Gambar produk NOURICE (Slow Digest Rice for Better Living)
📂 Biologi

NOURICE (Slow Digest Rice for Better Living)

👤 Pemegang: Universitas Diponegoro
No. Permohonan
S00202302999
No. Sertifikat
IDS000010576
Status Paten
(PA) Diberi Paten
Tingkat Kesiapan (TKT / TRL)
4
Bidang Khusus
🏷️ Pangan-Pertanian Berbasis Lokal
📝

Deskripsi Paten

NOURICE merupakan inovasi beras analog slow digest yang dikembangkan untuk menjawab tantangan tingginya ketergantungan masyarakat pada beras serta meningkatnya kebutuhan akan pangan yang lebih sehat. Berbahan baku lokal berupa tepung sorgum dan tepung singkong termodifikasi, NOURICE diproduksi menggunakan teknologi ekstrusi panas sehingga menghasilkan butiran menyerupai beras dengan kandungan serat yang lebih tinggi dan pelepasan energi yang lebih bertahap. Inovasi ini memberikan rasa kenyang lebih lama, mendukung pengendalian kadar gula darah, serta mendorong diversifikasi dan ketahanan pangan melalui pemanfaatan komoditas lokal Indonesia.

❓

Permasalahan

Konsumsi masyarakat Indonesia masih sangat bergantung pada beras, sementara kebutuhan akan pangan yang lebih sehat terus meningkat seiring meningkatnya kasus diabetes dan penyakit metabolik. Di sisi lain, komoditas lokal seperti sorgum dan singkong memiliki potensi besar, namun pemanfaatannya sebagai pangan bernilai tambah masih terbatas. Kondisi ini mendorong perlunya alternatif sumber karbohidrat yang lebih sehat, mudah diterima masyarakat, dan mendukung diversifikasi pangan. NOURICE hadir sebagai beras analog slow digest berbasis sorgum dan tepung singkong termodifikasi yang diproduksi dengan teknologi ekstrusi panas, sehingga menghasilkan pangan fungsional yang lebih bergizi, memberikan energi secara bertahap, dan mendukung ketahanan pangan berbasis bahan baku lokal.

💡

Solusi yang Diberikan

Konsumsi masyarakat Indonesia masih sangat bergantung pada beras sebagai sumber karbohidrat utama, sementara kebutuhan akan pangan yang lebih sehat terus meningkat seiring bertambahnya prevalensi diabetes dan penyakit metabolik. Di sisi lain, pemanfaatan komoditas pangan lokal seperti sorgum dan singkong masih belum optimal meskipun memiliki potensi sebagai sumber karbohidrat yang bergizi dan berkelanjutan. Alternatif pengganti beras yang tersedia juga umumnya belum mampu memberikan manfaat fungsional, seperti pelepasan energi secara bertahap (slow digest), serta belum sepenuhnya diterima masyarakat dari segi bentuk dan cara konsumsi. Kondisi tersebut mendorong pengembangan NOURICE, beras analog berbasis sorgum dan tepung singkong termodifikasi yang diproses menggunakan teknologi ekstrusi panas untuk menghasilkan produk yang menyerupai beras, bernilai gizi lebih baik, mendukung pengendalian kadar gula darah, sekaligus memperkuat diversifikasi dan ketahanan pangan nasional.

Unique Value

1

Slow Digest

2

Diversifikasi Pangan

3

Teknologi Inovatif

Bentuk Komersialisasi

Lisensi
Kerja sama industri
Produksi Mandiri

Keunggulan Inovasi

NOURICE memiliki keunggulan melalui kombinasi bahan baku lokal dan teknologi pengolahan modern. Berbeda dengan beras konvensional maupun sebagian besar beras analog yang berfokus pada substitusi karbohidrat, NOURICE menawarkan karakteristik slow digest yang memungkinkan pelepasan energi secara bertahap, sehingga memberikan rasa kenyang lebih lama dan mendukung pengendalian kadar gula darah. Formulasi tepung sorgum dan tepung singkong termodifikasi menghasilkan kandungan serat dan nilai gizi yang lebih baik, sementara teknologi ekstrusi panas menghasilkan butiran yang menyerupai beras sehingga mudah diterima dan diolah oleh masyarakat. Inovasi ini juga mendukung diversifikasi pangan dan meningkatkan nilai tambah komoditas lokal Indonesia.

