Gambar produk Proses Pembuatan Bioetanol Melalui Fermentasi Filtrat Glukosa Dari Limbah Cair Tepung Terigu

Proses Pembuatan Bioetanol Melalui Fermentasi Filtrat Glukosa Dari Limbah Cair Tepung Terigu

👤 Pemegang: Universitas Pembangunan Nasional "Veteran" Jawa Timur
No. Permohonan
S00202208802
No. Sertifikat
IDS000006247
Status Paten
(PA) Diberi Paten
Tingkat Kesiapan (TKT / TRL)
6
Bidang Khusus
🏷️ Green Tech
📝

Deskripsi Paten

Invensi ini menghadirkan proses terintegrasi produksi bioetanol dari limbah cair tepung tapioka melalui perlakuan awal, hidrolisis bertahap menggunakan enzim amilase dan maltase, fermentasi dengan Alcotec 48 Turbo, serta pemurnian menggunakan distilasi flash. Teknologi ini mengubah limbah menjadi bioetanol bernilai tambah tinggi secara lebih efisien, mendukung konsep waste-to-energy dan ekonomi sirkular, serta siap diimplementasikan pada skala industri sebagai solusi energi terbarukan yang ramah lingkungan.

❓

Permasalahan

Limbah cair tepung terigu mengandung pati, selulosa dan impuritis dari PT. Boga Sari, ketersediaannya sangat melimpah, mempunyai warna limbah putih keabu abuan dan sedikit bau, diperlukan proses pengolahan limbah yang cepat dan bisa diproses menjadi glukosa 20-25 % v/v, dengan proses hidrolisis. Kelemehan dan keterbatasan adalah bahan baku dari selulosa memerlukan perlakuan khusus pada proses hidrolisis harus menghilangkan kadar lignin dan pentosan. Permasalahan diatas dengan mencari bahan baku alternatif dari limbah yang mengandung kadar pati, dengan perlakuan awal menggunakan HCl, dengan hidrolisis yang lebih sederhana dengan penambahan enzim amilase untuk mengubah pati menjadi disakarida dan penambahan enzim maltose untuk mengubah maltosa menjadi glukosa.

💡

Solusi yang Diberikan

Proses pembuatan bioetanol melalui fermentasi filtrat glukosa dari limbah cair tepung terigu lebih khusus lagi, invensi ini berhubungan dengan bioetanol hasil perlakuan awal proses hidrolisis secara kimia menggunakan HCl dan hidrolisis secara biologi menggunakan enzim maltase dan enzim amilase sebagai bahan baku pembuatan bioetanol, proses fermentasi secara an-aerob menggunakan enzim saccharomyces cereviceae jenis Alcotec 48 turbo yeast, selanjutnya dilakukan pemurnian menggunakan distilasi flash untuk memperoleh bioetanol

Unique Value

1

Limbah menjadi produk bernilai jual

2

Limbah cair kaya pati

3

Study Life Cycle Assessment (LCA)

4

Sumber daya bernilai tinggi

5

Bioetanol bahan bakar terbarukan

Bentuk Komersialisasi

Kerja sama industri

Keunggulan Inovasi

Hasil dari invensi ini dapat memberi manfaat bagi masyarakat dan pemilik usaha, karena secara praktis dan efisien penggunaan limbah cair tepung terigu menjadi glukosa yang bisa digunakan sebagai bahan baku bioetanol. Yang pada awalnya limbah cair tepung tapioka mengganggu pencemaran lingkungan serta menimbulkan bau tidak sedap, bisa diolah menjadi glukosa sebagai bahan baku bioetanol dan invensi ini benar-benar menyajikan suatu penyempurnaan yang sangat praktis khususnya pada komposisi bioetanol dengan proses fermentasi filtrat glukosa dari limbah cair tepung tapioka

Tahap Penelitian Awal
Prototipe Awal
Uji Terbatas
Implementasi Awal
Siap Diterapkan Lebih Luas / Diproduksi Massal
Calon Pengguna

Calon Pengguna

Pengguna inovasi kami, untuk Pabrik yang menghasilkan limbah pati, selulosa, glukosa, limbah sesuai kreteria tersebut bisa diolah menjadi bioethanol. Selain itu tumbuhan atau buah yang bisa di renewable sebagai bahan baku, seperti tebu, sawit, bambu, rumput gajah

Sektor/ Industri Terkait

Pengguna inovasi kami, untuk Pabrik yang menghasilkan limbah pati, selulosa, glukosa, limbah sesuai kreteria tersebut bisa diolah menjadi bioethanol. Sektor pertanian, tumbuhan atau buah yang bisa di renewable sebagai bahan baku, seperti tebu, sawit, bambu, rumput gajah

Industri Terkait
Potensi Inovasi

Potensi Inovasi

Dampak inovasi secara ekonomi, mengubah limbah menjadi produk bernilai tinggi (bioetanol), sebagai energi, bahan kimia, farmasi, obat2an dan pangan. Secara sosial, meningkatkan penghasilan industri dari limbah menjadi produk bernilai. Secara lingkungan, yang semula merupakan limbah dan memberi dampak terhadap terhadap lingkungan air, udara dan padatan, setelah diolah menjadi bioetanol memberi dampak lingkungan lebih baik

Tantangan Implementasi

Meyakinkan industri yang berhubungan dengan bahan baku yang mengandung pati, selulose dan glukosa, dan industri yang sudah beroperasi / berproduksi bioetanol

Tantangan Implementasi

🎬 Video Demonstrasi

Proses Pembuatan Bioetanol Melalui Fermentasi Filtrat Glukosa Dari Limbah Cair Tepung Terigu

Dokumen Paten Download PDF