Inovasi ini merupakan mikrokapsul enzim fibrinolitik dari bakteri laut Bacillus tequilensis HSFI-5 yang dikembangkan sebagai bahan bioaktif untuk suplemen antitrombosis. Teknologi ini menjawab kebutuhan akan bahan aktif fibrinolitik lokal sebagai alternatif nattokinase. Enzim menunjukkan aktivitas trombolitik yang kompetitif dalam pengujian laboratorium, kemudian diformulasikan menggunakan teknologi mikroenkapsulasi bersalut maltodekstrin agar lebih siap dikembangkan menjadi produk suplemen. Inovasi ini berpotensi mendukung substitusi impor, hilirisasi bioteknologi kelautan, serta pengembangan produk nutraseutikal bernilai tambah.
Sumber bahan bioaktif laut yang unik
Aktivitas fibrinolitik dan trombolitik
Mikrokapsul enzim mudah diformulasi
Potensi substitusi impor nattokinase
Aktivitas kompetitif terhadap nattokinase: HSFI-5 menunjukkan rerata trombolisis 68,24% dibandingkan nattokinase 63,16% pada kondisi uji yang sama. Potensi substitusi impor: kandidat bahan fibrinolitik lokal sebagai alternatif bahan aktif sejenis dari luar negeri. Biodiversitas laut: berasal dari B. tequilensis HSFI-5 yang diisolasi dari teripang Holothuria scabra. Mikroenkapsulasi: bahan aktif telah diformulasikan sebagai mikrokapsul bersalut maltodekstrin, lebih dekat ke kebutuhan industri. Terlindungi KI: telah memperoleh paten sederhana, mendukung lisensi, co-development, scale-up, dan hilirisasi industri.
industri suplemen kesehatan, nutraceutical, farmasi, pangan fungsional, dan produsen bahan aktif enzim.
bioteknologi, kesehatan, farmasi, nutraceutical, pangan fungsional, dan bioteknologi kelautan.
Ekonomi: berpotensi mendukung substitusi impor bahan fibrinolitik seperti nattokinase dan membuka peluang untuk produk bernilai tambah. Sosial: memperluas pilihan produk kesehatan berbasis riset dalam negeri. Lingkungan: memanfaatkan sumber daya hayati laut melalui proses bioteknologi.
standardisasi aktivitas enzim antar-batch; optimasi proses produksi dan pemurnian pada skala lebih besar; peningkatan stabilitas mikrokapsul selama penyimpanan; penetapan spesifikasi bahan baku dan produk; evaluasi keamanan; penetapan dosis efektif; pembuktian efektivitas pada tingkat pra-klinis dan/atau klinis; pemenuhan persyaratan regulatori untuk kategori produk yang akan dipilih; perhitungan cost of goods untuk memastikan harga mampu bersaing dengan nattokinase; kesiapan proses produksi sesuai standar industri.