Inovasi produk Black Garlic dikembangkan untuk menjawab meningkatnya kasus penyakit degeneratif akibat pola hidup tidak sehat dan tingginya paparan radikal bebas karena memiliki kandungan senyawa bioaktif dan antioksidan yang tinggi. Melalui teknologi fermentasi terkontrol berbasis riset Universitas Padjadjaran, bawang putih diolah menjadi black garlic butiran, ekstrak, dan teh dengan kandungan antioksidan tinggi, rasa lebih manis, dan aroma lebih ringan. Inovasi ini memberikan alternatif pangan fungsional yang praktis, meningkatkan nilai ekonomi bawang putih, serta mendukung kesehatan masyarakat.
High Antioxidants
Research Driven Products
Odor-Free Garlic Alternative
Easy Daily Healthy Consumption
Black Garlic merupakan produk pangan fungsional berbasis riset Universitas Padjadjaran yang dikembangkan melalui teknologi fermentasi terkontrol untuk menghasilkan kualitas yang konsisten. Dibandingkan produk black garlic lainnya, Equine Black Garlic tidak hanya tersedia dalam bentuk black garlic butiran, tetapi juga dikembangkan menjadi ekstrak, teh, dan madu black garlic. Produk ini memiliki kandungan antioksidan tinggi, cita rasa lebih manis, aroma lebih ringan, dan didukung oleh perlindungan kekayaan intelektual sehingga siap diproduksi dan dikomersialisasikan secara berkelanjutan.
Calon pengguna Black Garlic meliputi masyarakat usia produktif hingga lanjut usia (20–70 tahun), terutama individu yang peduli terhadap kesehatan dan pencegahan penyakit degeneratif. Produk ini juga ditujukan bagi konsumen yang menginginkan pangan fungsional yang praktis dan mudah dikonsumsi.
Black Garlic dapat diaplikasikan pada sektor industri pangan fungsional dan pengolahan pangan sebagai produk siap konsumsi maupun bahan baku bernilai tambah. Melalui teknologi fermentasi, produk ini menghasilkan pangan fungsional dengan kandungan antioksidan tinggi yang dapat dikembangkan menjadi berbagai produk, seperti black garlic butiran, ekstrak, teh, madu, serta inovasi pangan sehat lainnya.
Black Garlic memberikan dampak positif terhadap aspek ekonomi, sosial, dan lingkungan. Dari sisi ekonomi, inovasi ini meningkatkan nilai tambah bawang putih, membuka peluang usaha, serta mendukung pertumbuhan UMKM dan industri pangan fungsional. Dari sisi sosial, produk ini mendorong penerapan pola hidup sehat melalui pangan fungsional yang praktis dan mudah dikonsumsi, sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya pencegahan penyakit. Dari sisi lingkungan, pengolahan bawang putih menjadi produk bernilai tambah mendukung pemanfaatan hasil pertanian secara lebih optimal dan berkelanjutan serta memperkuat rantai pasok lokal.
Implementasi Equine Black Garlic masih menghadapi beberapa tantangan, antara lain kapasitas produksi yang terbatas sehingga belum mampu memenuhi permintaan dalam skala besar, tingkat literasi masyarakat terhadap manfaat black garlic yang masih rendah, serta jangkauan pasar yang belum optimal sehingga memerlukan strategi pemasaran yang lebih masif. Selain itu, pengembangan produk juga membutuhkan dukungan pemenuhan legalitas, peningkatan kapasitas produksi, dan penguatan kemitraan dengan industri serta distributor agar dapat memperluas akses pasar dan meningkatkan daya saing produk