dan penyimpanan energi baterai global dari USD 17,4 miliar (2026) ke USD 99,7 miliar (2033). Namun arsitektur baterai umum hanya punya satu soket untuk dua arah arus — mengisi dan menyalurkan daya — seperti jalan satu lajur yang harus menampung dua arus berlawanan. Akibatnya, pengguna harus berhenti memakai daya saat mengisi (downtime operasional), dan untuk menambah kapasitas arus beban tinggi, produsen harus mendesain ulang sel baterai — proses mahal dan memakan waktu. Solusi yang beredar baru menjawab sebagian: ada yang fokus proteksi mekanis, ada yang modular tapi menambah unit bukan fleksibilitas, ada dual-port tapi hanya untuk charge-charge, bukan charge-discharge simultan. Kesenjangan inilah yang melatarbelakangi pengembangan invensi ini

💡

Solusi yang Diberikan

Solusinya: dua soket independen dalam satu unit baterai, masing-masing bisa jadi jalur isi atau pakai daya secara terpisah — seperti mengubah jalan satu lajur jadi dua lajur, sehingga kedua arah arus tak lagi saling menghambat. Karena independen, perangkat bisa dikonfigurasi ke tiga mode: keluar-keluar (kapasitas arus digandakan untuk beban tinggi), masuk-masuk (pengisian lebih cepat), dan masuk-keluar (isi & pakai daya simultan, tanpa jeda). Peningkatan kapasitas arus dicapai lewat arsitektur konektor, bukan desain ulang sel, sehingga lebih hemat biaya & waktu riset. Solusi ini berbeda dari produk dual-port yang hanya charge-charge, atau modular yang sekadar menambah unit. Telah diuji pada prototipe kendaraan listrik UNAIR (TKT ≈6-7) dan dilindungi paten granted aktif IDS000014053

Unique Value

1

Isi & Pakai Daya Secara Bersamaan

2

Kapasitas Arus Meningkat Tanpa redesign

3

Fleksibel ke Tiga Mode dalam Satu Unit

Bentuk Komersialisasi

Lisensi
Kerja sama industri

Keunggulan Inovasi

Produk sejenis di pasar hanya menjawab sebagian kebutuhan: baterai modular (drawer) menambah kapasitas lewat banyak unit, bukan fleksibilitas satu unit; dual-port charging hanya mempercepat isi daya (charge-charge), bukan isi-pakai simultan; produk proteksi mekanis tak menyentuh fungsi ganda sama sekali. Invensi ini unggul karena: (1) satu unit, dua soket independen untuk isi & pakai daya bersamaan; (2) fleksibel ke tiga mode (keluar-keluar, masuk-masuk, masuk-keluar); (3) kapasitas arus naik tanpa desain ulang sel; (4) sudah granted & aktif (IDS000014053), bukan sekadar klaim pasar. Kombinasi keempatnya belum ditemukan pada paten pembanding manapun

Tahap Penelitian Awal
Prototipe Awal
Uji Terbatas
Implementasi Awal
Siap Diterapkan Lebih Luas / Diproduksi Massal

Sektor/ Industri Terkait

Sektor utama: (1) Kendaraan listrik & konversi — otomotif roda dua/roda empat, bengkel konversi motor listrik; (2) Energi terbarukan & penyimpanan energi — PLTS/solar+storage, BESS, microgrid; (3) Manufaktur komponen elektronik & baterai — produsen sel, charger, BMS yang berpotensi mengadopsi arsitektur ini; (4) Riset & pendidikan tinggi — kolaborasi pengembangan lanjutan dengan institusi teknik. Sektor pendukung lain yang relevan: infrastruktur pengisian daya (SPKLU) dan industri logistik/transportasi berbasis listrik yang membutuhkan efisiensi operasional tinggi

Industri Terkait
Potensi Inovasi

Potensi Inovasi

Ekonomi: berpotensi membuka peluang lisensi/komersialisasi bagi mitra industri, mendorong substitusi komponen baterai impor, dan menghemat biaya riset produsen karena kapasitas arus naik tanpa desain ulang sel. Sosial: downtime pengisian yang lebih rendah meningkatkan kenyamanan & produktivitas pengguna kendaraan listrik, termasuk pelaku UMKM berbasis armada listrik. Lingkungan: sebagai komponen pendukung sistem EV & penyimpanan energi terbarukan, berpotensi mendukung percepatan elektrifikasi transportasi dan target Net Zero Emission nasional — meski dampak ini bersifat peluang sistemik, bukan janji langsung dari satu komponen

Tantangan Implementasi

Tantangan utama ada pada empat area. Pertama, skalabilitas produksi: dari prototipe riset ke manufaktur massal memerlukan proses scale-up yang belum dilalui. Kedua, sertifikasi & standar keselamatan (SNI/IEC) wajib dipenuhi sebelum dipasarkan luas, mengingat produk berkaitan langsung dengan keselamatan listrik. Ketiga, interoperabilitas dengan charger & BMS (Battery Management System) yang sudah beredar di pasar — integrasi arsitektur dua soket perlu kompatibel dengan ekosistem yang ada. Keempat, kebutuhan mitra manufaktur dan pendanaan untuk scale-up, karena riset murni belum cukup untuk mencapai tahap produksi massal yang andal dan terjangkau

Tantangan Implementasi

🎬 Video Demonstrasi

🎥 Video demonstrasi belum tersedia
Detail Teknologi Download PDF