Invensi ini menghadirkan proses terintegrasi produksi bioetanol dari limbah cair tepung tapioka melalui perlakuan awal, hidrolisis bertahap menggunakan enzim amilase dan maltase, fermentasi dengan Alcotec 48 Turbo, serta pemurnian menggunakan distilasi flash. Teknologi ini mengubah limbah menjadi bioetanol bernilai tambah tinggi secara lebih efisien, mendukung konsep waste-to-energy dan ekonomi sirkular, serta siap diimplementasikan pada skala industri sebagai solusi energi terbarukan yang ramah lingkungan.
Limbah menjadi produk bernilai jual
Limbah cair kaya pati
Study Life Cycle Assessment (LCA)
Sumber daya bernilai tinggi
Bioetanol bahan bakar terbarukan
Hasil dari invensi ini dapat memberi manfaat bagi masyarakat dan pemilik usaha, karena secara praktis dan efisien penggunaan limbah cair tepung terigu menjadi glukosa yang bisa digunakan sebagai bahan baku bioetanol. Yang pada awalnya limbah cair tepung tapioka mengganggu pencemaran lingkungan serta menimbulkan bau tidak sedap, bisa diolah menjadi glukosa sebagai bahan baku bioetanol dan invensi ini benar-benar menyajikan suatu penyempurnaan yang sangat praktis khususnya pada komposisi bioetanol dengan proses fermentasi filtrat glukosa dari limbah cair tepung tapioka
Pengguna inovasi kami, untuk Pabrik yang menghasilkan limbah pati, selulosa, glukosa, limbah sesuai kreteria tersebut bisa diolah menjadi bioethanol. Selain itu tumbuhan atau buah yang bisa di renewable sebagai bahan baku, seperti tebu, sawit, bambu, rumput gajah
Pengguna inovasi kami, untuk Pabrik yang menghasilkan limbah pati, selulosa, glukosa, limbah sesuai kreteria tersebut bisa diolah menjadi bioethanol. Sektor pertanian, tumbuhan atau buah yang bisa di renewable sebagai bahan baku, seperti tebu, sawit, bambu, rumput gajah
Dampak inovasi secara ekonomi, mengubah limbah menjadi produk bernilai tinggi (bioetanol), sebagai energi, bahan kimia, farmasi, obat2an dan pangan. Secara sosial, meningkatkan penghasilan industri dari limbah menjadi produk bernilai. Secara lingkungan, yang semula merupakan limbah dan memberi dampak terhadap terhadap lingkungan air, udara dan padatan, setelah diolah menjadi bioetanol memberi dampak lingkungan lebih baik
Meyakinkan industri yang berhubungan dengan bahan baku yang mengandung pati, selulose dan glukosa, dan industri yang sudah beroperasi / berproduksi bioetanol
Proses Pembuatan Bioetanol Melalui Fermentasi Filtrat Glukosa Dari Limbah Cair Tepung Terigu