Inovasi ini berupa formulasi hand sanitizer non alkohol yang menggunakan kombinasi ekstrak etanol kulit nanas dan ekstrak etanol serai wangi sebagai bahan utama. Pengembangan inovasi didasarkan pada pemanfaatan sumber daya lokal serta peningkatan nilai tambah limbah agroindustri yang selama ini belum dimanfaatkan secara optimal. Formulasi ini menawarkan pendekatan berbasis bahan alami untuk pengembangan produk hand sanitizer non alkohol yang selaras dengan tren produk personal care ramah lingkungan. Dengan ketersediaan bahan baku yang relatif melimpah dan proses formulasi yang sederhana, inovasi ini memiliki peluang untuk dikembangkan lebih lanjut menuju skala produksi dan komersialisasi
Formulasi Berbasis Bahan Alami
Pemanfaatan Limbah Agroindustri
Mendukung Produk Berkelanjutan
Potensi Pengembangan Produk
Nilai Tambah Komoditas Lokal
Keunggulan invensi ini terletak pada formulasi hand sanitizer non alkohol yang mengombinasikan ekstrak etanol kulit nanas dan ekstrak etanol serai wangi sebagai bahan aktif alami. Inovasi ini memanfaatkan limbah kulit nanas yang bernilai tambah serta serai wangi sebagai sumber bahan baku lokal dalam satu formulasi. Selain mendukung pemanfaatan sumber daya terbarukan, formulasi ini dirancang menggunakan bahan baku yang relatif mudah diperoleh sehingga memiliki potensi untuk dikembangkan sebagai produk personal care berbasis bahan alami.
Calon pengguna inovasi ini meliputi masyarakat umum yang membutuhkan produk pembersih tangan berbasis bahan alami, institusi pendidikan, perkantoran, fasilitas pelayanan kesehatan non-klinis, serta pelaku usaha yang memerlukan produk kebersihan tangan untuk mendukung aktivitas sehari-hari. Selain itu, inovasi ini berpotensi dimanfaatkan oleh industri kosmetik dan personal care sebagai dasar pengembangan produk hand sanitizer non alkohol berbasis bahan alami yang memanfaatkan sumber daya lokal dan limbah agroindustri.
Inovasi ini berpotensi diaplikasikan pada industri kosmetik dan personal care, khususnya dalam pengembangan produk hand sanitizer non alkohol berbasis bahan alami. Selain itu, inovasi juga relevan bagi industri produk kesehatan rumah tangga, industri berbasis bahan alam, serta agroindustri yang mengembangkan produk bernilai tambah dari hasil samping pertanian. Kolaborasi dengan industri tersebut dapat mendukung pengembangan formulasi, peningkatan skala produksi, serta hilirisasi inovasi menuju produk yang siap dipasarkan.
Inovasi ini berpotensi memberikan dampak pada berbagai aspek. Dari sisi ekonomi, inovasi dapat meningkatkan nilai tambah limbah kulit nanas, membuka peluang pengembangan produk berbasis bahan alami, serta mendukung pemanfaatan komoditas lokal. Dari sisi sosial, inovasi dapat mendorong pemanfaatan hasil penelitian untuk menghasilkan alternatif produk kebersihan tangan berbasis sumber daya lokal. Dari sisi lingkungan, pemanfaatan limbah kulit nanas sebagai bahan baku dapat mendukung pengurangan limbah agroindustri serta penerapan konsep ekonomi sirkular dan pemanfaatan sumber daya yang lebih berkelanjutan.
Tantangan utama implementasi inovasi ini adalah penyempurnaan formulasi agar memiliki stabilitas dan karakteristik fisik yang sesuai untuk penyimpanan serta penggunaan jangka panjang. Selain itu, masih diperlukan pengujian lanjutan untuk mengevaluasi aspek keamanan dan performa produk sesuai ketentuan yang berlaku. Standardisasi mutu bahan baku alami juga menjadi tantangan mengingat variasi kandungan senyawa bioaktif dipengaruhi oleh kondisi bahan baku. Tahapan tersebut perlu didukung dengan pengembangan skala produksi dan proses hilirisasi bersama mitra industri.