Gambar produk COLOVERA: Inovasi Shampoo Ball Berkelanjutan dari Ekstrak Sabut Kelapa (Cocos nucifera) dan Lidah Buaya (Aloe vera)
📂 Farmasi

COLOVERA: Inovasi Shampoo Ball Berkelanjutan dari Ekstrak Sabut Kelapa (Cocos nucifera) dan Lidah Buaya (Aloe vera)

👤 Pemegang: IPB University
No. Permohonan
S00202210031
No. Sertifikat
IDS000008673
Status Paten
(PA) Diberi Paten
Tingkat Kesiapan (TKT / TRL)
6
Bidang Khusus
🏷️ Kesehatan & Kosmetik Alami 🏷️ Green Tech
📝

Deskripsi Paten

Berdasarkan survei Jakpat 2023 terhadap 3041 responden, banyak masyarakat mengalami masalah rambut seperti rontok (64,7%), ketombe (44,3%), rambut kering dan kusam (30,8%), berminyak (26,1%), serta bercabang (18%). COLOVERA hadir sebagai inovasi sampo padat berbahan sabut kelapa dan lidah buaya untuk membantu mengatasi rambut rontok dan ketombe sekaligus merawat kesehatan kulit kepala. Produk ini memanfaatkan limbah sabut kelapa menjadi bahan bernilai ekonomi tinggi serta mendukung konsep ramah lingkungan. Dengan bentuk padat, anti tumpah, ringan, tanpa kemasan plastik berlebih, COLOVERA bersifat travel-friendly dan praktis. Inovasi ini menjawab kebutuhan pasar akan perawatan rambut alami yang efektif, ekonomis, dan berkelanjutan.

❓

Permasalahan

COLOVERA dikembangkan sebagai solusi atas meningkatnya masalah rambut rontok dan ketombe serta tingginya permintaan produk perawatan rambut berbahan alami. Di sisi lain, limbah sabut kelapa di Indonesia masih kurang dimanfaatkan dan bernilai ekonomi rendah, padahal berpotensi menjadi bahan baku bernilai tambah. Selain itu, penggunaan sampo cair masih menghasilkan limbah kemasan plastik dan kurang praktis untuk dibawa berpergian. COLOVERA memanfaatkan sabut kelapa dan lidah buaya menjadi sampo padat yang ramah lingkungan dengan menerapkan konsep zero waste, praktis digunakan, serta mendukung gaya hidup berkelanjutan dan ramah lingkungan.

💡

Solusi yang Diberikan

COLOVERA bekerja dengan memanfaatkan ekstrak sabut kelapa dan lidah buaya sebagai bahan aktif alami untuk membantu mengatasi rambut rontok dan ketombe. Senyawa bioaktif pada sabut kelapa, seperti flavonoid, alkaloid, dan tanin berpotensi menghambat pertumbuhan mikroorganisme penyebab ketombe, sementara lignin membantu menjaga kesehatan rambut. Lidah buaya melengkapi formulasi melalui sifat antiinflamasi serta kandungan nutrisi yang mendukung kesehatan kulit kepala dan menjaga folikel rambut. Selain memberikan manfaat perawatan rambut, COLOVERA menerapkan konsep ekonomi sirkular dengan mengolah limbah sabut kelapa menjadi sampo padat ramah lingkungan, sehingga mengurangi limbah plastik, serta mendukung gaya hidup berkelanjutan.

Unique Value

1

Solid shampoo and travel-friendly design

2

Upcycled product and natural ingredients

3

3-in-1 shampoo care solution

4

Eco friendly & zero waste packaging

5

Affordable sustainable product

Bentuk Komersialisasi

Lisensi
Kerja sama industri

Keunggulan Inovasi

COLOVERA memiliki keunggulan sebagai sampo padat non-SLS yang memanfaatkan bahan alami sabut kelapa dan lidah buaya dengan kemampuan 3-in-1, sehingga lebih aman untuk kulit kepala sensitif dan mendukung perawatan rambut rontok serta ketombe secara alami. Dibandingkan sampo cair konvensional, COLOVERA lebih praktis, tidak mudah tumpah, dan travel-friendly. Bentuknya yang padat mengurangi penggunaan kemasan plastik sehingga lebih ramah lingkungan. COLOVERA juga mengoptimalkan limbah sabut kelapa yang sebelumnya kurang dimanfaatkan menjadi bahan bernilai tambah. Dengan tren peningkatan minat terhadap produk non-SLS, COLOVERA hadir sebagai solusi yang lebih alami, praktis, dan berkelanjutan dibandingkan sampo cair konvensional.

