Gambar produk Tisu Wajah Berbasis Biomaterial yang Ramah Lingkungan dan Aman untuk Kulit Sensitif

Tisu Wajah Berbasis Biomaterial yang Ramah Lingkungan dan Aman untuk Kulit Sensitif

👤 Pemegang: Universitas Surabaya
No. Permohonan
S00202410923
No. Sertifikat
IDS000011296
Status Paten
(PA) Diberi Paten
Tingkat Kesiapan (TKT / TRL)
6
Bidang Khusus
🏷️ Kesehatan & Kosmetik Alami
📝

Deskripsi Paten

Tisu antibakteri ini menjadi solusi atas kebutuhan akan tisu ramah lingkungan karena menggunakan limbah pertanian berupa kulit jagung dan mudah terurai (biodegradable). Tisu dibuat dengan proses yang efisien dengan satu tahap delignifikasi sehingga mengurangi penggunaan bahan kimia dan kebutuhan energi proses, yaitu dengan menggunakan NaOH 4-8% dengan rasio terhadap kulit jagung 30:1 (ml/gr), dengan suhu 80-90oC, dan waktu 1-1,5 jam. Pulp tisu hasil delignifikasi direndam dalam larutan aditif pati dan kitosan untuk meningkatkan ketahanan tarik dan daya serap air. Tisu yang dihasilkan telah memenuhi standar tisu wajah menurut SNI 173:2017, meliputi ketahanan tarik dan daya serap air, serta aman untuk kulit sensitif

❓

Permasalahan

Peningkatan aktivitas sehari-hari menyebabkan tisu sebagai alat pembersih memiliki peranan yang sangat penting. Keterbatasan persediaan bahan utama kayu dan masalah yang ditimbulkan terhadap lingkungan menyebabkan penggunaan bahan baku alternatif banyak digunakan. Berdasarkan data BPS, produksi jagung mengalami peningkatan selama lima tahun terakhir, sehingga produksi jagung Indonesia meningkat sebesar 30.055.623 ton. Semakin tinggi produksi jagung, semakin banyak pula limbah kulit jagung yang didapat. Kulit jagung merupakan bahan potensial untuk pembuatan kertas tisu yang memiliki kandungan selulosa tinggi. Pada proses pembuatan pulp tisu, diperlukan tahap delignifikasi untuk menguraikan serat dari kumpulan serat menjadi individu-individu serat. Pembuatan kertas tisu umumnya menggunakan dua tahap delignifikasi, sedangkan pada invensi ini digunakan satu tahap delignifikasi dengan penambahan perlakuan yang menghasilkan jenis tisu wajah.

💡

Solusi yang Diberikan

Pada invensi ini menyediakan pembuatan kertas tisu menggunakan bahan kimia yang berasal dari alam yaitu kulit jagung yang bersifat biodegradable atau ramah lingkungan. Untuk tujuan menghilangkan kandungan lignin dilakukan satu tahap proses delignifikasi dan membutuhkan kondisi proses pemasakan yang rendah dalam pemakaian bahan kimia dan energi panas, yaitu pada konsentrasi NaOH 4-8%, pada temperatur 80-90oC, dan waktu relatif singkat 1-1,5jam, kecepatan pengadukan +250rpm Proses yang dilaksanakan pada invensi ini menghasilkan tisu wajah dengan karakteristik khusus memiliki warna alami dari kulit jagung yang bersifat tidak luntur, tidak mudah hancur selama pemakaian, namun mudah terurai di dalam tanah (biodegradable) atau bersifat ramah terhadap lingkungan. Tisu yang dihasilkan pada invensi ini telah mengikuti standar pengujian terhadap sifat fisis dan mekanik meliputi gramasi, daya serap air dan kekuatan tarik berdasarkan standar kertas tisu muka (SNI :173-2017).

Unique Value

1

eco-friendly / ramah lingkungan

2

efisien

3

Berkualitas

4

Aman

Bentuk Komersialisasi

Kerja sama industri

Keunggulan Inovasi

Tisu antibakteri ini menjadi solusi atas kebutuhan akan tisu ramah lingkungan karena menggunakan limbah pertanian berupa kulit jagung dan mudah terurai (biodegradable). Tisu dibuat dengan proses yang efisien dengan satu tahap delignifikasi sehingga mengurangi penggunaan bahan kimia dan kebutuhan energi proses. Tisu yang dihasilkan telah memenuhi standar tisu wajah menurut SNI 173:2017, meliputi ketahanan tarik dan daya serap air yang baik, serta aman untuk kulit sensitif.

Tahap Penelitian Awal
Prototipe Awal
Uji Terbatas
Implementasi Awal
Siap Diterapkan Lebih Luas / Diproduksi Massal
Calon Pengguna

Calon Pengguna

Calon pengguna dari inovasi ini adalah masyarakat umum secara luas, khususnya orang dengan kulit sensitif

Sektor/ Industri Terkait

Industri tisu, Industri produk ramah lingkungan, Hotel dan restoran, Rumah sakit dan klinik, Industri kosmetik dan kecantikan

Industri Terkait
Potensi Inovasi

Potensi Inovasi

LINGKUNGAN: Mengurangi limbah kulit jagung; Mengurangi ketergantungan terhadap pulp kayu; Mendukung ekonomi sirkular. EKONOMI: Meningkatkan nilai tambah limbah pertanian; Membuka peluang usaha baru; Mendukung industri hijau nasional. SOSIAL: Memberdayakan petani dan UMKM; Meningkatkan pemanfaatan sumber daya lokal; Mendukung pembangunan berkelanjutan

Tantangan Implementasi

Peralatan yang saat ini tersedia hanya skala laboratorium, sehingga produksi masih terbatas Produk belum dipasarkan sehingga masyarakat belum menerima manfaat dari produknya

Tantangan Implementasi

🎬 Video Demonstrasi

▶️ Tonton Video (Link Eksternal)

Tisu Wajah Berbasis Biomaterial yang Ramah Lingkungan dan Aman untuk Kulit Sensitif

Dokumen Paten Download PDF