Gambar produk Bidara Upas Wound "Repair" Gel
📂 Farmasi

Bidara Upas Wound "Repair" Gel

👤 Pemegang: Universitas Jember
No. Permohonan
S00201907035
No. Sertifikat
IDS000010508
Status Paten
(PA) Diberi Paten
Tingkat Kesiapan (TKT / TRL)
6
Bidang Khusus
🏷️ Kesehatan & Kosmetik Alami
📝

Deskripsi Paten

Luka kronis (contohnya ulkus diabetik) merupakan komplikasi berat yang sulit sembuh, berisiko infeksi hingga amputasi, dan memerlukan biaya perawatan tinggi. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, dikembangkan inovasi dari bahan lokal Indonesia, gel topikal terstandar berbasis 10% fraksi air ekstrak umbi Bidara Upas (Merremia mammosa) dengan basis CMC Na yang mampu menjaga kelembapan luka secara optimal. Sediaan herbal alami ini terbukti bermanfaat secara praklinis mempercepat penyembuhan luka hingga 96,3% dengan durasi penutupan luka hanya 5,0–6,2 hari, melindungi area luka dari infeksi bakteri (S. aureus dan S. typhi), melembabkan serta merawat elastisitas kulit, dan teruji 100% aman tanpa menimbulkan risiko iritasi.

❓

Permasalahan

Luka kronis (seperti ulkus diabetik) merupakan komplikasi berat pasien yang sulit sembuh akibat gangguan sirkulasi darah dan peradangan berkepanjangan. Kondisi ini sangat rentan infeksi sekunder bakteri patogen yang berisiko memicu gangren hingga amputasi, serta menimbulkan biaya perawatan medis yang sangat tinggi. Pilihan terapi topikal saat ini memiliki keterbatasan besar. Salep antibiotik konvensional hanya mencegah infeksi sekunder tanpa efek regenerasi sel. Sementara obat topikal pemacu pertumbuhan sel berbasis growth factor sintetis mayoritas merupakan produk impor yang sangat mahal dan ketersediaannya terbatas. Oleh karena itu, diperlukan inovasi sediaan topikal berbasis tanaman herbal lokal yang terstandar, terjangkau, dan aman. Inovasi ini hadir untuk mempercepat regenerasi jaringan, memberikan proteksi antibakteri, merawat kelembapan luka, serta teruji 100% aman tanpa risiko iritasi kulit.

💡

Solusi yang Diberikan

Inovasi ini memberikan solusi berupa formulasi Gel Herbal Topikal Terstandar berbasis 10% fraksi air ekstrak umbi Bidara Upas (Merremia mammosa Lour.) dengan basis CMC Na (1,5%). Sediaan ini bekerja secara komprehensif mempercepat penyembuhan luka kronis (contohnya ulkus diabetik) melalui tiga mekanisme utama. Pertama, kandungan flavonoid terstandar merangsang makrofag menghasilkan faktor pertumbuhan (VEGF dan TGF-β), menginduksi pembentukan fibroblas, serta mensintesis kolagen untuk mempercepat penutupan luka hingga 96,3% dalam durasi 5,0–6,2 hari. Kedua, senyawa glikosida resin (merremosida A, E, J) bekerja sinergis menghambat bakteri patogen (S. aureus dan S. typhi) serta meredakan peradangan. Ketiga, basis CMC Na bertindak sebagai moist dressing yang menjaga kelembapan ideal jaringan, merawat elastisitas kulit, dan teruji 100% aman tanpa risiko iritasi kulit (0% edema dan eritema pada uji OECD 404) dengan derajat keasaman pH terstandar 6,48.

Unique Value

1

Mempercepat Penyembuhan Luka Kronis

2

Melindungi Luka Kronis dari Infeksi

3

Melembabkan dan Merawat Regenerasi Kulit

4

Bahan Alami Aman untuk Kulit Sensitif

Bentuk Komersialisasi

Lisensi
Kerja sama industri

Keunggulan Inovasi

Bidara Upas Wound "Repair" Gel memiliki keunggulan kompetitif dibanding produk yang ada di pasaran. Berbeda dengan salep antibiotik konvensional yang umumnya hanya berfungsi mencegah infeksi sekunder, gel ini menawarkan aksi ganda berupa stimulasi regenerasi jaringan dan proteksi antibakteri. Kandungan ekstrak Bidara Upas berpotensi meningkatkan pembentukan kolagen, proliferasi fibroblas, dan ekspresi faktor pertumbuhan (VEGF/TGF-β), sehingga mendukung penyembuhan luka diabetik. Selain itu, aktivitas antibakterinya efektif menghambat pertumbuhan Staphylococcus aureus dan Salmonella typhi. Diformulasikan dengan basis CMC Na 1,5%, gel berfungsi sebagai moist dressing menjaga kelembapan luka dan terbukti aman tanpa menimbulkan edema/eritema.

