Invensi terdiri dari sebuah pesawat tanpa awak dan kompartemen pembawa muatan. Kompartemen pembawa muatan dapat dilepas dan pilon penyangga. Pilon bertujuan untuk menghubungkan kompartemen dengan pesawat tanpa awak. Kompartemen terbuat dari bahan Styrofoam dan memiliki kerangka yang terbuat dari kayu balsa. Didalamnya terdapat ruangan untuk membawa muatan yang dapat diakses melalui dinding samping kompartemen. Bagian depan kompartemen dibuat lebih tebal dan tumpul dengan lubang peringan didalamnya sebagai penahan hentakan ketika kompartemen mendarat. Kompartemen juga dilengkapi dengan parasut yang terpasang pada ruangan dibelakang kompartemen dan akan terbuka ketika kompartemen dilepaskan dari pilon.
Kecepatan dalam pengiriman
Kepraktisan dalam pengiriman
Pengiriman berulang dalam satu hari
Tidak bergantung pada jalan darat
Potensi pengiriman logistik selain medis
Relatif terbebas dari hambatan, Kecepatan pengiriman yang lebih cepat, Kualitas vaksin terjaga di dalam kompartemen, Kontak minimum, dan Pengembangan lebih cepat
Pemda melalui Dinkes, Pengampu kepentingan logistik, dan Pengampu kepentingan kebencanaan
Penggiat wahana udara tanpa awak, Pos dan Logistik: rutin atau on-demand
Peningkatan taraf kesehatan dan Peningkatan equitas kebutuhan daerah 3T
Kematangan teknologi: kendali, propulsi, deteksi dan Regulasi: sertifikasi, penggunaan ruang udara
PESAWAT TERBANG TANPA AWAK DENGAN KOMPARTEMEN PEMBAWA MUATAN