Antioksidan sintetik BHA umum untuk mencegah rusak oksidatif pangan berminyak. Penggunaannya masih menimbulkan keraguan akan dampak kesehatan. Oleh sebab itu perlu solusi antioksidan pengganti BHA yang lebih aman. Ekstrak biji duwet (EBD) kaya senyawa fenolik yang bersifat antioksidan kuat pada uji RSA-DPPH dan uji mereduksi ion feri (FRAP). EBD dapat diaplikasikan pada pangan berminyak pH 6-9. Pangan semi basah sesuai untuk aplikasinya. EBD tahan proses termal suhu 110oC/10 menit, irradiasi-Gamma sampai dosis 12,5 kGy dengan nilai EC50 rentang 100-150 ppm. Aplikasi EBD sebesar 800-1000 ppm setara dengan BHT 200 ppm untuk penghambatan kerusakan oksidasi.
Natural Antioxidants, renewable, Safely
Stabil terhadap proses termal
Aplikasi EBD pada derajat keasaman lebar
antioksidan alami, stabil pada proses termal dan iradiasi, aplikasi pada rentang keasaman yang luas (pH 6-9)
Konsumen perorangan dalam bentuk kapsul, sebagai suplemen, industri makanan, industri bahan tambahan pangan
industri pangan fungsional (suplemen), industri bahan tambahan pangan, industri makanan
Secara ekonomi akan menumbuhkan sektor budidaya (on farm) tanaman Duwet yang mulai langka, petani menerima pendapatan, menumbuhkan sektor industri yang memanfaatkan buah duwet, menggiatkan konservasi tanaman
Saat ini tanaman duwet mulai langka, kalah bersaing dengan jenis tanaman keras yang memberikan nilai ekonomi lebih. Masyarakat masih awam akan manfaat buah dan biji duwet sebagai produk industri yang bernilai ekonomi tinggi. Panen buah duwet bersifat musiman, 1x panen setiap tahun, mudah rusak dan industri pendukung (makanan dan minuman) yang memanfaatkan buah duwet belum mendukung