Gambar produk SagoFeed Pellet (Pakan Pellet Fungsional Itik Peking Berbasis Limbah Ampas Sagu Terfermentasi)
📂 Biologi

SagoFeed Pellet (Pakan Pellet Fungsional Itik Peking Berbasis Limbah Ampas Sagu Terfermentasi)

👤 Pemegang: Universitas Syiah Kuala
No. Permohonan
S00202407439
No. Sertifikat
IDS000011911
Status Paten
(PA) Diberi Paten
Tingkat Kesiapan (TKT / TRL)
6
Bidang Khusus
🏷️ Pangan-Pertanian Berbasis Lokal
📝

Deskripsi Paten

SagoFeed Pellet ini merupakan inovasi pakan pellet fungsional untuk itik Peking yang mengubah limbah agroindustri (ampas sagu) menjadi produk bernilai ekonomi melalui teknologi fermentasi. Inovasi ini hadir untuk menjawab tantangan yang dihadapi. Di satu sisi, biaya pakan masih menjadi komponen terbesar dalam usaha peternakan itik, di sisi lain, industri menghasilkan limbah yang belum dimanfaatkan secara optimal. SagoFeed Pellet menawarkan solusi yang menghubungkan permasalahan dalam satu inovasi. Keunggulan utama tidak hanya terletak pada inovasi, tetapi juga pada nilai bisnisnya. Dengan memanfaatkan by product, menekan biaya formulasi, meningkatkan efisiensi produksi, menghasilkan keuntungan lebih tinggi, dan penerapan ekonomi sirkular.

❓

Permasalahan

Pengembangan SagoFeed Pellet dilatarbelakangi adanya tantangan yang dihadapi peternakan itik dan agroindustri, yaitu tingginya biaya, ketergantungan pada pakan konvensional/impor, serta belum optimalnya pemanfaatan limbah agroindustri. Selain tantangan teknis, kebutuhan inovasi alternatif juga semakin mendesak seiring meningkatnya permintaan. Peningkatan produksi harus diimbangi dengan penyediaan pakan yang efisien, berkualitas, dan terjangkau. Pada saat yang sama, arah pembangunan peternakan semakin menekankan pentingnya penerapan ekonomi sirkular. Namun, saat ini belum banyak tersedia teknologi yang mampu mengintegrasikan pemanfaatan limbah agroindustri yang aplikatif.Berdasarkan kondisi tersebut, SagoFeed Pellet dikembangkan sebagai solusi inovatif yang menghubungkan sektor strategis melalui teknologi fermentasi dan formulasi pellet. Inovasi ini tidak hanya bertujuan menekan biaya dan meningkatkan performa ternak, tetapi juga menciptakan nilai tambah, dan pengurangan pencemaran.

💡

Solusi yang Diberikan

SagoFeed Pellet memberikan solusi inovatif melalui pemanfaatan limbah ampas sagu terfermentasi sebagai bahan utama pakan pellet itik Peking. Cara kerja teknologi diawali dengan pengumpulan limbah ampas sagu dari industri pengolahan sagu, kemudian dilakukan proses pengeringan, pengecilan ukuran partikel, dan fermentasi menggunakan mikroorganisme probiotik. Setelah proses fermentasi selesai, ampas sagu difermentasi diformulasikan bersama bahan pakan lainnya, sehingga menghasilkan ransum yang memenuhi kebutuhan nutrisi itik Peking. Campuran bahan tersebut kemudian diproses melalui teknologi pelleting untuk menghasilkan pakan berbentuk pellet yang memiliki kualitas fisik baik, lebih padat, tidak mudah hancur, mudah disimpan, mudah didistribusikan, serta mengurangi kehilangan pakan selama proses pemberian. SagoFeed Pellet mampu mengubah limbah agroindustri sebelumnya tidak bernilai menjadi produk berkualitas dengan biaya produksi lebih efisien.

