Permasalahan yang diselesaikan (1) penyediaan pakan ruminansia murah bergizi (2) menyelesaikan masalah gangguan gulma perairan dan limbah pertanian Fakta pakan menempati biaya terbesar dari beternak (60%-70%), pada musim kemarau pakan hijauan berkurang dan langka, sementara saat panen banyak limbah pertanian yang tidak dimanfaatkan yang sesungguhnya dengan teknologi fermentasi dapat menjadi pakan murah bergizi. Dimanfaatkannya gulma perairan khususnya eceng gondok dan limbah pertanian utamanya tongkol jagung dan dedak menjadi pakan fermentasi menggunakan mikroorganisme indigenus (3 jenis bakteri dan 3 jenis fungi) akan menyelesaikan masalah penyediaan pakan murah bergizi sekaligus menjaga kebersihan lingkungan perairan dan daratan
Gizi sesuai usia dan jenis kelamin
Mudah diproduksi
Palatabilitas Tinggi
ramah lingkungan
harga terjangkau
gizi yang terkandung sangat sesuai dengan usia dan jenis kelamin ternak sehingga tidak terjadi pemborosan dan ternak memperoleh gizi sesuai kebutuhannya
para peternak kambing, sapi, kerbau dan ternak ruminansia lainnya
industri pakan, praktik kedokteran hewan, pemerhati lainnya
dari aspek ekonomi pakan fermetodege harganya murah, sehingga dapat dimanfaatkan oleh semua lapisan peternak, dari peternak kecil samai peternak besar sehingga bagus dari segi sosial, penggunaan limbah pertanian dan gulma perairan untuk bahan pakan yang bernilai ekonomi sangat menguntungkan bagi lingkungan kerena terjaga kebersihannya dan terhindar dari limbah
produksi dalam jumlah besar, promosi yang efektif dan pemasaran dalam skala luas
FERMETODEGE (Pakan Fermentasi Berbahan Eceng Gondok,Tongkol Jagung dan Dedak) untuk Meningkatkan Biomassa Ternak Ruminansia dan Performa Reproduksinya