Tahap Penelitian Awal
Prototipe Awal
Uji Terbatas
Implementasi Awal
Siap Diterapkan Lebih Luas / Diproduksi Massal
Calon Pengguna

Calon Pengguna

Calon pengguna (end-user) COLOVERA adalah konsumen yang memiliki gaya hidup aktif dan peduli kesehatan rambut serta lingkungan. Target utama meliputi traveler dan outdoor enthusiast yang membutuhkan produk praktis, ringan, dan tidak mudah tumpah saat bepergian. Selain itu, COLOVERA juga menyasar konsumen usia 18–45 tahun yang paling banyak mengalami masalah rambut seperti rontok dan ketombe, serta memiliki minat pada produk perawatan berbahan alami. Segmentasi lainnya adalah pengguna dengan eco-friendly lifestyle yang peduli terhadap isu lingkungan dan mengurangi penggunaan plastik sekali pakai. Produk ini juga relevan bagi industri pariwisata dan akomodasi yang membutuhkan produk personal care praktis dan ramah lingkungan bagi pelanggan.

Sektor/ Industri Terkait

COLOVERA beroperasi dalam sektor industri personal care (perawatan rambut) dengan fokus pada produk sampo padat berbahan alami. Inovasi ini juga terkait dengan industri green product dan sustainability karena memanfaatkan limbah sabut kelapa menjadi produk bernilai tambah serta mengurangi penggunaan plastik sekali pakai. COLOVERA juga masuk dalam industri manufaktur kosmetik, industri distribusi FMCG melalui marketplace, retail, reseller, serta sektor pariwisata dan hospitality melalui B2B (hotel, resort, eco-tourism). Dari sisi pengembangan, COLOVERA berkaitan dengan industri riset dan teknologi formulasi kosmetik serta BPOM. Dengan demikian, COLOVERA berada pada irisan industri personal care, green economy, dan circular economy.

Industri Terkait
Potensi Inovasi

Potensi Inovasi

COLOVERA memiliki dampak ekonomi dengan membuka peluang pemanfaatan limbah sabut kelapa menjadi produk bernilai tambah serta menciptakan potensi usaha baru di sektor personal care berbasis bahan alami. Secara sosial, inovasi ini meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap penggunaan produk ramah lingkungan dan mendukung gaya hidup sehat rambut serta eco-friendly lifestyle. Dari sisi lingkungan, COLOVERA mengurangi limbah plastik dari kemasan sampo cair dan memanfaatkan konsep zero waste melalui bentuk sampo padat. Selain itu, pemanfaatan bahan alami seperti sabut kelapa dan lidah buaya membantu mengurangi ketergantungan pada bahan kimia sintetis, sehingga lebih aman bagi pengguna dan berkontribusi pada keberlanjutan lingkungan.

Tantangan Implementasi

Tantangan implementasi COLOVERA meliputi edukasi pasar, konsistensi bahan baku, kepatuhan regulasi, dan persaingan industri. Konsumen masih memiliki persepsi bahwa sabut kelapa merupakan limbah yang kotor sehingga diperlukan edukasi mengenai manfaatnya sebagai bahan aktif alami melalui konsep 3-in-1 solution. Selain itu, kualitas sabut kelapa dan lidah buaya dipengaruhi musim serta lokasi budidaya, sehingga diperlukan standardisasi pemasok dan pengendalian mutu untuk menjaga konsistensi produk. Proses memperoleh izin edar BPOM juga membutuhkan waktu, biaya, dan pengujian yang ketat. Di sisi lain, COLOVERA harus bersaing dengan merek FMCG yang telah mapan melalui inovasi, keberlanjutan, dan diferensiasi produk ramah lingkungan.

Tantangan Implementasi

🎬 Video Demonstrasi

▶️ Tonton Video (Link Eksternal)

COLOVERA: Inovasi Shampoo Ball Berkelanjutan dari Ekstrak Sabut Kelapa (Cocos nucifera) dan Lidah Buaya (Aloe vera)

Dokumen Paten Download PDF