Gambar produk Sistem Peringatan Dini Bencana Banjir Menggunakan Multi Sensor dengan Topologi Bintang
📂 Elektro

Sistem Peringatan Dini Bencana Banjir Menggunakan Multi Sensor dengan Topologi Bintang

👤 Pemegang: Politeknik Negeri Cilacap
No. Permohonan
S00202212254
No. Sertifikat
IDS000011108
Status Paten
(PA) Diberi Paten
Tingkat Kesiapan (TKT / TRL)
7
Bidang Khusus
🏷️ Digitalisasi & Smart Tech
📝

Deskripsi Paten

Inovasi ini menyelesaikan masalah ketergantungan sistem pemantauan banjir terdahulu yang mudah gagal jika salah satu alatnya rusak. Solusi yang ditawarkan adalah sistem peringatan dini banjir real-time dengan topologi bintang yang menghubungkan minimal tiga perangkat pemantauan. Parameter yang diukur sangat lengkap, meliputi jarak air sungai, curah hujan, cuaca, dan kecepatan angin. Informasi disebarkan secara ganda melalui situs web untuk memantau tren grafik data dan perangkat fisik (teks berjalan & alarm) langsung di pemukiman warga. Manfaatnya, data tetap diproses meski ada alat yang terganggu, sehingga masyarakat dan pemerintah lebih siap siaga menghadapi bencana.

❓

Permasalahan

Inovasi ini menyelesaikan masalah ketergantungan sistem pemantauan banjir terdahulu yang mudah gagal jika salah satu alatnya rusak. Solusi yang ditawarkan adalah sistem peringatan dini banjir real-time dengan topologi bintang yang menghubungkan minimal tiga perangkat pemantauan. Parameter yang diukur sangat lengkap, meliputi jarak air sungai, curah hujan, cuaca, dan kecepatan angin. Informasi disebarkan secara ganda melalui situs web untuk memantau tren grafik data dan perangkat fisik (teks berjalan & alarm) langsung di pemukiman warga. Manfaatnya, data tetap diproses meski ada alat yang terganggu, sehingga masyarakat dan pemerintah lebih siap siaga menghadapi bencana.

💡

Solusi yang Diberikan

Solusi dari inovasi ini berupa early warning system bencana banjir menggunakan multi sensor dan topologi bintang. Sistem menggunakan multi-sensor untuk memantau ketinggian air, curah hujan, suhu serta kelembaban untuk menghasilkan data pemantauan yang akurat. Tantangan blank spot internet di lokasi pemantauan diatasi dengan menerapkan topologi bintang. Titik yang tidak dijangkau sinyal seluler akan mengirimkan datanya ke titik terjangkau menggunakan teknologi LoRa, sehingga seluruh sistem tetap beroperasi andal meskipun salah satu titik mengalami masalah. Selanjutnya, inovasi ini mendistribusikan informasi dua arah demi mitigasi yang efektif. Di area pemukiman warga, perangkat menyediakan peringatan bahaya berupa alarm fisik dan papan teks berjalan untuk segera evakuasi. Sementara di sisi instansi, data dikirim secara real-time ke web dashboard berbasis GIS, memungkinkan BMKG, BPBD, dan SAR berkolaborasi memetakan dampak luasan banjir serta jalur evakuasi secara cepat dan tepat.

Unique Value

1

Robust Multi Node Star Topology

2

Comprehensive Multi-Sensor Monitoring

3

Integrated Dual-Channel Alert

Bentuk Komersialisasi

Kerja sama industri

Keunggulan Inovasi

Inovasi ini unggul dalam keandalan jaringan dan diseminasi data dua arah. Saat sistem lain hanya mengukur satu parameter, inovasi ini menggunakan multi-sensor yang mengintegrasikan data ketinggian air, curah hujan, suhu, dan kelembaban secara simultan demi validasi risiko banjir yang jauh lebih akurat. Masalah blank spot internet seluler berhasil diatasi melalui topologi bintang berbasis LoRa; titik terisolasi tetap andal mengirim data ke pusat pemantauan meskipun ada titik lain yang bermasalah. Selain itu, informasi disebarkan secara dua arah: memberikan peringatan instan lewat alarm fisik dan papan teks di pemukiman warga, sekaligus menyajikan visualisasi real-time via web dashboard GIS untuk koordinasi taktis BPBD, BMKG, dan SAR.