Unique Value

1

Pakan berbentuk pellet & efisiensi harga

2

Berkualitas & meningkatkan kecernaan

3

Mendukung ekonomi sirkular (by product)

4

Produk pakan ramah lingkungan

5

Siap Dihilirisasi dan Dikomersialkan

Bentuk Komersialisasi

Lisensi
Kerja sama industri
Produksi Mandiri

Keunggulan Inovasi

SagoFeed Pellet memiliki keunggulan dibandingkan pakan konvensional karena memanfaatkan limbah ampas sagu terfermentasi sebagai bahan baku lokal yang melimpah dan bernilai ekonomi rendah. Teknologi fermentasi meningkatkan kualitas nutrisi dan kecernaan bahan, sehingga menghasilkan pakan yang lebih efisien tanpa mengurangi performa pertumbuhan itik Peking. Inovasi ini berpotensi menekan biaya formulasi pakan, mengurangi ketergantungan pada bahan pakan konvensional /impor, serta mendukung konsep ekonomi sirkular dengan mengubah limbah menjadi produk bernilai tambah. Selain itu, SagoFeed Pellet mudah diproduksi, siap dikomersialkan, dan memiliki dampak ekonomi, sosial, serta lingkungan yang lebih besar dibandingkan produk pakan lainnya.

Tahap Penelitian Awal
Prototipe Awal
Uji Terbatas
Implementasi Awal
Siap Diterapkan Lebih Luas / Diproduksi Massal
Calon Pengguna

Calon Pengguna

Calon pengguna utama SagoFeed Pellet adalah peternak itik Peking, baik skala rumah tangga, UMKM, peternakan komersial. Selain itu, kelompok peternak, koperasi peternakan, dan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes). Selain itu Industri pakan ternak juga merupakan pengguna potensial melalui skema lisensi teknologi atau kerja sama produksi untuk memperluas portofolio produk pakan. Pemerintah daerah, dinas peternakan, balai penyuluhan, serta perguruan tinggi dan lembaga penelitian juga dapat memanfaatkan SagoFeed Pellet sebagai teknologi pendukung program ketahanan pakan, pemberdayaan masyarakat, pengelolaan limbah agroindustri, dan pengembangan peternakan itik peking secara berkelanjutan.

Sektor/ Industri Terkait

SagoFeed Pellet berpotensi diterapkan pada berbagai sektor dan industri, meliputi industri peternakan unggas, khususnya budidaya itik Peking, industri pakan ternak sebagai produsen pakan komersial, serta industri pengolahan sagu sebagai penyedia bahan baku limbah ampas sagu. Inovasi ini juga relevan bagi UMKM dan koperasi merah putih, produsen pakan, BUMDes, serta sektor pertanian dan agroindustri yang menerapkan konsep ekonomi sirkular. Selain itu, teknologi ini dapat mendukung program pemerintah, lembaga penelitian, dan perguruan tinggi dalam pengembangan kemandirian pakan, pengelolaan limbah agroindustri, serta pembangunan peternakan yang berkelanjutan yang ramah lingkungan.

Industri Terkait
Potensi Inovasi

Potensi Inovasi

SagoFeed Pellet memiliki potensi memberikan dampak yang signifikan dari sisi ekonomi, yaitu menurunkan biaya formulasi pakan melalui pemanfaatan limbah ampas sagu sebagai bahan baku lokal, sehingga meningkatkan efisiensi produksi, memperbaiki margin keuntungan peternak. Dari sisi sosial, mendukung peningkatan kesejahteraan peternak melalui penyediaan pakan yang lebih terjangkau dan berkualitas. Inovasi ini juga berkontribusi terhadap penguatan ketahanan pakan dan kemandirian peternakan berbasis sumber daya lokal. Dari aspek lingkungan, mengubah limbah ampas sagu yang sebelumnya mencemari lingkungan menjadi produk bernilai tambah melalui teknologi fermentasi. Pendekatan ini mendukung penerapan prinsip ekonomi sirkular dan zero waste.

Tantangan Implementasi

Tantangan utama pengambangan inovasi SagoFeed Pellet ini meliputi kontinuitas dan standarisasi kualitas limbah ampas sagu sebagai bahan baku, peningkatan kapasitas produksi dari skala laboratorium ke skala industri, serta adopsi teknologi oleh peternak dan industri pakan. Selain itu, diperlukan validasi lapangan yang lebih luas, pemenuhan standar mutu dan regulasi pakan (izin edar), penguatan jaringan distribusi, serta investasi untuk fasilitas produksi. Kolaborasi yang erat antara perguruan tinggi, industri agroindustri, industri pakan, pemerintah, dan kelompok peternak menjadi faktor kunci untuk mempercepat hilirisasi dan komersialisasi inovasi SagoFeed Pellet ini.

Tantangan Implementasi

🎬 Video Demonstrasi

▶️ Tonton Video (Link Eksternal)

SagoFeed Pellet (Pakan Pellet Fungsional Itik Peking Berbasis Limbah Ampas Sagu Terfermentasi)

Dokumen Paten Download PDF