Gambar produk SafeMyLife: Smart Emergency Response System untuk Prioritas Korban Bencana
📂 Elektro

SafeMyLife: Smart Emergency Response System untuk Prioritas Korban Bencana

👤 Pemegang: Universitas Indonesia (UI) - Center for Sustainable Infrastructure Development
No. Permohonan
S00202205718
No. Sertifikat
IDS000010770
Status Paten
(PA) Diberi Paten
Tingkat Kesiapan (TKT / TRL)
5
Bidang Khusus
🏷️ Resiliensi Nasional
📝

Deskripsi Paten

SafeMyLife adalah aplikasi kebencanaan yang membantu mempercepat respons penyelamatan saat bencana. Permasalahan yang diselesaikan adalah keterbatasan komunikasi korban–penyelamat dan belum adanya prioritas korban berbasis data. Melalui panic button, lokasi GPS dan kondisi korban dikirim ke petugas, lalu sistem fuzzy logic dan decision tree menentukan tingkat prioritas berdasarkan usia, kesehatan, jarak ke titik aman, dan risiko wilayah. Dashboard petugas membantu mengurutkan korban dan menentukan rute penyelamatan. Solusi ini mendukung respons yang lebih cepat, terarah, dan berpotensi meningkatkan peluang keselamatan korban.

❓

Permasalahan

Dalam kondisi bencana, proses penyelamatan sering terkendala oleh terputusnya komunikasi antara korban dan petugas, keterbatasan informasi mengenai lokasi serta kondisi korban, dan belum tersedianya mekanisme prioritas korban berbasis data. Tim SAR dapat menghadapi banyak korban secara bersamaan dengan sumber daya terbatas, sehingga penentuan siapa yang harus diselamatkan terlebih dahulu menjadi sangat krusial. Selain itu, aplikasi kebencanaan yang tersedia umumnya masih terfragmentasi dan hanya menyediakan fungsi tertentu, seperti informasi bencana atau navigasi, tanpa mengintegrasikan prioritas korban, kondisi kesehatan, lokasi, dan dukungan keputusan bagi petugas. SafeMyLife dikembangkan untuk menjawab kebutuhan akan sistem respons darurat yang lebih terintegrasi, cepat, dan terarah.

💡

Solusi yang Diberikan

SafeMyLife menghadirkan sistem respons bencana terintegrasi yang menghubungkan korban dengan tim penyelamat. Korban menekan panic button, kemudian lokasi GPS dan informasi kondisi kesehatan dikirim ke sistem. Selanjutnya, mesin prioritas berbasis fuzzy logic dan decision tree menilai tingkat urgensi korban berdasarkan usia, kesehatan, jarak ke titik aman, dan risiko wilayah. Hasilnya ditampilkan pada dashboard petugas dalam bentuk urutan prioritas korban dan dukungan rute penyelamatan. Aplikasi juga menyediakan titik aman, panduan P3K yang dapat diakses tanpa internet, serta peringatan dini. Dengan mekanisme ini, petugas memperoleh informasi yang lebih terstruktur untuk melakukan respons dan alokasi sumber daya secara lebih cepat dan terarah.

Unique Value

1

Prioritas Korban Berbasis AI

2

Panic Button dengan GPS Real-Time

3

Konten Offline untuk Kondisi Darurat

4

Peringatan Dini Gempa Real-Time

5

Dashboard & Rute untuk Tim SAR

Bentuk Komersialisasi

Lisensi
Kerja sama industri

Keunggulan Inovasi

SafeMyLife mengintegrasikan fungsi yang umumnya masih terpisah pada aplikasi kebencanaan, yaitu prioritas korban berbasis AI, panic button dengan GPS, profil kesehatan dan kelompok rentan, konten titik aman serta P3K yang dapat diakses offline, peringatan dini, dan dashboard petugas dengan dukungan rute penyelamatan. Keunggulan utamanya adalah penggunaan kombinasi fuzzy logic dan decision tree untuk menentukan prioritas korban berbasis data, sehingga tim SAR tidak hanya menerima laporan kejadian, tetapi juga memperoleh dukungan keputusan mengenai korban yang perlu ditangani lebih dahulu.

Tahap Penelitian Awal
Prototipe Awal
Uji Terbatas
Implementasi Awal
Siap Diterapkan Lebih Luas / Diproduksi Massal
Calon Pengguna

Calon Pengguna

Calon pengguna SafeMyLife meliputi BNPB dan BPBD, Basarnas/tim SAR, PMI, layanan gawat darurat rumah sakit dan Dinas Kesehatan, pengelola kawasan industri, gedung, dan kampus, serta masyarakat yang tinggal di daerah rawan bencana. Selain itu, solusi ini juga berpotensi dimanfaatkan melalui kemitraan dengan sektor telekomunikasi, asuransi, smart city, dan layanan kebencanaan berbasis digital.

Sektor/ Industri Terkait

SafeMyLife relevan untuk sektor kebencanaan dan tanggap darurat, GovTech, kesehatan darurat, telekomunikasi, asuransi, serta smart city. Inovasi ini juga dapat diterapkan pada pengelolaan keselamatan di kawasan industri, rumah sakit, kampus, gedung publik, dan wilayah rawan bencana, khususnya untuk mendukung komunikasi darurat, prioritas korban, dan koordinasi penyelamatan.

Industri Terkait
Potensi Inovasi

Potensi Inovasi

Secara ekonomi, SafeMyLife berpotensi meningkatkan efisiensi alokasi personel, kendaraan, dan peralatan penyelamatan serta menekan kerugian akibat keterlambatan respons. Secara sosial, inovasi ini mendukung peningkatan peluang keselamatan korban, perlindungan kelompok rentan, dan literasi kebencanaan. Secara lingkungan, rute penyelamatan yang lebih terarah dapat mengurangi mobilisasi armada yang tidak perlu, sementara data risiko dapat mendukung perencanaan wilayah dan tata ruang yang lebih baik.

Tantangan Implementasi

Tantangan utama implementasi SafeMyLife meliputi adopsi pengguna, khususnya karena masyarakat telah terbiasa menggunakan media sosial saat kondisi darurat; keterbatasan jaringan, GPS, dan daya baterai ketika bencana terjadi; integrasi data lintas lembaga antara pihak kebencanaan dan layanan terkait; serta perlindungan privasi data kesehatan dan lokasi korban. Selain itu, diperlukan pilot bersama BPBD/Basarnas dan dukungan mitra telekomunikasi agar sistem dapat diuji serta dioperasikan secara lebih luas.

Tantangan Implementasi

🎬 Video Demonstrasi

🎥 Video demonstrasi belum tersedia
Download PDF