Indonesia merupakan salah satu negara dengan tingkat konsumsi mie yang tinggi, namun sebagian besar produk mie masih berbasis tepung terigu impor. Di sisi lain, tren konsumsi pangan sehat dan bebas gluten terus meningkat sehingga membuka peluang pengembangan mie berbasis bahan pangan lokal dengan nilai tambah yang lebih tinggi. Potensi tepung mocaf sebagai hasil fermentasi ubi kayu merupakan salah satu bahan utama yang dapat dikembangkan menjadi produk mie siap seduh bebas gluten. Difortifikasi dengan tepung tempe dan daun kelor serta didukung dengan proses pembuatan yang melalui proses panggang menjadikan produk yang dihasilkan bernilai gizi, kaya serat dan rendah lemak sehingga aman dikonsumsi segala usia.
Berbahan pangan lokal bebas gluten
Praktis dalam penyajian
Kandungan protein setara mie gluten
Kaya serat dan rendah lemak
MOMIE PLUS memiliki beberapa keunggulan dibanding mie siap seduh yang beredar di pasaran, yaitu: bebas gluten, kaya serat (>9%), rendah lemak (<1%), mengandung protein setara dengan mie berbasis terigu (7 -7.7%)
MOMIE PLUS dapat dikonsumsi segala usia mulai dari anak-anak hingga dewasa. Aman dikonsumsi penderita autis dan penderita penyakit degeneratif
Aplikasi inovasi produk MOMIE PLUS diharapkan dapat dikembangkan di Industri Makanan Sehat “Healthy Food”
Dampak dengan adanya produk MOMIE PLUS adalah terjadi peningkatan nilai tambah bahan pangan lokal ubi kayu, sagu, kedelai lokal, dan daun kelor, yang berati akan meningkatan pendapatan petani lokal setempat. Produk yang dihasilkan ramah lingkungan karena tidak mengandung bahan pengawet dan pewarna. Formulasi bahan, proses pembuatan dan kandungan gizi produk menjadikan produk MOMIE PLUS dapat aman dikonsumsi oleh seluruh lapisan masyarakat.
Tantangan implementasi MOMIE PLUS adalah ketersediaan bahan baku ubi kayu yang cukup melimpah sebagai bahan utama pembuatan tepung mocaf. Disamping itu diperlukan kesadaran masyarakat untuk konsumsi makanan sehat berbasis pangan lokal