Gambar produk HAND SANITIZER NON ALKOHOL BERBAHAN DASAR EKSTRAK  ETANOL KULIT NANAS DAN EKSTRAK ETANOL SERAI WANGI
📂 Farmasi

HAND SANITIZER NON ALKOHOL BERBAHAN DASAR EKSTRAK ETANOL KULIT NANAS DAN EKSTRAK ETANOL SERAI WANGI

👤 Pemegang: Universitas Riau
No. Permohonan
S00202212820
No. Sertifikat
IDS000008924
Status Paten
(PA) Diberi Paten
Tingkat Kesiapan (TKT / TRL)
3
Bidang Khusus
🏷️ Kesehatan & Kosmetik Alami 🏷️ Green Tech
📝

Deskripsi Paten

Inovasi ini berupa formulasi hand sanitizer non alkohol yang menggunakan kombinasi ekstrak etanol kulit nanas dan ekstrak etanol serai wangi sebagai bahan utama. Pengembangan inovasi didasarkan pada pemanfaatan sumber daya lokal serta peningkatan nilai tambah limbah agroindustri yang selama ini belum dimanfaatkan secara optimal. Formulasi ini menawarkan pendekatan berbasis bahan alami untuk pengembangan produk hand sanitizer non alkohol yang selaras dengan tren produk personal care ramah lingkungan. Dengan ketersediaan bahan baku yang relatif melimpah dan proses formulasi yang sederhana, inovasi ini memiliki peluang untuk dikembangkan lebih lanjut menuju skala produksi dan komersialisasi

❓

Permasalahan

Menjaga kebersihan tangan merupakan salah satu langkah penting dalam mencegah penyebaran penyakit infeksi. Seiring meningkatnya kebutuhan masyarakat akan produk yang praktis, penggunaan hand sanitizer semakin luas. Namun, sebagian besar hand sanitizer yang tersedia masih menggunakan alkohol sebagai bahan aktif yang pada penggunaan tertentu dapat menyebabkan kulit terasa kering atau iritasi serta memiliki sifat mudah terbakar. Di sisi lain, limbah kulit nanas masih belum dimanfaatkan secara optimal, padahal mengandung senyawa bioaktif yang berpotensi dimanfaatkan sebagai bahan alami. Serai wangi juga dikenal mengandung komponen fitokimia yang banyak dimanfaatkan dalam berbagai produk berbasis bahan alam. Kondisi tersebut mendorong pengembangan formulasi hand sanitizer non alkohol berbasis ekstrak etanol kulit nanas dan ekstrak etanol serai wangi sebagai alternatif yang memanfaatkan sumber daya lokal sekaligus meningkatkan nilai tambah limbah agroindustri.

💡

Solusi yang Diberikan

Inovasi ini menawarkan formulasi hand sanitizer non alkohol dengan memanfaatkan kombinasi ekstrak etanol kulit nanas dan ekstrak etanol serai wangi sebagai bahan aktif alami. Kulit nanas dimanfaatkan sebagai sumber senyawa bioaktif, sekaligus meningkatkan nilai tambah limbah agroindustri yang selama ini belum dimanfaatkan secara optimal. Serai wangi melengkapi formulasi melalui kandungan fitokimia yang dimilikinya. Kedua ekstrak diformulasikan dalam bentuk gel menggunakan bahan pendukung yang menghasilkan sediaan homogen dan mudah diaplikasikan pada tangan. Pendekatan ini menghasilkan formulasi hand sanitizer non alkohol berbasis bahan alami yang memanfaatkan sumber daya lokal, mendukung pengembangan produk yang lebih ramah lingkungan, serta memiliki potensi untuk dikembangkan lebih lanjut menuju skala produksi dan komersialisasi.

Unique Value

1

Formulasi Berbasis Bahan Alami

2

Pemanfaatan Limbah Agroindustri

3

Mendukung Produk Berkelanjutan

4

Potensi Pengembangan Produk

5

Nilai Tambah Komoditas Lokal

Bentuk Komersialisasi

Kerja sama industri

Keunggulan Inovasi

Keunggulan invensi ini terletak pada formulasi hand sanitizer non alkohol yang mengombinasikan ekstrak etanol kulit nanas dan ekstrak etanol serai wangi sebagai bahan aktif alami. Inovasi ini memanfaatkan limbah kulit nanas yang bernilai tambah serta serai wangi sebagai sumber bahan baku lokal dalam satu formulasi. Selain mendukung pemanfaatan sumber daya terbarukan, formulasi ini dirancang menggunakan bahan baku yang relatif mudah diperoleh sehingga memiliki potensi untuk dikembangkan sebagai produk personal care berbasis bahan alami.

Tahap Penelitian Awal
Prototipe Awal
Uji Terbatas
Implementasi Awal
Siap Diterapkan Lebih Luas / Diproduksi Massal
Calon Pengguna

Calon Pengguna

Calon pengguna inovasi ini meliputi masyarakat umum yang membutuhkan produk pembersih tangan berbasis bahan alami, institusi pendidikan, perkantoran, fasilitas pelayanan kesehatan non-klinis, serta pelaku usaha yang memerlukan produk kebersihan tangan untuk mendukung aktivitas sehari-hari. Selain itu, inovasi ini berpotensi dimanfaatkan oleh industri kosmetik dan personal care sebagai dasar pengembangan produk hand sanitizer non alkohol berbasis bahan alami yang memanfaatkan sumber daya lokal dan limbah agroindustri.

Sektor/ Industri Terkait

Inovasi ini berpotensi diaplikasikan pada industri kosmetik dan personal care, khususnya dalam pengembangan produk hand sanitizer non alkohol berbasis bahan alami. Selain itu, inovasi juga relevan bagi industri produk kesehatan rumah tangga, industri berbasis bahan alam, serta agroindustri yang mengembangkan produk bernilai tambah dari hasil samping pertanian. Kolaborasi dengan industri tersebut dapat mendukung pengembangan formulasi, peningkatan skala produksi, serta hilirisasi inovasi menuju produk yang siap dipasarkan.

Industri Terkait
Potensi Inovasi

Potensi Inovasi

Inovasi ini berpotensi memberikan dampak pada berbagai aspek. Dari sisi ekonomi, inovasi dapat meningkatkan nilai tambah limbah kulit nanas, membuka peluang pengembangan produk berbasis bahan alami, serta mendukung pemanfaatan komoditas lokal. Dari sisi sosial, inovasi dapat mendorong pemanfaatan hasil penelitian untuk menghasilkan alternatif produk kebersihan tangan berbasis sumber daya lokal. Dari sisi lingkungan, pemanfaatan limbah kulit nanas sebagai bahan baku dapat mendukung pengurangan limbah agroindustri serta penerapan konsep ekonomi sirkular dan pemanfaatan sumber daya yang lebih berkelanjutan.

Tantangan Implementasi

Tantangan utama implementasi inovasi ini adalah penyempurnaan formulasi agar memiliki stabilitas dan karakteristik fisik yang sesuai untuk penyimpanan serta penggunaan jangka panjang. Selain itu, masih diperlukan pengujian lanjutan untuk mengevaluasi aspek keamanan dan performa produk sesuai ketentuan yang berlaku. Standardisasi mutu bahan baku alami juga menjadi tantangan mengingat variasi kandungan senyawa bioaktif dipengaruhi oleh kondisi bahan baku. Tahapan tersebut perlu didukung dengan pengembangan skala produksi dan proses hilirisasi bersama mitra industri.

Tantangan Implementasi

🎬 Video Demonstrasi

🎥 Video demonstrasi belum tersedia
Dokumen Paten Download PDF