Gambar produk Vaksin tifoid tetes oral dari liposom AdhO36 dengan imunoajuvan beta glukan dari Candida albicans ( flora normal).
📂 Farmasi

Vaksin tifoid tetes oral dari liposom AdhO36 dengan imunoajuvan beta glukan dari Candida albicans ( flora normal).

👤 Pemegang: Universitas Muhammadiyah Malang
No. Permohonan
P00201912504
No. Sertifikat
IDP000078955
Status Paten
(PA) Diberi Paten
Tingkat Kesiapan (TKT / TRL)
4
Bidang Khusus
🏷️ Kesehatan & Kosmetik Alami
📝

Deskripsi Paten

Inovasi vaksin tifoid dengan tingkat proteksi dan respons imun yang lebih tinggi dengan rute per oral untuk meningkatkan kenyamanan penggunaan. Teknologi kombinasi delivery system (liposom) dengan imunoajuvan alami β-glucan dari Candida albicans). Teknologi untuk desain awal menggunakan in silico (molecular docking). Teknologi untuk formulasi dan produksinya liposom dengan thin film hydration.Invasi pembawa vaksin dalam bentuk liposom dengan bahan aktif AdhO36 isolat dari Salmonella typi dan kombinasi β-glucan. Teknologi karakterisasinya : TEM, XRD, PSA, spektro IR. Liposom AdhO36 dan β-glucan terbukti dapat meningkatkan IL-10 dan meningkatkan respon imun seluler dan humoral.

❓

Permasalahan

1. Demam tifoid masih menjadi masalah kesehatan utama di negara berkembang dengan angka morbiditas yang tinggi; 2. Efikasi vaksin dan tingkat proteksi vaksin tifoid yang tersedia saat ini masih belum optimal; 3. Vaksin tifoid yang tersedia saat ini seperti, Ty21a dan ViCPS hanya memiliki efikasi sekitar 51-67% dan di Indonesia efektivitas vaksin tifoid oral berbentuk kapsul enterik dilaporkan hanya 43%; 4. Diperlukan inovasi vaksin tifoid dengan tingkat proteksi dan respons imun yang lebih tinggi.

💡

Solusi yang Diberikan

Vaksin tifoid oral berbasis liposom yang mengandung protein AdhO36 yang diisolasi dari fraksi fimbria Salmonella typhi dan β-Glucan dari dinding sel Candida albicans sebagai imunoajuvan alami untuk meningkatkan respons imun dan proteksi terhadap infeksi tifoid.

Unique Value

1

More Efficacy

2

More Effective

3

Natural Product

4

Suitable For Oral Administration

5

-

Bentuk Komersialisasi

Kerja sama industri

Keunggulan Inovasi

Efikasi vaksin dan tingkat proteksi vaksin tifoid yang tersedia saat ini masih belum optimal; Vaksin tifoid yang tersedia saat ini seperti, Ty21a dan ViCPS hanya memiliki efikasi sekitar 51-67% dan di Indonesia efektivitas vaksin tifoid oral berbentuk kapsul enterik dilaporkan hanya 43%. Keunggulan produk inovasi karena Vaksin tifoid oral berbasis liposom yang mengandung protein AdhO36 yang diisolasi dari fraksi fimbria Salmonella typhi dan β-Glucan dari dinding sel Candida albicans sebagai imunoajuvan alami untuk meningkatkan respons imun dan proteksi terhadap infeksi tifoid.

Tahap Penelitian Awal
Prototipe Awal
Uji Terbatas
Implementasi Awal
Siap Diterapkan Lebih Luas / Diproduksi Massal
Calon Pengguna

Calon Pengguna

Masyarakat negara berkembang termasuk Indonesia dan negara endemik demam tifoid.

Sektor/ Industri Terkait

Industri Farmasi dan Vaksin

Industri Terkait
Potensi Inovasi

Potensi Inovasi

1. Ekonomi: Berkurangnya pasien karier demam tifoid dan mengurangi biaya rawat inap di RS; 2. Sosial: Pasien rawat inap dengan diagnosa demam tifoid berkurang, waktu produktif lebih efektif; 3. Lingkungan: Pencemaran lingkungan terutama makanan dan minuman oleh Salmonella typhi berkurang.

Tantangan Implementasi

1. Memerlukan dukungan peralatan dan sarana-prasarana untuk pengembangan dan produksi; 2. Memerlukan uji klinis Fase I–IV untuk membuktikan keamanan dan efektivitas

Tantangan Implementasi

🎬 Video Demonstrasi

Vaksin tifoid tetes oral dari liposom AdhO36 dengan imunoajuvan beta glukan dari Candida albicans ( flora normal).

Dokumen Paten Detail Teknologi Download PDF