Gambar produk Mikrokapsul Enzim Fibrinolitik Bakteri Laut: Bahan Bioaktif Inovatif untuk Pengembangan Suplemen Antitrombosis
📂 Farmasi

Mikrokapsul Enzim Fibrinolitik Bakteri Laut: Bahan Bioaktif Inovatif untuk Pengembangan Suplemen Antitrombosis

👤 Pemegang: Universitas Muhammadiyah Semarang
No. Permohonan
S00202208985
No. Sertifikat
IDS000013778
Status Paten
(PA) Diberi Paten
Tingkat Kesiapan (TKT / TRL)
5
Bidang Khusus
🏷️ Kesehatan & Kosmetik Alami
📝

Deskripsi Paten

Inovasi ini merupakan mikrokapsul enzim fibrinolitik dari bakteri laut Bacillus tequilensis HSFI-5 yang dikembangkan sebagai bahan bioaktif untuk suplemen antitrombosis. Teknologi ini menjawab kebutuhan akan bahan aktif fibrinolitik lokal sebagai alternatif nattokinase. Enzim menunjukkan aktivitas trombolitik yang kompetitif dalam pengujian laboratorium, kemudian diformulasikan menggunakan teknologi mikroenkapsulasi bersalut maltodekstrin agar lebih siap dikembangkan menjadi produk suplemen. Inovasi ini berpotensi mendukung substitusi impor, hilirisasi bioteknologi kelautan, serta pengembangan produk nutraseutikal bernilai tambah.

❓

Permasalahan

Kebutuhan akan sumber enzim fibrinolitik alternatif untuk pengembangan suplemen antitrombosis. Perlu pengembangan bahan bioaktif berbasis sumber daya hayati lokal yang berpotensi mengurangi ketergantungan pada bahan aktif sejenis dari luar negeri. Enzim sebagai molekul biologis relatif sensitif, sehingga diperlukan formulasi yang lebih praktis untuk penanganan, penyimpanan, dan pengembangan menjadi produk. Masih terbatasnya hilirisasi hasil eksplorasi mikroorganisme laut menjadi produk nutraseutikal bernilai komersial.

💡

Solusi yang Diberikan

Invensi menawarkan enzim protease fibrinolitik dari Bacillus tequilensis HSFI-5 yang diproduksi dan diproses menjadi ekstrak semipurifikasi, kemudian diformulasikan melalui teknologi mikroenkapsulasi menggunakan maltodekstrin sebagai bahan penyalut.  Secara sederhana, solusi ini bekerja melalui tiga tahapan: Bakteri laut → menghasilkan protease fibrinolitik → enzim diproses dan dimikroenkapsulasi → kandidat bahan aktif suplemen antitrombosis. Enzim fibrinolitik berperan sebagai komponen bioaktif yang mampu mendegradasi fibrin dalam pengujian laboratorium. Mikroenkapsulasi kemudian digunakan untuk membawa bahan aktif tersebut ke dalam bentuk yang lebih sesuai untuk pengembangan sediaan suplemen. Dengan demikian, invensi tidak berhenti pada penemuan mikroorganisme atau enzim, tetapi telah mengintegrasikan sumber bioaktif, produksi enzim, semipurifikasi, aktivitas fibrinolitik, dan formulasi mikroenkapsulasi menjadi satu platform teknologi.

Unique Value

1

Sumber bahan bioaktif laut yang unik

2

Aktivitas fibrinolitik dan trombolitik

3

Mikrokapsul enzim mudah diformulasi

4

Potensi substitusi impor nattokinase

Bentuk Komersialisasi

Lisensi
Kerja sama industri
Produksi Mandiri

Keunggulan Inovasi

Aktivitas kompetitif terhadap nattokinase: HSFI-5 menunjukkan rerata trombolisis 68,24% dibandingkan nattokinase 63,16% pada kondisi uji yang sama. Potensi substitusi impor: kandidat bahan fibrinolitik lokal sebagai alternatif bahan aktif sejenis dari luar negeri. Biodiversitas laut: berasal dari B. tequilensis HSFI-5 yang diisolasi dari teripang Holothuria scabra. Mikroenkapsulasi: bahan aktif telah diformulasikan sebagai mikrokapsul bersalut maltodekstrin, lebih dekat ke kebutuhan industri. Terlindungi KI: telah memperoleh paten sederhana, mendukung lisensi, co-development, scale-up, dan hilirisasi industri.

Tahap Penelitian Awal
Prototipe Awal
Uji Terbatas
Implementasi Awal
Siap Diterapkan Lebih Luas / Diproduksi Massal
Calon Pengguna

Calon Pengguna

industri suplemen kesehatan, nutraceutical, farmasi, pangan fungsional, dan produsen bahan aktif enzim.

Sektor/ Industri Terkait

bioteknologi, kesehatan, farmasi, nutraceutical, pangan fungsional, dan bioteknologi kelautan.

Industri Terkait
Potensi Inovasi

Potensi Inovasi

Ekonomi: berpotensi mendukung substitusi impor bahan fibrinolitik seperti nattokinase dan membuka peluang untuk produk bernilai tambah. Sosial: memperluas pilihan produk kesehatan berbasis riset dalam negeri. Lingkungan: memanfaatkan sumber daya hayati laut melalui proses bioteknologi.

Tantangan Implementasi

standardisasi aktivitas enzim antar-batch; optimasi proses produksi dan pemurnian pada skala lebih besar; peningkatan stabilitas mikrokapsul selama penyimpanan; penetapan spesifikasi bahan baku dan produk; evaluasi keamanan; penetapan dosis efektif; pembuktian efektivitas pada tingkat pra-klinis dan/atau klinis; pemenuhan persyaratan regulatori untuk kategori produk yang akan dipilih; perhitungan cost of goods untuk memastikan harga mampu bersaing dengan nattokinase; kesiapan proses produksi sesuai standar industri.

Tantangan Implementasi

🎬 Video Demonstrasi

🎥 Video demonstrasi belum tersedia
Download PDF