Gambar produk Alat Pengekangan Tikus untuk Nebulisasi yang Lebih Efektif Tanpa Anestesi
📂 Mekanik

Alat Pengekangan Tikus untuk Nebulisasi yang Lebih Efektif Tanpa Anestesi

👤 Pemegang: Universitas Indonesia
No. Permohonan
S00202203396
No. Sertifikat
IDS000009405
Status Paten
(PA) Diberi Paten
Tingkat Kesiapan (TKT / TRL)
6
Bidang Khusus
🏷️ Digitalisasi & Smart Tech
📝

Deskripsi Paten

Penelitian terapi inhalasi pada hewan coba masih menghadapi kendala berupa deposisi aerosol pada alat nebulisasi yang mengurangi efisiensi penghantaran obat, serta kebutuhan anestesi agar hewan tetap diam selama prosedur. Inovasi ini menghadirkan alat pengekang tikus yang dirancang khusus untuk prosedur nebulisasi sehingga posisi hewan tetap stabil tanpa memerlukan anestesi. Desain ini memungkinkan aerosol dihantarkan lebih terarah, mengurangi kehilangan obat, serta meningkatkan efisiensi dan konsistensi prosedur. Teknologi ini mendukung standardisasi penelitian inhalasi dan berpotensi dimanfaatkan oleh perguruan tinggi, lembaga penelitian, CRO, dan industri farmasi dalam pengembangan obat inhalasi.

❓

Permasalahan

Penelitian preklinis yang menggunakan terapi inhalasi pada hewan coba semakin berkembang seiring meningkatnya pengembangan obat, vaksin, dan terapi penyakit saluran pernapasan. Namun, metode nebulisasi yang tersedia masih memiliki berbagai keterbatasan. Penggunaan box nebulisasi menyebabkan sebagian aerosol terdeposit pada dinding alat sehingga mengurangi jumlah obat yang terhirup oleh hewan. Sementara itu, penggunaan sungkup tanpa alat pengekang mengharuskan pemberian anestesi agar hewan tetap diam, yang dapat memperumit prosedur, meningkatkan biaya penelitian, serta berpotensi memengaruhi kondisi fisiologis hewan dan hasil penelitian. Kondisi ini menunjukkan perlunya teknologi yang mampu menjaga posisi hewan secara stabil selama nebulisasi tanpa anestesi, meningkatkan efisiensi penghantaran aerosol, serta mendukung standardisasi dan reproduktibilitas penelitian inhalasi.

💡

Solusi yang Diberikan

Inovasi ini berupa alat pengekang tikus yang dirancang khusus untuk prosedur nebulisasi agar hewan tetap berada pada posisi yang stabil selama pemberian aerosol tanpa memerlukan anestesi. Alat terdiri atas tabung akrilik transparan yang dilengkapi penahan leher dan penahan badan yang dapat disesuaikan dengan ukuran tikus, sehingga hewan terkekang secara aman dan nyaman. Setelah tikus diposisikan, mesh nebulizer dipasang sejajar dengan lubang pada bagian depan tabung sehingga aerosol dihantarkan secara lebih terarah menuju saluran pernapasan. Desain ini mengurangi deposisi aerosol pada ruang nebulisasi, meningkatkan efisiensi penghantaran obat inhalasi, serta menghasilkan prosedur yang lebih konsisten dan mudah direplikasi. Dengan demikian, inovasi ini mendukung standardisasi penelitian inhalasi sekaligus meningkatkan efisiensi operasional laboratorium.

