Gambar produk Virtual Reality Parapodium (VRP) Inovasi Pengembangan Parapodium untuk Mendukung Percepatan Rehabilitasi Strokeembangan Parapodium untuk Mendukung Percepatan Rehabilitasi Stroke
📂 Elektro

Virtual Reality Parapodium (VRP) Inovasi Pengembangan Parapodium untuk Mendukung Percepatan Rehabilitasi Strokeembangan Parapodium untuk Mendukung Percepatan Rehabilitasi Stroke

👤 Pemegang: Universitas Negeri Yogyakarta
No. Permohonan
S00202215062
No. Sertifikat
IDS000010202
Status Paten
(PA) Diberi Paten
Tingkat Kesiapan (TKT / TRL)
7
Bidang Khusus
🏷️ Digitalisasi & Smart Tech 🏷️ Kesehatan & Kosmetik Alami
📝

Deskripsi Paten

Virtual Reality Parapodium (VRP) hadir mengatasi kejenuhan pasien lumpuh /pasca-stroke saat terapi fisik konvensional yang monoton. Masalah ini sering memicu stres dan membuat pasien malas berlatih, sehingga pemulihan motorik menjadi lambat. Sebagai solusi, VRP memadukan alat bantu jalan mekanis dengan kacamata Virtual Reality (VR) dan sensor kesehatan berbasis internet (IoT). Saat pasien bergerak, lingkungan virtual ikut bereaksi menciptakan sensasi berjalan-jalan yang seru di pantai atau hutan. Manfaatnya, motivasi pasien meningkat karena terapi terasa seperti bermain game. Selain aman dengan pelindung ganda, kondisi jantung, otot, dan suhu tubuh pasien bisa dipantau tim medis secara akurat dari jauh.

❓

Permasalahan

Penyakit stroke merupakan salah satu penyebab utama kelumpuhan di Indonesia. Untuk memulihkan kemampuan berjalan, pasien wajib menjalani latihan fisik secara intensif, konsisten, dan berulang-ulang menggunakan alat penopang seperti parapodium. Namun, proses terapi konvensional ini memiliki tantangan besar, yaitu gerakannya yang sangat monoton, statis, dan menjemukan. Kondisi tersebut sering kali memicu kejenuhan, frustrasi, hingga depresi pada pasien. Akibatnya, motivasi pasien untuk rutin berlatih menurun drastis, yang pada akhirnya membuat proses pemulihan motorik menjadi sangat lambat dan tidak optimal. Di sisi lain, alat terapi yang ada saat ini belum mampu merekam perkembangan kondisi fisik pasien secara otomatis. Tim medis atau keluarga kesulitan memantau intensitas kontraksi otot dan kondisi jantung pasien saat latihan secara akurat dan real-time, sehingga evaluasi perkembangan terapi masih dilakukan secara manual dan subjektif.

💡

Solusi yang Diberikan

Inovasi Virtual Reality Parapodium (VRP) mengintegrasikan mekanik alat bantu jalan (parapodium) dengan teknologi Virtual Reality (VR) dan Internet of Things (IoT). Cara kerja solusi ini dimulai ketika pasien berdiri menggunakan rangka VRP yang dilengkapi pengaman ganda. Saat pasien menggerakkan tuas pegangan tangan, sensor mekanis akan menangkap gerakan tersebut dan langsung menyinkronkannya dengan tampilan di kacamata VR. Pasien akan merasakan sensasi berjalan yang nyata di dalam dunia virtual dengan pilihan suasana alam yang menyegarkan (pantai, hutan, atau gua), baik dalam mode bebas maupun mode target berbasis skor. Bersamaan dengan itu, sensor medis (ECG, EMG, dan suhu tubuh) yang terpasang pada pasien akan merekam data kondisi fisik secara otomatis. Melalui protokol MQTT yang kebal gangguan sinyal, data ini dikirim secara real-time ke server internet untuk ditampilkan pada aplikasi website.

