NOURICE merupakan inovasi beras analog slow digest yang dikembangkan untuk menjawab tantangan tingginya ketergantungan masyarakat pada beras serta meningkatnya kebutuhan akan pangan yang lebih sehat. Berbahan baku lokal berupa tepung sorgum dan tepung singkong termodifikasi, NOURICE diproduksi menggunakan teknologi ekstrusi panas sehingga menghasilkan butiran menyerupai beras dengan kandungan serat yang lebih tinggi dan pelepasan energi yang lebih bertahap. Inovasi ini memberikan rasa kenyang lebih lama, mendukung pengendalian kadar gula darah, serta mendorong diversifikasi dan ketahanan pangan melalui pemanfaatan komoditas lokal Indonesia.
Slow Digest
Diversifikasi Pangan
Teknologi Inovatif
NOURICE memiliki keunggulan melalui kombinasi bahan baku lokal dan teknologi pengolahan modern. Berbeda dengan beras konvensional maupun sebagian besar beras analog yang berfokus pada substitusi karbohidrat, NOURICE menawarkan karakteristik slow digest yang memungkinkan pelepasan energi secara bertahap, sehingga memberikan rasa kenyang lebih lama dan mendukung pengendalian kadar gula darah. Formulasi tepung sorgum dan tepung singkong termodifikasi menghasilkan kandungan serat dan nilai gizi yang lebih baik, sementara teknologi ekstrusi panas menghasilkan butiran yang menyerupai beras sehingga mudah diterima dan diolah oleh masyarakat. Inovasi ini juga mendukung diversifikasi pangan dan meningkatkan nilai tambah komoditas lokal Indonesia.
NOURICE ditujukan bagi masyarakat yang membutuhkan alternatif sumber karbohidrat yang lebih sehat tanpa mengubah kebiasaan mengonsumsi nasi. Calon pengguna meliputi individu yang menerapkan gaya hidup sehat, penderita diabetes atau pradiabetes (sesuai anjuran tenaga kesehatan), serta konsumen yang ingin menjaga kadar gula darah dan berat badan. Selain itu, NOURICE berpotensi digunakan oleh rumah sakit, klinik, katering sehat, hotel, restoran, dan industri pangan sebagai pilihan menu fungsional. Produk ini juga mendukung program pemerintah dalam diversifikasi pangan dan ketahanan pangan melalui pemanfaatan komoditas lokal seperti sorgum dan singkong.
NOURICE ditujukan bagi masyarakat yang membutuhkan alternatif sumber karbohidrat yang lebih sehat tanpa mengubah kebiasaan mengonsumsi nasi. Calon pengguna meliputi individu yang menerapkan gaya hidup sehat, penderita diabetes atau pradiabetes (sesuai anjuran tenaga kesehatan), serta konsumen yang ingin menjaga kadar gula darah dan berat badan. Selain itu, NOURICE berpotensi digunakan oleh rumah sakit, klinik, katering sehat, hotel, restoran, dan industri pangan sebagai pilihan menu fungsional. Produk ini juga mendukung program pemerintah dalam diversifikasi pangan dan ketahanan pangan melalui pemanfaatan komoditas lokal seperti sorgum dan singkong.
NOURICE berpotensi memberikan dampak positif pada aspek ekonomi, sosial, dan lingkungan. Dari sisi ekonomi, inovasi ini meningkatkan nilai tambah komoditas lokal seperti sorgum dan singkong, membuka peluang usaha, serta memperkuat daya saing industri pangan fungsional. Dari sisi sosial, NOURICE menyediakan alternatif pangan yang lebih sehat untuk mendukung pengendalian kadar gula darah, meningkatkan kualitas gizi masyarakat, dan mendorong diversifikasi konsumsi pangan. Dari sisi lingkungan, pemanfaatan bahan baku lokal mengurangi ketergantungan pada beras dan mendukung sistem pangan yang lebih berkelanjutan melalui optimalisasi sumber daya pertanian dalam negeri.
Implementasi NOURICE masih memerlukan pengujian lanjutan untuk memperkuat bukti ilmiah terkait manfaat kesehatan, seperti uji indeks glikemik, uji klinis, dan uji penerimaan konsumen dalam skala yang lebih luas. Selain itu, diperlukan proses standardisasi produksi agar kualitas produk tetap konsisten pada skala industri, serta pemenuhan persyaratan regulasi, seperti sertifikasi keamanan pangan, izin edar, dan sertifikasi halal. Tantangan lainnya meliputi peningkatan kapasitas produksi, penguatan rantai pasok bahan baku sorgum dan singkong, serta edukasi kepada masyarakat untuk meningkatkan penerimaan terhadap beras analog sebagai alternatif beras konvensional.