Tahap Penelitian Awal
Prototipe Awal
Uji Terbatas
Implementasi Awal
Siap Diterapkan Lebih Luas / Diproduksi Massal
Calon Pengguna

Calon Pengguna

Calon pengguna utama inovasi ini mencakup warga pemukiman dan lembaga publik yang terlibat dalam mitigasi banjir. Di garis depan, masyarakat di daerah rawan bertindak sebagai end user yang memanfaatkan alarm fisik dan papan teks berjalan untuk melakukan evakuasi mandiri secara cepat. Sementara itu, otoritas seperti BPBD dan Kantor SAR bertindak sebagai pengguna operasional yang mengakses web dashboard GIS untuk memantau data sensor secara spasial, memvalidasi titik rawan, serta mengoordinasikan rute evakuasi dan logistik. Selain itu, BMKG juga menjadi pengguna data sekunder untuk menyinkronkan data curah hujan dan parameter lingkungan demi validasi cuaca ekstrem yang lebih akurat.

Sektor/ Industri Terkait

plikasi inovasi ini bersinggungan erat dengan Sektor Pemerintahan, khususnya sub-sektor Manajemen Risiko Bencana dan Pertahanan Sipil (BPBD dan SAR) untuk melindungi infrastruktur publik. Industri komersial yang sangat membutuhkan EWS ini adalah Industri Logistik, Transportasi, dan Jalan Tol guna memantau keamanan jalur distribusi secara real-time. Selain itu, sistem ini diperlukan oleh Industri Pengelola Utilitas (listrik dan telekomunikasi) untuk memitigasi kerusakan aset gardu/menara, serta Industri Pertanian Skala Besar demi mengantisipasi gagal panen akibat luapan sungai.

Industri Terkait
Potensi Inovasi

Potensi Inovasi

Inovasi ini membawa dampak masif pada aspek sosial, ekonomi, dan lingkungan. Secara sosial, sistem mampu menyelamatkan nyawa lewat diseminasi peringatan dini dua arah. Dari sisi ekonomi, EWS menekan kerugian material aset publik dan melindungi operasional industri logistik, transportasi, serta pertanian dari risiko banjir luapan sungai. Integrasi data real-time membantu pengelola utilitas memitigasi kerusakan infrastruktur gardu, sedangkan keterlibatan UMKM lokal dalam jejaring logistik darurat ikut menjaga stabilitas ekonomi daerah saat krisis. Pada aspek lingkungan, data hidrologi berkelanjutan menyediakan basis data ilmiah krusial bagi pengelolaan kawasan pesisir berbasis ketahanan ekologi.

Tantangan Implementasi

Tantangan utama inovasi ini terletak pada aspek teknis, operasional, dan regulasi di lapangan. Secara teknis, interkoneksi multi-sensor dan jaringan LoRa pada topologi bintang membutuhkan sinkronisasi konstan dan perhitungan delta time yang presisi agar data tetap akurat. Secara operasional, pemeliharaan berkala infrastruktur fisik—seperti modul alarm di pemukiman dan sensor di area hulu—memerlukan komitmen logistik yang kuat dari instansi terkait saat cuaca ekstrem. Terakhir, integrasi data real-time lintas sektoral menuntut standarisasi format data yang ketat agar visualisasi pada web dashboard GIS dapat diakses secara mulus dan cepat oleh BPBD, BMKG, dan SAR untuk koordinasi taktis.

Tantangan Implementasi

🎬 Video Demonstrasi

Sistem Peringatan Dini Bencana Banjir Menggunakan Multi Sensor dengan Topologi Bintang

Dokumen Paten Download PDF