Gambar produk Spirulina SalivaGuard: Inovasi Formulasi Alami untuk Mencegah Xerostomia Akibat Radioterapi Kepala dan Leher
📂 Farmasi

Spirulina SalivaGuard: Inovasi Formulasi Alami untuk Mencegah Xerostomia Akibat Radioterapi Kepala dan Leher

👤 Pemegang: Universitas Hang Tuah
No. Permohonan
S00202210042
No. Sertifikat
IDS000014400
Status Paten
(PA) Diberi Paten
Tingkat Kesiapan (TKT / TRL)
3
Bidang Khusus
🏷️ Kesehatan & Kosmetik Alami
📝

Deskripsi Paten

Inovasi berbasis bahan alam yang ditujukan untuk mengatasi xerostomia (mulut kering), salah satu efek samping paling sering dialami pasien radioterapi kepala dan leher. Solusi yang ditawarkan adalah formulasi suspensi Spirulina platensis yang kaya antioksidan untuk membantu melindungi kelenjar saliva dan mencegah penurunan sekresi air liur. Manfaatnya adalah menjaga kelembapan rongga mulut, meningkatkan kenyamanan pasien, serta berpotensi memperbaiki kualitas hidup selama menjalani radioterapi.

❓

Permasalahan

Radioterapi merupakan terapi utama pada kanker kepala dan leher, tetapi sinar radiasi tidak hanya menghancurkan sel kanker, melainkan juga merusak jaringan normal, terutama kelenjar saliva. Akibatnya, banyak pasien mengalami xerostomia (mulut kering) karena produksi air liur menurun secara signifikan. Kondisi xerostomia menimbulkan berbagai masalah lanjutan, seperti kesulitan mengunyah dan menelan, gangguan berbicara, perubahan pengecapan, mulut terasa nyeri, serta meningkatnya risiko karies, mukositis, periodontitis, hingga terganggunya penggunaan gigi tiruan. Dampak tersebut secara langsung menurunkan kualitas hidup pasien selama dan setelah radioterapi. Meskipun teknologi radioterapi modern telah berkembang, efek samping xerostomia masih sulit dicegah. Pilihan proteksi yang tersedia umumnya berbasis bahan kimia dan berpotensi menimbulkan efek samping, sehingga dibutuhkan alternatif preventif yang lebih aman, efektif, dan berbasis bahan alam untuk melindungi fungsi kelenjar saliva.

💡

Solusi yang Diberikan

menghadirkan formulasi suspensi Spirulina platensis sebagai solusi preventif untuk melindungi kelenjar saliva pada pasien yang menjalani radioterapi kepala dan leher. Berbeda dengan terapi yang hanya meredakan gejala mulut kering, inovasi ini bekerja pada penyebabnya, yaitu kerusakan jaringan kelenjar saliva akibat stres oksidatif yang ditimbulkan radiasi. Spirulina mengandung senyawa antioksidan alami seperti fikosianin, beta-karoten, vitamin, dan senyawa fenolik yang membantu melindungi sel-sel kelenjar saliva sehingga kemampuan memproduksi air liur tetap terjaga. Formulasi dibuat dalam bentuk suspensi oral yang praktis dan diberikan sebelum serta selama radioterapi sebagai upaya proteksi dini. Melalui pendekatan berbasis bahan alam, inovasi ini berpotensi mencegah penurunan sekresi saliva, mengurangi risiko xerostomia, meningkatkan kenyamanan pasien saat makan, menelan, dan berbicara, serta mendukung kualitas hidup selama menjalani terapi kanker.

Unique Value

1

Spirulina alami kaya antioksidan

2

Mencegah penurunan sekresi saliva

3

Proteksi xerostomia akibat radioterapi

4

Formulasi suspensi praktis

5

erpotensi dikembangkan menjadi produk

Bentuk Komersialisasi

Lisensi

Keunggulan Inovasi

Memiliki keunggulan karena bekerja mencegah terjadinya xerostomia, bukan hanya memberikan kelembapan sementara seperti saliva buatan atau pelembap mulut. Formulasi ini memanfaatkan Spirulina platensis yang kaya antioksidan alami untuk melindungi kelenjar saliva dari kerusakan akibat radioterapi sehingga fungsi produksi air liur tetap terjaga. Selain berbasis bahan alam, inovasi ini menggunakan formulasi suspensi yang praktis, berpotensi memiliki efek samping lebih rendah, serta dapat dikembangkan menjadi produk kesehatan preventif yang bernilai tambah dan mendukung pemanfaatan sumber daya hayati Indonesia.

Tahap Penelitian Awal
Prototipe Awal
Uji Terbatas
Implementasi Awal
Siap Diterapkan Lebih Luas / Diproduksi Massal
Calon Pengguna

Calon Pengguna

Dokter onkologi radiasi. Dokter gigi rumah sakit (onkologi oral). Rumah sakit dan pusat layanan radioterapi. Instalasi farmasi sebagai penyedia sediaan pendukung terapi.

Sektor/ Industri Terkait

Sektor Kesehatan, dengan aplikasi pada industri farmasi, nutraseutikal, bioteknologi kesehatan, serta rumah sakit dan pusat layanan radioterapi.

Industri Terkait
Potensi Inovasi

Potensi Inovasi

erpotensi memberikan dampak ekonomi melalui pengembangan produk kesehatan berbasis Spirulina platensis yang bernilai tambah dan mendukung hilirisasi hasil riset. Dari sisi sosial, inovasi membantu mencegah xerostomia pada pasien radioterapi sehingga meningkatkan kenyamanan, kemampuan makan, berbicara, dan kualitas hidup. Dari aspek lingkungan, pemanfaatan Spirulina sebagai sumber daya hayati yang terbarukan mendukung pengembangan produk kesehatan berbasis bahan alam serta mengurangi ketergantungan pada bahan kimia sintetis.

Tantangan Implementasi

Tantangan utama implementasi inovasi ini adalah proses hilirisasi dari hasil penelitian menjadi produk kesehatan yang dapat digunakan secara luas. Diperlukan uji praklinik dan uji klinis lanjutan untuk memastikan keamanan serta efektivitas pada manusia, disertai pemenuhan persyaratan regulasi dan perizinan. Selain itu, standardisasi kualitas bahan baku Spirulina platensis, konsistensi proses produksi, serta kemitraan dengan industri farmasi dan rumah sakit menjadi faktor penting agar inovasi dapat diproduksi dan diadopsi dalam layanan radioterapi.

Tantangan Implementasi

🎬 Video Demonstrasi

🎥 Video demonstrasi belum tersedia
Download PDF