Gambar produk NanoSonik Fertilizer: Pupuk Cair Nano Berbasis Limbah Organik dengan Teknologi Ultrasonik

NanoSonik Fertilizer: Pupuk Cair Nano Berbasis Limbah Organik dengan Teknologi Ultrasonik

👤 Pemegang: Universitas Brawijaya
No. Permohonan
S00202301224
No. Sertifikat
IDS000011039
Status Paten
(PA) Diberi Paten
Tingkat Kesiapan (TKT / TRL)
5
Bidang Khusus
🏷️ Pertanian 🏷️ Green Tech
📝

Deskripsi Paten

NanoSonik Fertilizer adalah pupuk cair nano berbasis limbah organik yang diproses dengan teknologi sonikasi ultrasonik. Inovasi ini menjawab dua masalah utama, yaitu meningkatnya limbah organik dan rendahnya efisiensi pemupukan konvensional. Gelombang ultrasonik menghasilkan kavitasi yang memecah partikel pupuk menjadi ukuran nano sehingga permukaan kontak hara meningkat dan penyerapan oleh tanaman berpotensi lebih efisien. Data awal menunjukkan ukuran partikel dapat turun dari 515,9–987,5 nm menjadi 63,3–97,8 nm setelah sonikasi. Teknologi ini bernilai komersial untuk industri pupuk, kelompok tani, BUMDes, greenhouse, dan pertanian presisi.

❓

Permasalahan

Penggunaan pupuk konvensional pada sistem pertanian masih memiliki efisiensi rendah, sehingga sebagian unsur hara tidak terserap tanaman dan berpotensi menjadi residu yang mencemari tanah maupun air. Di sisi lain, limbah organik rumah tangga, pertanian, dan industri pangan terus meningkat, tetapi belum banyak diolah menjadi produk bernilai ekonomi tinggi. Tantangan lain adalah keterbatasan teknologi produksi pupuk nano yang sederhana, cepat, terkontrol, dan dapat dikembangkan untuk skala industri maupun kelompok tani. Oleh karena itu, dibutuhkan inovasi pupuk cair nano yang mampu meningkatkan efisiensi pemupukan sekaligus mendukung pengelolaan limbah organik dan pertanian sirkular.

💡

Solusi yang Diberikan

NanoSonik Fertilizer menawarkan solusi berupa pupuk cair nano berbasis limbah organik yang diproses menggunakan teknologi sonikasi ultrasonik. Gelombang ultrasonik menghasilkan efek kavitasi, yaitu pembentukan dan pecahnya microbubble dalam media cair, sehingga partikel pupuk dapat tereduksi menjadi ukuran nano. Ukuran partikel yang lebih kecil memperluas permukaan kontak hara dan berpotensi meningkatkan ketersediaan serta penyerapan nutrisi oleh tanaman. Sistem ini juga dapat dikombinasikan dengan kontrol waktu, suhu, dan stabilizer untuk menjaga proses tetap terkontrol serta menghasilkan dispersi pupuk cair yang lebih seragam dan stabil.

Unique Value

1

Partikel Nano via Ultrasonik

2

Serapan Hara Lebih Efisien

3

Proses Cepat dan Terkontrol

4

Berbasis Limbah Organik

5

Peluang Lisensi dan Scale-up

Bentuk Komersialisasi

Lisensi
Kerja sama industri
Produksi Mandiri

Keunggulan Inovasi

NanoSonik Fertilizer memiliki keunggulan karena memanfaatkan limbah organik sebagai bahan baku, sehingga mendukung ekonomi sirkular dan pengurangan pencemaran. Teknologi sonikasi mampu menurunkan ukuran partikel dari ratusan nanometer menjadi kisaran nano, dengan data awal menunjukkan ukuran partikel sesudah sonikasi mencapai 63,3–97,8 nm. Dibandingkan metode konvensional seperti ball mill, proses ultrasonik lebih cepat, hemat waktu, dan lebih mudah dikontrol. Inovasi ini juga memiliki peluang komersialisasi luas untuk industri pupuk, kelompok tani, BUMDes, greenhouse, dan pertanian presisi.

Tahap Penelitian Awal
Prototipe Awal
Uji Terbatas
Implementasi Awal
Siap Diterapkan Lebih Luas / Diproduksi Massal
Calon Pengguna

Calon Pengguna

Calon pengguna utama inovasi ini adalah industri pupuk, produsen pupuk organik cair, kelompok tani, koperasi pertanian, BUMDes, pelaku agritech, pengelola greenhouse, petani hortikultura, serta lembaga pemerintah atau swasta yang bergerak di bidang pertanian berkelanjutan. Inovasi ini juga dapat dimanfaatkan oleh unit pengelola limbah organik desa atau industri pangan untuk mengubah limbah menjadi produk pupuk cair bernilai ekonomi.

Sektor/ Industri Terkait

Sektor yang terkait meliputi industri pupuk organik dan hayati, industri alat dan mesin pertanian, pengolahan limbah organik, pertanian hortikultura, perkebunan, urban farming, greenhouse, pertanian presisi, agritech, serta program pemberdayaan desa berbasis ekonomi sirkular. Inovasi ini juga relevan untuk sektor lingkungan karena mendukung pemanfaatan limbah organik menjadi produk pertanian yang bernilai tambah.

Industri Terkait
Potensi Inovasi

Potensi Inovasi

Secara ekonomi, inovasi ini berpotensi menciptakan produk pupuk cair nano bernilai tambah dari limbah organik dan membuka peluang lisensi paten, produksi mandiri, serta kerja sama industri. Secara sosial, teknologi ini dapat mendukung petani, kelompok tani, dan BUMDes melalui akses pupuk yang lebih efisien. Secara lingkungan, NanoSonik Fertilizer membantu mengurangi limbah organik, menekan residu pemupukan berlebih, dan mendukung praktik pertanian sirkular yang lebih ramah lingkungan.

Tantangan Implementasi

Tantangan utama implementasi adalah kebutuhan validasi uji lapang pada berbagai komoditas, dosis aplikasi, jenis tanah, dan kondisi budidaya. Selain itu, diperlukan scale-up kapasitas produksi dari prototipe menuju skala komersial, pengujian stabilitas produk selama penyimpanan, standardisasi mutu, analisis biaya produksi, serta pemenuhan regulasi dan registrasi produk pupuk. Kolaborasi dengan industri dan pengguna lapang juga diperlukan agar teknologi dapat diadopsi secara luas.

Tantangan Implementasi

🎬 Video Demonstrasi

🎥 Video demonstrasi belum tersedia
Dokumen Paten Download PDF