D'Narth merupakan masker clay anti-aging berbasis ekstrak daun nangka (Artocarpus heterophyllus) yang dikembangkan sebagai alternatif kosmetik alami untuk membantu menjaga kesehatan kulit. Inovasi ini memanfaatkan kandungan antioksidan daun nangka yang diformulasikan dalam bentuk masker clay dan telah dievaluasi melalui penelitian awal pada relawan menggunakan skin analyzer. Formula telah memperoleh paten dan menunjukkan potensi dalam meningkatkan kelembapan, tekstur, kolagen, pigmentasi, serta kesehatan kulit. Berbahan baku lokal Indonesia, D'Narth berpotensi dikembangkan lebih lanjut melalui lisensi paten dan kerja sama dengan industri kosmetik.
Ekstrak Daun Nangka Paten
Antioksidan Alami
Teruji Secara Ilmiah
Bahan Lokal Indonesia
Potensi Hilirisasi Industri
Formula berbasis ekstrak daun nangka yang telah dipatenkan. • Memanfaatkan bahan baku lokal Indonesia yang berpotensi meningkatkan nilai tambah sumber daya hayati.Produk kosmetik anti-aging berbasis satu bahan aktif alami (ekstrak daun nangka). P • Didukung hasil penelitian awal pada relawan menggunakan skin analyzer. • Mengandung antioksidan alami yang berpotensi membantu menjaga kesehatan kulit. • Berpotensi dikembangkan sebagai kosmetik natural dan halal. • Memiliki peluang hilirisasi melalui lisensi paten dan kerja sama industri kosmetik.
Calon pengguna inovasi ini meliputi masyarakat dewasa yang membutuhkan produk perawatan kulit berbahan alami, khususnya pengguna skincare natural yang mengutamakan keamanan dan kualitas. Selain pengguna akhir, inovasi ini juga ditujukan bagi perusahaan kosmetik, industri kosmetik herbal dan natural, perusahaan OEM/ODM, klinik kecantikan, spa, wellness center, serta distributor kosmetik yang ingin mengembangkan produk anti-aging berbasis bahan alam Indonesia.
Inovasi ini berpotensi diterapkan pada industri kosmetik dan personal care, khususnya kosmetik berbahan alami, kosmetik herbal, dan kosmetik halal. Selain itu, teknologi ini relevan bagi perusahaan OEM/ODM kosmetik, industri wellness dan spa, klinik kecantikan, distributor kosmetik, serta UMKM kosmetik yang ingin mengembangkan produk berbasis sumber daya hayati Indonesia. Inovasi ini juga mendukung hilirisasi hasil riset perguruan tinggi menuju dunia usaha.
Ekonomi: meningkatkan nilai tambah daun nangka sebagai bahan baku lokal, membuka peluang lisensi paten, dan mendukung pertumbuhan industri kosmetik berbasis bahan alam Indonesia. Sosial: menyediakan alternatif produk perawatan kulit berbahan alami yang didukung hasil penelitian sehingga meningkatkan pilihan kosmetik yang aman bagi masyarakat. Lingkungan: mendorong pemanfaatan sumber daya hayati lokal secara berkelanjutan dan mendukung pengembangan produk kosmetik ramah lingkungan.
Pengembangan menuju produk komersial memerlukan optimasi formulasi, uji stabilitas, standardisasi mutu bahan baku, pengembangan kemasan, registrasi BPOM kosmetik, serta peningkatan skala produksi. Selain itu, diperlukan mitra industri yang memiliki pengalaman dalam manufaktur, pengendalian mutu, dan pemasaran kosmetik agar proses hilirisasi dan komersialisasi dapat berjalan secara efektif.