Tahap Penelitian Awal
Prototipe Awal
Uji Terbatas
Implementasi Awal
Siap Diterapkan Lebih Luas / Diproduksi Massal
Calon Pengguna

Calon Pengguna

NOURICE ditujukan bagi masyarakat yang membutuhkan alternatif sumber karbohidrat yang lebih sehat tanpa mengubah kebiasaan mengonsumsi nasi. Calon pengguna meliputi individu yang menerapkan gaya hidup sehat, penderita diabetes atau pradiabetes (sesuai anjuran tenaga kesehatan), serta konsumen yang ingin menjaga kadar gula darah dan berat badan. Selain itu, NOURICE berpotensi digunakan oleh rumah sakit, klinik, katering sehat, hotel, restoran, dan industri pangan sebagai pilihan menu fungsional. Produk ini juga mendukung program pemerintah dalam diversifikasi pangan dan ketahanan pangan melalui pemanfaatan komoditas lokal seperti sorgum dan singkong.

Sektor/ Industri Terkait

NOURICE ditujukan bagi masyarakat yang membutuhkan alternatif sumber karbohidrat yang lebih sehat tanpa mengubah kebiasaan mengonsumsi nasi. Calon pengguna meliputi individu yang menerapkan gaya hidup sehat, penderita diabetes atau pradiabetes (sesuai anjuran tenaga kesehatan), serta konsumen yang ingin menjaga kadar gula darah dan berat badan. Selain itu, NOURICE berpotensi digunakan oleh rumah sakit, klinik, katering sehat, hotel, restoran, dan industri pangan sebagai pilihan menu fungsional. Produk ini juga mendukung program pemerintah dalam diversifikasi pangan dan ketahanan pangan melalui pemanfaatan komoditas lokal seperti sorgum dan singkong.

Industri Terkait
Potensi Inovasi

Potensi Inovasi

NOURICE berpotensi memberikan dampak positif pada aspek ekonomi, sosial, dan lingkungan. Dari sisi ekonomi, inovasi ini meningkatkan nilai tambah komoditas lokal seperti sorgum dan singkong, membuka peluang usaha, serta memperkuat daya saing industri pangan fungsional. Dari sisi sosial, NOURICE menyediakan alternatif pangan yang lebih sehat untuk mendukung pengendalian kadar gula darah, meningkatkan kualitas gizi masyarakat, dan mendorong diversifikasi konsumsi pangan. Dari sisi lingkungan, pemanfaatan bahan baku lokal mengurangi ketergantungan pada beras dan mendukung sistem pangan yang lebih berkelanjutan melalui optimalisasi sumber daya pertanian dalam negeri.

Tantangan Implementasi

Implementasi NOURICE masih memerlukan pengujian lanjutan untuk memperkuat bukti ilmiah terkait manfaat kesehatan, seperti uji indeks glikemik, uji klinis, dan uji penerimaan konsumen dalam skala yang lebih luas. Selain itu, diperlukan proses standardisasi produksi agar kualitas produk tetap konsisten pada skala industri, serta pemenuhan persyaratan regulasi, seperti sertifikasi keamanan pangan, izin edar, dan sertifikasi halal. Tantangan lainnya meliputi peningkatan kapasitas produksi, penguatan rantai pasok bahan baku sorgum dan singkong, serta edukasi kepada masyarakat untuk meningkatkan penerimaan terhadap beras analog sebagai alternatif beras konvensional.

Tantangan Implementasi

🎬 Video Demonstrasi

🎥 Video demonstrasi belum tersedia
Dokumen Paten Download PDF