Unique Value

1

Nebulisasi tanpa anestesi

2

Penghantaran Aerosol Lebih Efisien

3

Standarisasi Penelitian Inhalasi

4

Desain Ergonomis, Mudah Digunakan

Bentuk Komersialisasi

Lisensi
Kerja sama industri

Keunggulan Inovasi

Dibandingkan metode nebulisasi menggunakan box, inovasi ini mampu menghantarkan aerosol lebih terarah sehingga mengurangi deposisi aerosol pada alat dan meningkatkan efisiensi penghantaran obat ke saluran napas. Penggunaan sungkup memerlukan anestesi agar hewan tetap diam, alat ini memungkinkan prosedur dilakukan tanpa anestesi sehingga lebih praktis dan mengurangi potensi pengaruh anestesi terhadap hasil penelitian. Desain ini menjaga posisi hewan tetap stabil, menghasilkan prosedur yang lebih konsisten, mudah direplikasi, dan mendukung standardisasi penelitian. Selain itu, alat bersifat sederhana, mudah digunakan, dapat digunakan berulang kali, serta memiliki potensi diproduksi dengan biaya yang relatif terjangkau.

Tahap Penelitian Awal
Prototipe Awal
Uji Terbatas
Implementasi Awal
Siap Diterapkan Lebih Luas / Diproduksi Massal
Calon Pengguna

Calon Pengguna

Calon pengguna inovasi ini meliputi perguruan tinggi, fakultas kedokteran, fakultas farmasi, fakultas kedokteran hewan, lembaga penelitian pemerintah maupun swasta, Contract Research Organization (CRO), serta industri farmasi dan bioteknologi yang melakukan penelitian preklinis menggunakan model hewan. Inovasi ini juga berpotensi dimanfaatkan oleh produsen alat laboratorium sebagai produk pendukung penelitian inhalasi. Pengguna akan memperoleh manfaat berupa prosedur nebulisasi yang lebih efisien, terstandar, dan praktis untuk mendukung pengembangan obat, vaksin, serta terapi inhalasi.

Sektor/ Industri Terkait

Inovasi ini memiliki potensi aplikasi pada sektor pendidikan tinggi, penelitian dan pengembangan, kesehatan, farmasi, bioteknologi, serta industri alat kesehatan dan alat laboratorium. Teknologi ini dapat mendukung penelitian preklinis dalam pengembangan obat inhalasi, vaksin, terapi aerosol, dan penyakit saluran pernapasan. Selain itu, inovasi ini relevan bagi industri manufaktur alat laboratorium dan perusahaan penyedia peralatan penelitian yang melayani perguruan tinggi, lembaga penelitian, rumah sakit pendidikan, Contract Research Organization (CRO), serta industri farmasi dan bioteknologi.

Industri Terkait
Potensi Inovasi

Potensi Inovasi

Inovasi ini berpotensi memberikan dampak ekonomi melalui efisiensi penggunaan bahan uji dan obat inhalasi, pengurangan kebutuhan anestesi, serta peluang komersialisasi sebagai produk laboratorium untuk perguruan tinggi, lembaga penelitian, CRO, dan industri farmasi. Dari sisi sosial, teknologi ini mendukung peningkatan kualitas penelitian preklinis dengan menghasilkan prosedur yang lebih terstandar, efisien, dan mudah direplikasi, sehingga mempercepat pengembangan obat dan terapi inhalasi. Selain itu, penggunaan alat ini juga mendukung prinsip kesejahteraan hewan (animal welfare) dengan mengurangi kebutuhan anestesi selama prosedur nebulisasi serta memungkinkan penggunaan alat secara berulang sehingga lebih berkelanjutan.

Tantangan Implementasi

Tantangan utama implementasi inovasi ini adalah proses hilirisasi dari skala laboratorium menuju produk yang dapat diproduksi dan dipasarkan secara luas. Diperlukan mitra industri untuk menyempurnakan desain agar sesuai dengan proses manufaktur, meningkatkan efisiensi produksi, serta memastikan kualitas produk yang konsisten. Selain itu, adopsi oleh laboratorium penelitian memerlukan validasi lebih lanjut pada berbagai model penelitian inhalasi dan peningkatan sosialisasi mengenai keunggulan teknologi dibandingkan metode konvensional. Kolaborasi antara perguruan tinggi, industri, dan lembaga penelitian menjadi kunci untuk mempercepat implementasi dan komersialisasi inovasi ini.

Tantangan Implementasi

🎬 Video Demonstrasi

Alat Pengekangan Tikus untuk Nebulisasi yang Lebih Efektif Tanpa Anestesi

Dokumen Paten Download PDF