Inovasi berbasis bahan alam yang ditujukan untuk mengatasi xerostomia (mulut kering), salah satu efek samping paling sering dialami pasien radioterapi kepala dan leher. Solusi yang ditawarkan adalah formulasi suspensi Spirulina platensis yang kaya antioksidan untuk membantu melindungi kelenjar saliva dan mencegah penurunan sekresi air liur. Manfaatnya adalah menjaga kelembapan rongga mulut, meningkatkan kenyamanan pasien, serta berpotensi memperbaiki kualitas hidup selama menjalani radioterapi.
Spirulina alami kaya antioksidan
Mencegah penurunan sekresi saliva
Proteksi xerostomia akibat radioterapi
Formulasi suspensi praktis
erpotensi dikembangkan menjadi produk
Memiliki keunggulan karena bekerja mencegah terjadinya xerostomia, bukan hanya memberikan kelembapan sementara seperti saliva buatan atau pelembap mulut. Formulasi ini memanfaatkan Spirulina platensis yang kaya antioksidan alami untuk melindungi kelenjar saliva dari kerusakan akibat radioterapi sehingga fungsi produksi air liur tetap terjaga. Selain berbasis bahan alam, inovasi ini menggunakan formulasi suspensi yang praktis, berpotensi memiliki efek samping lebih rendah, serta dapat dikembangkan menjadi produk kesehatan preventif yang bernilai tambah dan mendukung pemanfaatan sumber daya hayati Indonesia.
Dokter onkologi radiasi. Dokter gigi rumah sakit (onkologi oral). Rumah sakit dan pusat layanan radioterapi. Instalasi farmasi sebagai penyedia sediaan pendukung terapi.
Sektor Kesehatan, dengan aplikasi pada industri farmasi, nutraseutikal, bioteknologi kesehatan, serta rumah sakit dan pusat layanan radioterapi.
erpotensi memberikan dampak ekonomi melalui pengembangan produk kesehatan berbasis Spirulina platensis yang bernilai tambah dan mendukung hilirisasi hasil riset. Dari sisi sosial, inovasi membantu mencegah xerostomia pada pasien radioterapi sehingga meningkatkan kenyamanan, kemampuan makan, berbicara, dan kualitas hidup. Dari aspek lingkungan, pemanfaatan Spirulina sebagai sumber daya hayati yang terbarukan mendukung pengembangan produk kesehatan berbasis bahan alam serta mengurangi ketergantungan pada bahan kimia sintetis.
Tantangan utama implementasi inovasi ini adalah proses hilirisasi dari hasil penelitian menjadi produk kesehatan yang dapat digunakan secara luas. Diperlukan uji praklinik dan uji klinis lanjutan untuk memastikan keamanan serta efektivitas pada manusia, disertai pemenuhan persyaratan regulasi dan perizinan. Selain itu, standardisasi kualitas bahan baku Spirulina platensis, konsistensi proses produksi, serta kemitraan dengan industri farmasi dan rumah sakit menjadi faktor penting agar inovasi dapat diproduksi dan diadopsi dalam layanan radioterapi.