Unique Value

1

Terapi Fisik & Dunia Virtual Interaktif

2

Pantau Kesehatan Otomatis Berbasis IoT

3

Rangka Baja Kuat dengan Pengaman Ganda

4

Mode Latihan Bebas & Target yang Seru

Bentuk Komersialisasi

Kerja sama industri

Keunggulan Inovasi

Dibandingkan dengan produk konvensional, keunggulan utama VRP terletak pada pendekatan terapi yang holistik dan interaktif. Parapodium biasa di pasar hanya fokus pada aspek mekanis statis yang sering memicu kejenuhan dan menurunkan motivasi pasien. Sementara itu, VRP mendobrak keterbatasan tersebut dengan mengintegrasikan teknologi Virtual Reality yang adaptif, mengubah latihan jalan yang monoton menjadi simulasi permainan imersif yang menyenangkan. Selain itu, jika produk yang ada saat ini belum mampu merekam data medis pasien saat latihan, VRP sudah dilengkapi sistem pemantauan berbasis IoT secara real-time. Tim medis dapat memantau detak jantung, kondisi otot, dan suhu tubuh secara akurat dari jarak jauh melalui website yang aman.

Tahap Penelitian Awal
Prototipe Awal
Uji Terbatas
Implementasi Awal
Siap Diterapkan Lebih Luas / Diproduksi Massal
Calon Pengguna

Calon Pengguna

Calon pengguna atau end-user utama dari inovasi Virtual Reality Parapodium (VRP) ini berfokus pada dua kelompok masyarakat yang membutuhkan pemulihan mobilitas fisik secara intensif. Pertama adalah pasien pasca-stroke yang mengalami kelumpuhan atau kelemahan fungsi gerak pada anggota tubuh bagian bawah (stroke paralysis). Kelompok ini memerlukan latihan melangkah yang konsisten dan terukur untuk merangsang kembali fungsi motorik kaki mereka. Kedua adalah penderita paraplegia (disabilitas lumpuh kaki) yang memerlukan alat bantu mekanis yang aman untuk menyokong tubuh mereka agar dapat berdiri tegak, melangkah, dan bergerak secara mandiri dengan aman melalui dukungan fitur Double Safety yang fleksibel.

Sektor/ Industri Terkait

Sektor atau industri yang terkait dengan aplikasi inovasi Virtual Reality Parapodium (VRP) ini meliputi: Sektor Layanan Kesehatan & Medis: Terutama rumah sakit, klinik rehabilitasi medis (stroke paralysis rehabilitation), serta pusat fisioterapi dan ortotik-prostetik sebagai penyedia jasa pemulihan gerak tubuh. Industri Alat Kesehatan Dalam Negeri: Produsen dan distributor alkes yang berfokus pada kemandirian nasional serta program substitusi impor peralatan medis. Industri Teknologi Informasi & Digital: Pengembang perangkat lunak (VR developer) untuk memperbarui lingkungan virtual, serta penyedia infrastruktur cloud computing dan arsitektur IoT berbasis protokol MQTT untuk layanan tele-rehabilitation.

Industri Terkait
Potensi Inovasi

Potensi Inovasi

Dampak Sosial: Meningkatkan kemandirian dan kualitas hidup pasien pasca-stroke atau disabilitas. Terapi virtual yang interaktif menjaga kesehatan mental dari stres dan kejenuhan, sekaligus mempercepat pemulihan motorik agar pasien kembali beraktivitas di masyarakat. Dampak Ekonomi: Mendukung kemandirian nasional lewat substitusi impor alat kesehatan karena diproduksi di dalam negeri. Bagi pasien, fitur pemantauan jarak jauh (tele-rehabilitation) memangkas biaya transportasi logistik ke rumah sakit. Dampak Lingkungan: Menggunakan Baja Stainless yang awet dan dapat didaur ulang. Sistem rekam medis digital berbasis cloud juga meminimalkan limbah kertas.

Tantangan Implementasi

Adaptasi Teknologi Pasien: Pasien lansia pasca-stroke sering kali gagap teknologi atau mengalami disorientasi (mabuk darat/motion sickness) saat pertama kali menggunakan kacamata VR. Infrastruktur Internet: Fitur pemantauan jarak jauh (tele-rehabilitation) berbasis IoT sangat bergantung pada stabilitas jaringan internet, yang kualitasnya belum merata di seluruh wilayah Indonesia. Sertifikasi & Regulasi Medis: Proses birokrasi uji klinis dan pengurusan izin edar alat kesehatan dari Kementerian Kesehatan membutuhkan waktu lama dan biaya yang tidak sedikit sebelum bisa diproduksi massal.

Tantangan Implementasi

🎬 Video Demonstrasi

Virtual Reality Parapodium (VRP) Inovasi Pengembangan Parapodium untuk Mendukung Percepatan Rehabilitasi Strokeembangan Parapodium untuk Mendukung Percepatan Rehabilitasi Stroke

Dokumen Paten Download PDF