Gambar produk BIO-TRICHO: PUPUK PLUS BIO-FUNGISIDA
📂 Biologi

BIO-TRICHO: PUPUK PLUS BIO-FUNGISIDA

👤 Pemegang: Fakultas Pertanian Univerisitas Sriwijaya (Unsri)
No. Permohonan
S00202111286
No. Sertifikat
1DS000005532
Status Paten
(PA) Diberi Paten
Tingkat Kesiapan (TKT / TRL)
7
Bidang Khusus
🏷️ Pertanian
📝

Deskripsi Paten

Penyakit tular tanah seperti layu Fusarium dan busuk akar menjadi kendala utama pertanian dan menurunkan hasil panen hingga 30–50%. Petani umumnya bergantung pada fungisida kimia yang berdampak buruk bagi lingkungan dan kesehatan. Inovasi ini menawarkan granul biofungisida berbahan aktif Trichoderma spp. Produk ini mengendalikan patogen tular tanah secara hayati, mudah diaplikasikan, ramah lingkungan, dan memperbaiki kesehatan tanah. Manfaatnya: mengurangi ketergantungan bahan kimia, meningkatkan pertumbuhan tanaman, serta mendukung pertanian berkelanjutan dan nilai komersial bagi industri agribisnis.

❓

Permasalahan

Patogen tular tanah seperti Ganoderma, Rigidoporus microporus, dan Phytophthora penyebab busuk akar menjadi ancaman serius pada perkebunan karet, sawit, kakao, dan lada. Patogen bertahan di rizosfer, menginfeksi akar, menghambat serapan hara-air, dan memicu kematian tanaman. Dampaknya: kerugian sawit akibat Ganoderma mencapai Rp7,8 triliun/tahun, penurunan produksi TBS hingga 67%, insidensi penyakit kuning lada Bangka 37,6%, dan mortalitas sawit 5,5%/tahun. Petani bergantung pada fungisida kimia—konsumsinya naik 28,7% (2017–2022)—namun menimbulkan residu, resistensi patogen, dan degradasi kesehatan tanah. Dibutuhkan biofungisida efektif, ramah lingkungan, dan berbasis agens hayati lokal untuk mengendalikan penyakit sekaligus memperbaiki kesehatan tanah secara berkelanjutan.

💡

Solusi yang Diberikan

BIO-TRICHO adalah biofungisida granul berbahan aktif Trichoderma sp. dengan kepadatan minimal 1×10⁷ spora per gram. Produk diformulasi dalam bentuk granul padat sehingga mudah diaplikasikan. Cara kerja: mikoparasitisme (menyerang hifa patogen), antibiosis (menghasilkan metabolit antijamur), kompetisi ruang dan nutrisi, serta stimulasi pertumbuhan tanaman. Aplikasi dapat dilakukan dengan tabur di lubang tanam, sekitar perakaran, atau campur media semai. BIO-TRICHO mengendalikan patogen tular tanah seperti R. microporus, Ganoderma, dan patogen akar kakao. Produk ini juga memperbaiki kesehatan tanah dengan menyediakan nutrisi dan asam humat, sehingga tanaman lebih vigor dan kematian tanaman berkurang. Teknologi ini telah dipatenkan sederhana dengan No. IDS000005532.

Unique Value

1

Efektif kendalikan patogen tular tanah

2

Ramah lingkungan, tanpa residu kimia

3

Memperbaiki kesehatan tanah

4

Mudah aplikasi, dosis presisi

5

Meningkatkan hasil panen

Bentuk Komersialisasi

Kerja sama industri
Produksi Mandiri

Keunggulan Inovasi

Efektif mengendalikan patogen tular tanah (R. microporus, Ganoderma, patogen akar kakao). Ramah lingkungan, tanpa residu kimia, aman bagi manusia, musuh alami, dan ekosistem. Memperbaiki kesehatan tanah dengan menyediakan nutrisi dan asam humat. Mudah aplikasi dengan dosis presisi: tabur di lubang tanam, sekitar perakaran, atau campur media semai. Meningkatkan hasil panen: tanaman lebih vigor, kematian tanaman berkurang. Berbeda dari fungisida kimia, BIO-TRICHO berbasis hayati dan mendukung pertanian berkelanjutan.

Tahap Penelitian Awal
Prototipe Awal
Uji Terbatas
Implementasi Awal
Siap Diterapkan Lebih Luas / Diproduksi Massal
Calon Pengguna

Calon Pengguna

Petani dan pekebun karet, sawit, kakao, hortikultura, dan tanaman pangan. Kelompok tani, koperasi tani, nursery, distributor sarana pertanian, agribisnis, serta perusahaan perkebunan. Penyuluh pertanian, pemerintah daerah, dan pelaku pasar organik & berkelanjutan. Calon pengguna utama adalah petani yang menghadapi masalah penyakit tular tanah dan ingin beralih ke solusi hayati ramah lingkungan.

Sektor/ Industri Terkait

Pertanian, perkebunan (karet, sawit, kakao), hortikultura, tanaman pangan, kehutanan, industri agrokimia, biofungisida, agritech, dan ekonomi sirkular. Juga sektor lingkungan, pertanian organik, serta industri sarana produksi pertanian. Relevan untuk program ketahanan pangan, pertanian berkelanjutan, dan pengurangan residu kimia

Industri Terkait
Potensi Inovasi

Potensi Inovasi

Ekonomi: menekan kerugian triliunan rupiah akibat penyakit tular tanah, meningkatkan pendapatan petani, dan membuka peluang pasar biofungisida yang diproyeksikan tumbuh dari USD 447,5 juta (2024) menjadi USD 642,3 juta (2030). Sosial: menyediakan produk bebas residu kimia, lebih sehat bagi petani dan konsumen, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat tani. Lingkungan: mendukung pertanian berkelanjutan, tanah lebih sehat, mengurangi pencemaran kimia, dan menjaga ekosistem.

Tantangan Implementasi

Tantangan utama: uji lapang lanjutan dan sertifikasi produk, skala produksi pilot/komersial, distribusi dan adopsi petani, serta edukasi pasar. Selain itu, perlu dukungan pendanaan untuk produksi massal, regulasi biofungisida, dan penguatan jejaring mitra. Persaingan dengan fungisida kimia juga menjadi tantangan, sehingga perlu bukti efektivitas dan pendampingan intensif bagi petani.

Tantangan Implementasi

🎬 Video Demonstrasi

BIO-TRICHO: PUPUK PLUS BIO-FUNGISIDA

Download PDF