Gambar produk Nylon Antibakteri

Nylon Antibakteri

👤 Pemegang: Universitas Negeri Yogyakarta
No. Permohonan
S00202107516
No. Sertifikat
IDS000009798
Status Paten
(PA) Diberi Paten
Tingkat Kesiapan (TKT / TRL)
7
Bidang Khusus
🏷️ Kesehatan & Kosmetik Alami
📝

Deskripsi Paten

Teknologi nylon antibakteri dan antikotor ini memberikan nilai tambah yang signifikan bagi industri tekstil nasional melalui pengembangan produk tekstil fungsional bernilai tinggi. Produk ini berpotensi diaplikasikan pada pakaian medis, masker, linen rumah sakit, pakaian olahraga, kaos kaki, perlengkapan outdoor, hingga berbagai produk berbahan nylon yang membutuhkan higienitas tinggi dan perawatan yang lebih mudah.

❓

Permasalahan

Kain nylon merupakan salah satu serat sintetis yang paling banyak digunakan pada produk tekstil seperti pakaian olahraga, kaos kaki, masker, parasut, dan perlengkapan luar ruang karena memiliki kekuatan mekanik yang tinggi, tahan panas, dan mudah dimodifikasi. Namun, sifat nylon yang sering terpapar keringat dan kelembapan menyebabkan permukaannya menjadi media yang mendukung pertumbuhan bakteri sehingga menimbulkan bau, menurunkan higienitas, dan meningkatkan risiko kontaminasi. Di sisi lain, kebutuhan pasar terhadap tekstil fungsional yang memiliki sifat antibakteri sekaligus antikotor (self-cleaning) terus meningkat, sementara teknologi maupun produk yang mampu mengintegrasikan kedua fungsi tersebut dalam satu proses modifikasi masih sangat terbatas.

💡

Solusi yang Diberikan

Invensi ini menawarkan metode modifikasi kain nylon menggunakan nanopartikel perak (AgNPs) sebagai agen antibakteri dan senyawa hexadecyltrimethoxysilane (HDTMS) sebagai pembentuk permukaan hidrofobik. Proses modifikasi dilakukan secara bertahap melalui sintesis nanopartikel perak, deposisi pada permukaan nylon, pelapisan HDTMS, dan pengeringan sehingga dihasilkan kain nylon yang memiliki dua fungsi sekaligus, yaitu mampu menghambat pertumbuhan bakteri serta memiliki sifat antikotor (self-cleaning). Teknologi ini merupakan inovasi yang menggabungkan dua karakteristik fungsional dalam satu produk, berbeda dengan teknologi sebelumnya yang umumnya hanya menghasilkan tekstil antibakteri atau antikotor saja. Hasil pengujian menunjukkan peningkatan aktivitas antibakteri terhadap Escherichia coli dan Staphylococcus aureus serta peningkatan sudut kontak hingga 127,46°, yang menunjukkan sifat hidrofobik yang sangat baik.

Unique Value

1

Kain Nylon antibakteri

2

kain nylon premium

3

kain nylon antibakteri dan anti kotor

Bentuk Komersialisasi

Lisensi
Kerja sama industri

Keunggulan Inovasi

Teknologi nylon antibakteri dan antikotor ini memberikan nilai tambah yang signifikan bagi industri tekstil nasional melalui pengembangan produk tekstil fungsional bernilai tinggi. Produk ini berpotensi diaplikasikan pada pakaian medis, masker, linen rumah sakit, pakaian olahraga, kaos kaki, perlengkapan outdoor, hingga berbagai produk berbahan nylon yang membutuhkan higienitas tinggi dan perawatan yang lebih mudah. Selain meningkatkan daya saing industri tekstil dalam negeri dan mengurangi ketergantungan pada produk impor, teknologi ini juga memberikan manfaat sosial melalui penyediaan tekstil yang lebih higienis serta manfaat lingkungan karena menggunakan nanopartikel perak dalam konsentrasi rendah yang efektif dan relatif aman.

Tahap Penelitian Awal
Prototipe Awal
Uji Terbatas
Implementasi Awal
Siap Diterapkan Lebih Luas / Diproduksi Massal
Calon Pengguna

Calon Pengguna

industri tektil

Sektor/ Industri Terkait

Industri tekstil

Industri Terkait
Potensi Inovasi

Potensi Inovasi

Ekonomi — nilai tambah produk tekstil lokal & substitusi impor tekstil fungsional. Sosial — tekstil higienis untuk fasilitas kesehatan & masyarakat luas. Lingkungan — penggunaan nanopartikel perak konsentrasi rendah, non-toksik.

Tantangan Implementasi

investor

Tantangan Implementasi

🎬 Video Demonstrasi

🎥 Video demonstrasi belum tersedia
Dokumen Paten Download PDF