Setiap hari, ribuan orang berjalan di stasiun, bandara, kampus, pusat perbelanjaan, dan berbagai fasilitas publik lainnya. Energi kinetik yang dihasilkan dari aktivitas tersebut umumnya terbuang tanpa dimanfaatkan. Inovasi lantai penghasil listrik menggunakan sistem mekanik roda gigi hadir sebagai solusi dengan mengonversi energi pijakan pejalan kaki menjadi energi listrik yang bermanfaat. Sistem ini dilengkapi kontrol otomatis yang mampu memilih konverter penaik atau penurun tegangan untuk menjaga kestabilan keluaran listrik. Energi yang dihasilkan dapat digunakan untuk pengisian baterai, perangkat elektronik, maupun aplikasi Internet of Things (IoT). Inovasi ini mendukung energi terbarukan, pengembangan smart city yang ramah lingkungan.
Mengubah langkah kaki menjadi listrik
Tegangan Stabil dengan Kontrol Otomatis
Lantai Energi Ramah Lingkungan
Dibandingkan teknologi pemanen energi sejenis, inovasi ini memiliki keunggulan pada penggunaan sistem mekanik roda gigi yang sederhana, kuat, dan mudah diproduksi. Inovasi ini juga dilengkapi sistem kontrol otomatis yang mampu memilih fungsi penaik atau penurun tegangan sesuai kondisi keluaran generator, sehingga menghasilkan tegangan yang lebih stabil dan siap digunakan. Selain itu, teknologi ini memanfaatkan aktivitas pejalan kaki yang terjadi setiap hari tanpa memerlukan bahan bakar tambahan, sehingga lebih ramah lingkungan dan mendukung konsep energi terbarukan. Inovasi ini dapat diterapkan pada berbagai fasilitas publik dengan mobilitas tinggi untuk mendukung smart city, smart building, dan aplikasi IoT.
Calon pengguna inovasi ini adalah pengelola fasilitas publik yang memiliki lalu lintas pejalan kaki tinggi, seperti operator stasiun, bandara, terminal, pusat perbelanjaan, kawasan wisata, dan gedung perkantoran. Selain itu, pemerintah daerah, pengembang smart city, pengelola kampus dan sekolah, serta pengembang properti dapat memanfaatkan teknologi ini sebagai sumber energi terbarukan untuk mendukung infrastruktur ramah lingkungan. Inovasi ini juga berpotensi digunakan oleh perusahaan penyedia solusi smart building dan Internet of Things (IoT) yang membutuhkan sumber energi alternatif untuk perangkat dan sistem pendukungnya.
Inovasi ini dapat diterapkan pada berbagai sektor dan industri, terutama energi terbarukan, smart city, konstruksi, transportasi publik, pendidikan, properti, dan teknologi Internet of Things (IoT). Sektor transportasi dapat memanfaatkannya di stasiun, bandara, dan terminal, sedangkan sektor properti dan konstruksi dapat mengintegrasikannya pada gedung komersial, pusat perbelanjaan, dan kawasan wisata. Selain itu, sektor pendidikan dapat menerapkannya di kampus dan sekolah sebagai sarana pembelajaran energi berkelanjutan. Teknologi ini juga relevan bagi industri smart building dan penyedia solusi IoT yang membutuhkan sumber energi alternatif ramah lingkungan.
Inovasi ini berpotensi memberikan dampak ekonomi, sosial, dan lingkungan yang signifikan. Dari sisi ekonomi, teknologi ini menciptakan nilai tambah dari energi yang sebelumnya terbuang serta berpotensi mengurangi biaya energi untuk perangkat pendukung di fasilitas publik. Dari sisi sosial, inovasi ini meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pemanfaatan energi terbarukan dan mendukung pengembangan fasilitas publik yang lebih inovatif. Dari sisi lingkungan, teknologi ini memanfaatkan energi bersih tanpa emisi dan tanpa bahan bakar fosil, sehingga membantu mengurangi jejak karbon serta mendukung pembangunan smart city dan infrastruktur yang berkelanjutan.
Tantangan utama implementasi inovasi ini adalah meningkatkan efisiensi energi yang dihasilkan dari setiap pijakan agar memberikan manfaat ekonomi yang lebih optimal. Selain itu, diperlukan pengujian ketahanan komponen mekanik terhadap penggunaan jangka panjang dan lalu lintas pejalan kaki yang tinggi. Biaya produksi dan instalasi awal juga menjadi tantangan dalam penerapan skala besar. Inovasi ini memerlukan standar keselamatan, sertifikasi, serta integrasi yang baik dengan infrastruktur yang sudah ada. Dukungan industri, pemerintah, dan mitra riset juga diperlukan untuk pengembangan, validasi performa, dan komersialisasi teknologi secara lebih luas.