Gambar produk BioFlex Carrageenan: Film Bioplastik Karagenan–Pati Jagung untuk Kemasan Berbasis Ekstrusi
📂 Biologi

BioFlex Carrageenan: Film Bioplastik Karagenan–Pati Jagung untuk Kemasan Berbasis Ekstrusi

👤 Pemegang: Universitas Brawijaya
No. Permohonan
S00202312301
No. Sertifikat
IDS000007989
Status Paten
(PA) Diberi Paten
Tingkat Kesiapan (TKT / TRL)
5
Bidang Khusus
🏷️ Green Tech
📝

Deskripsi Paten

BioFlex Carrageenan adalah film bioplastik berbasis karagenan, pati jagung, dan gliserol yang diproses menggunakan ekstrusi dan hot press. Inovasi ini menjawab kebutuhan kemasan kering ramah lingkungan yang lebih prospektif untuk dikembangkan dibanding metode casting laboratorium. Formulasi terbaik menghasilkan kuat tarik 8,68 MPa, elongasi 21%, daya serap air sekitar 14%, dan degradasi sempurna dalam tanah sekitar 25 hari. Produk ini potensial untuk kemasan pangan kering, herbal, kosmetik padat, inner packaging, dan wrapping sheet.

❓

Permasalahan

Plastik sekali pakai masih banyak digunakan sebagai kemasan karena murah, ringan, dan praktis, tetapi sulit terurai dan menimbulkan beban lingkungan. Di sisi lain, industri membutuhkan alternatif kemasan biodegradable yang tidak hanya ramah lingkungan, tetapi juga memiliki performa mekanik memadai dan proses produksi yang lebih dekat dengan skala industri. Banyak bioplastik berbasis karagenan masih dibuat dengan metode casting yang bersifat batch, memerlukan waktu lama, dan kurang efisien untuk produksi besar. Bioplastik berbasis karagenan murni juga cenderung rapuh dan memiliki daya serap air tinggi. Inovasi ini dikembangkan untuk menghasilkan film bioplastik berbasis karagenan–pati jagung dengan proses ekstrusi yang lebih prospektif untuk validasi industri.

💡

Solusi yang Diberikan

BioFlex Carrageenan menggunakan karagenan, pati jagung, dan gliserol sebagai plasticizer untuk menghasilkan film bioplastik melalui proses dry mixing, single screw extrusion, pelletizing, dan hot press. Kombinasi karagenan dan pati jagung bertujuan memperbaiki sifat mekanik dan menurunkan daya serap air dibanding formulasi dengan kandungan karagenan tinggi. Proses ekstrusi digunakan agar teknologi lebih dekat dengan proses termoplastik dan lebih siap untuk pilot-scale validation. Formulasi terbaik menghasilkan kuat tarik 8,68 MPa, elongasi 21%, daya serap air sekitar 14%, dan estimasi degradasi sempurna di tanah sekitar 25 hari. Aplikasi awal yang ditargetkan adalah kemasan produk kering, inner packaging, wrapping sheet, herbal, pangan kering, dan kosmetik padat.

Unique Value

1

Bahan Alam Terbarukan

2

Siap Validasi Industri

3

Kuat Tarik Baik

4

Daya Serap Air Lebih Rendah

5

Biodegradasi Cepat

Bentuk Komersialisasi

Lisensi
Kerja sama industri

Keunggulan Inovasi

Keunggulan inovasi ini adalah penggunaan bahan baku terbarukan dari karagenan rumput laut dan pati jagung, diproses dengan metode ekstrusi yang lebih prospektif dibanding casting laboratorium. Formulasi terbaik memiliki kuat tarik 8,68 MPa, elongasi 21%, daya serap air sekitar 14%, dan degradasi sempurna di tanah sekitar 25 hari. Dibanding bioplastik karagenan murni yang cenderung rapuh dan mudah menyerap air, kombinasi dengan pati jagung menghasilkan performa yang lebih seimbang untuk aplikasi awal pada kemasan kering.

Tahap Penelitian Awal
Prototipe Awal
Uji Terbatas
Implementasi Awal
Siap Diterapkan Lebih Luas / Diproduksi Massal
Calon Pengguna

Calon Pengguna

Calon pengguna inovasi ini adalah industri kemasan biodegradable, perusahaan flexible packaging, UMKM pangan kering, produsen makanan ringan, industri herbal, produsen kosmetik padat, retail eco-packaging, serta perusahaan yang ingin mengganti sebagian material kemasan berbasis fosil dengan material berbasis biopolimer. Pengguna lisensi potensial meliputi industri kemasan plastik, manufaktur green packaging, produsen bioplastik, dan perusahaan dengan target sustainability packaging.

Sektor/ Industri Terkait

Sektor terkait meliputi industri kemasan ramah lingkungan, flexible packaging, pangan kering, makanan ringan, herbal, kosmetik padat, pertanian, pengolahan rumput laut, pengolahan pati, dan retail eco-packaging. Inovasi ini juga relevan untuk industri green material, sustainable packaging, circular economy, dan manufaktur berbasis biopolimer. Aplikasi awal yang paling realistis adalah kemasan produk kering, inner packaging, wrapping sheet, secondary packaging, dan kemasan ringan non-cair.

Industri Terkait
Potensi Inovasi

Potensi Inovasi

Secara ekonomi, inovasi ini dapat meningkatkan nilai tambah karagenan rumput laut dan pati jagung sebagai bahan baku kemasan biodegradable. Secara sosial, teknologi ini dapat membuka peluang kolaborasi antara inventor, industri kemasan, pelaku UMKM, dan rantai pasok bahan alam lokal. Secara lingkungan, inovasi ini berpotensi mengurangi penggunaan plastik berbasis fosil dan mendukung pengembangan material yang lebih mudah terurai. Teknologi ini juga sejalan dengan kebutuhan industri terhadap solusi sustainable packaging dan ekonomi sirkular.

Tantangan Implementasi

Tantangan implementasi meliputi validasi skala pilot, konsistensi kualitas film antar batch, optimasi ketebalan, uji sealing, uji shelf-life pada produk kering nyata, serta analisis biaya produksi per kg atau per m². Karena target awal adalah kemasan kering, diperlukan validasi lebih lanjut bila ingin digunakan pada produk lembap atau produk dengan kebutuhan barrier tinggi. Selain itu, uji migrasi pangan, food contact safety, standardisasi proses, dan kesiapan peralatan manufaktur perlu dilakukan sebelum lisensi komersial penuh

Tantangan Implementasi

🎬 Video Demonstrasi

▶️ Tonton Video (Link Eksternal)

BioFlex Carrageenan: Film Bioplastik Karagenan–Pati Jagung untuk Kemasan Berbasis Ekstrusi

Dokumen Paten Download PDF