Tahap Penelitian Awal
Prototipe Awal
Uji Terbatas
Implementasi Awal
Siap Diterapkan Lebih Luas / Diproduksi Massal
Calon Pengguna

Calon Pengguna

Calon pengguna (end user) utama dari inovasi Bidara Upas Wound “Repair” Gel meliputi pasien diabetes melitus yang mengalami komplikasi luka kronis atau ulkus diabetik (khususnya derajat 1 dan 2) yang membutuhkan sediaan topikal alami untuk meregenerasi jaringan secara efektif. Selain pasien, produk ini ditujukan bagi tenaga kesehatan dan medis—seperti dokter spesialis, dokter umum, perawat spesialis perawatan luka (wound care practitioner), dan apoteker—sebagai penanggung jawab terapi pasien. Sediaan ini juga digunakan oleh fasilitas pelayanan kesehatan, termasuk rumah sakit, klinik perawatan luka (wound care clinic), puskesmas, dan apotek yang menyediakan layanan perawatan luka kronis secara profesional.

Sektor/ Industri Terkait

Aplikasi inovasi Bidara Upas Wound "Repair" Gel terkait erat dengan beberapa sektor industri. Pada industri farmasi dan obat bahan alam (OHT/Fitofarmaka), produk ini berpotensi dikembangkan melalui formulasi, produksi, dan komersialisasi sediaan gel topikal terstandar sesuai CPOTB. Di industri dermatologi dan wound care, gel digunakan sebagai moist dressing untuk mendukung regenerasi jaringan dan perawatan luka kronis. Pada sektor pelayanan kesehatan seperti rumah sakit, klinik perawatan luka, puskesmas, dan apotek, produk dapat dimanfaatkan sebagai terapi pendukung luka kronis. Selain itu, distributor farmasi dan alat kesehatan berperan dalam distribusi dan pemasaran produk secara nasional.

Industri Terkait
Potensi Inovasi

Potensi Inovasi

Inovasi Bidara Upas Wound “Repair” Gel memiliki potensi dampak yang signifikan di berbagai sektor. Dari aspek ekonomi, produk ini mampu menghemat biaya perawatan medis ulkus diabetik, menjadi produk substitusi impor obat topikal sintetis yang mahal, serta meningkatkan nilai komersial tanaman obat lokal di industri herbal terstandar. Secara sosial, sediaan gel ini mempercepat pemulihan luka dengan efektivitas penyembuhan 96,3%, sehingga menurunkan risiko komplikasi amputasi dan meningkatkan kualitas hidup pasien. Sementara dari aspek lingkungan, inovasi ini memanfaatkan serta melestarikan keanekaragaman hayati lokal (Merremia mammosa) secara berkelanjutan melalui formulasi berbasis bahan alam yang ramah lingkungan.

Tantangan Implementasi

Implementasi inovasi Bidara Upas Wound “Repair” Gel menghadapi beberapa tantangan utama, mulai dari peningkatan skala produksi (scale-up) dari skala laboratorium ke manufaktur industri berstandar CPOTB/GMP untuk menjaga konsistensi mutu sediaan. Selain itu, diperlukan pelaksanaan uji klinis tahap lanjut pada manusia guna memvalidasi efektivitas dan keamanannya pada pasien luka kronis. Proses pemenuhan regulasi serta registrasi sediaan Obat Bahan Alam/OHT di BPOM juga menjadi langkah krusial. Tantangan ini dilengkapi dengan pentingnya penjaminan pasokan bahan baku umbi Bidara Upas (Merremia mammosa) secara berkelanjutan, serta pembentukan kolaborasi strategis dengan mitra industri farmasi untuk akselerasi manufaktur dan distribusi nasional.

Tantangan Implementasi

🎬 Video Demonstrasi

🎥 Video demonstrasi belum tersedia
Download PDF