Penyakit tular tanah seperti layu Fusarium dan busuk akar menjadi kendala utama pertanian dan menurunkan hasil panen hingga 30–50%. Petani umumnya bergantung pada fungisida kimia yang berdampak buruk bagi lingkungan dan kesehatan. Inovasi ini menawarkan granul biofungisida berbahan aktif Trichoderma spp. Produk ini mengendalikan patogen tular tanah secara hayati, mudah diaplikasikan, ramah lingkungan, dan memperbaiki kesehatan tanah. Manfaatnya: mengurangi ketergantungan bahan kimia, meningkatkan pertumbuhan tanaman, serta mendukung pertanian berkelanjutan dan nilai komersial bagi industri agribisnis.
Efektif kendalikan patogen tular tanah
Ramah lingkungan, tanpa residu kimia
Memperbaiki kesehatan tanah
Mudah aplikasi, dosis presisi
Meningkatkan hasil panen
Efektif mengendalikan patogen tular tanah (R. microporus, Ganoderma, patogen akar kakao). Ramah lingkungan, tanpa residu kimia, aman bagi manusia, musuh alami, dan ekosistem. Memperbaiki kesehatan tanah dengan menyediakan nutrisi dan asam humat. Mudah aplikasi dengan dosis presisi: tabur di lubang tanam, sekitar perakaran, atau campur media semai. Meningkatkan hasil panen: tanaman lebih vigor, kematian tanaman berkurang. Berbeda dari fungisida kimia, BIO-TRICHO berbasis hayati dan mendukung pertanian berkelanjutan.
Petani dan pekebun karet, sawit, kakao, hortikultura, dan tanaman pangan. Kelompok tani, koperasi tani, nursery, distributor sarana pertanian, agribisnis, serta perusahaan perkebunan. Penyuluh pertanian, pemerintah daerah, dan pelaku pasar organik & berkelanjutan. Calon pengguna utama adalah petani yang menghadapi masalah penyakit tular tanah dan ingin beralih ke solusi hayati ramah lingkungan.
Pertanian, perkebunan (karet, sawit, kakao), hortikultura, tanaman pangan, kehutanan, industri agrokimia, biofungisida, agritech, dan ekonomi sirkular. Juga sektor lingkungan, pertanian organik, serta industri sarana produksi pertanian. Relevan untuk program ketahanan pangan, pertanian berkelanjutan, dan pengurangan residu kimia
Ekonomi: menekan kerugian triliunan rupiah akibat penyakit tular tanah, meningkatkan pendapatan petani, dan membuka peluang pasar biofungisida yang diproyeksikan tumbuh dari USD 447,5 juta (2024) menjadi USD 642,3 juta (2030). Sosial: menyediakan produk bebas residu kimia, lebih sehat bagi petani dan konsumen, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat tani. Lingkungan: mendukung pertanian berkelanjutan, tanah lebih sehat, mengurangi pencemaran kimia, dan menjaga ekosistem.
Tantangan utama: uji lapang lanjutan dan sertifikasi produk, skala produksi pilot/komersial, distribusi dan adopsi petani, serta edukasi pasar. Selain itu, perlu dukungan pendanaan untuk produksi massal, regulasi biofungisida, dan penguatan jejaring mitra. Persaingan dengan fungisida kimia juga menjadi tantangan, sehingga perlu bukti efektivitas dan pendampingan intensif bagi petani.
BIO-TRICHO: PUPUK PLUS BIO-FUNGISIDA