Infeksi bakteri seperti E. coli mudah menyebar lewat tangan, sementara sabun antiseptik kimia kerap memicu iritasi dan potensi herbal lokal belum banyak dimanfaatkan. KETACLEAN menjawabnya dengan menambahkan serbuk daun ketepeng (Cassia alata) ke dalam sabun cair berbahan minyak kelapa murni. Berbeda dari produk herbal umumnya yang memakai ekstrak, pemakaian serbuk membuat produksi lebih sederhana, cepat, dan murah. Hasilnya: sabun antiseptik alami yang terbukti menghambat bakteri (zona hambat 4 mm), aman di kulit (pH & alkali sesuai SNI, nol iritasi), sekaligus memanfaatkan bahan lokal yang melimpah — solusi kebersihan yang sehat, ramah lingkungan, dan bernilai komersial tinggi.
Antiseptik Alami
Aman & Sesuai SNI
Produksi Lebih Hemat
Bahan Lokal & Orisinal
Selaras Tren Pasar
Daun ketepeng belum pernah digunakan sebagai bahan tambahan pada sabun herbal, padahal secara tradisional dapat digunakan sebagai obat alami untuk penyakit kulit. Daun ketepeng tersedia cukup banyak sebagai tanaman liar, dan serbuk daun ketepeng memiliki sifat antiseptik alami. Penambahan bahan herbal dalam bentuk serbuk memiliki efektivitas yang sama dengan bentuk ekstrak, namun serbuk memiliki proses yang lebih sederhana dan hemat.
Rumah tangga dan ritel personal care - sabun cuci tangan, fasilitas kesehatan - klinik, puskesmas, layanan higiene, industri pangan dan jasa boga - sanitasi tangan area produksi
Produksi mandiri dan UMKM di bidang kosmetik dan personal care, farmasi herbal, FMCG, dan kesehatan, khususnya yang memproduksi sabun mandi maupun handwash
Ekonomi - Hilirisasi & nilai tambah daun ketepeng lokal, Sosial - Antiseptik aman & terjangkau bagi masyarakat, Lingkungan - Bahan alami, mengurangi zat kimia sintetik.
Baru dilakukan validasi di laboratorium, sehingga menjadi tantangan tersendiri jika diproduksi secara industri maupun UMKM, selain itu, formulasi sabun yang digunakan tanpa tambahan bahan selain basic pembuatan sabun mandi cair.
Sabun KETACLEAN — Antiseptik Alami dari Daun Ketepeng untuk Kulit Sehat