Gambar produk SISTEM PREDIKSI KEGAGALAN PADA RANTAI DISTRIBUSI BERBASIS BLOCKCHAIN DENGAN INTEGRASI ETHEREUM VIRTUAL MACHINE (EVM)
📂 Elektro

SISTEM PREDIKSI KEGAGALAN PADA RANTAI DISTRIBUSI BERBASIS BLOCKCHAIN DENGAN INTEGRASI ETHEREUM VIRTUAL MACHINE (EVM)

👤 Pemegang: Universitas Ciputra
No. Permohonan
S00202413771
No. Sertifikat
IDS000014978
Status Paten
(PA) Diberi Paten
Tingkat Kesiapan (TKT / TRL)
5
Bidang Khusus
🏷️ Digitalisasi & Smart Tech
❓

Permasalahan

Rantai distribusi menghadapi risiko kerusakan produk, keterlambatan pengiriman, perubahan suhu selama penyimpanan dan perjalanan, serta kesulitan menelusuri asal dan kondisi barang. Data pabrik, gudang, kendaraan, distributor, dan pelanggan sering terpisah, sehingga penyimpangan kualitas atau waktu pengiriman terlambat diketahui. Pencatatan yang tidak terintegrasi juga menyulitkan verifikasi keaslian produk, pembagian tanggung jawab, serta penanganan keluhan. Industri membutuhkan sistem yang bukan hanya merekam pergerakan barang, tetapi juga memantau kondisi secara waktu nyata, memprediksi potensi kegagalan sebelum terjadi, dan menyediakan riwayat yang transparan serta dapat diperiksa oleh pihak terkait.

💡

Solusi yang Diberikan

Setiap produk diberi identitas unik melalui kode QR atau RFID sejak dari pabrik. Data kualitas awal, kondisi penyimpanan di gudang, dan parameter perjalanan kendaraan dikumpulkan melalui sensor IoT, lalu divalidasi dan dicatat pada blockchain berbasis Ethereum Virtual Machine (EVM). Sistem juga mencatat waktu pengiriman, perkiraan kedatangan, dan penerimaan pelanggan. Smart contract memeriksa kesesuaian data dengan standar kualitas dan jadwal, serta mendukung notifikasi jika terjadi penyimpangan. Modul analitik probabilistik mengolah riwayat tersebut untuk memperkirakan risiko kegagalan, mengevaluasi perubahan kualitas dan efektivitas rute, serta mendukung tindakan korektif. Pelanggan dapat memindai kode QR untuk melihat riwayat produk.

Unique Value

1

Prediksi Kegagalan Sebelum Terjadi

2

Lacak Produk dari Pabrik ke Pelanggan

3

Pantau Kualitas Produk Secara Real-Time

4

Validasi Otomatis dengan EVM

5

Peringatan dan Mitigasi Keterlambatan

Bentuk Komersialisasi

Lisensi
Kerja sama industri
Produksi Mandiri

Keunggulan Inovasi

Teknologi serupa sudah ada, misalnya pelacakan pengiriman berbasis blockchain dalam paten US 11429921 B2 dan verifikasi produk berbasis blockchain yang dibahas pada paten KR 102196001 B1. Berdasarkan perbandingan dalam naskah paten, keunggulan inovasi ini terletak pada integrasi data dari pabrik, gudang, kendaraan, titik pengiriman hingga pelanggan, bukan hanya pelacakan atau verifikasi. Sensor IoT dan analitik probabilistik digunakan untuk memprediksi risiko kegagalan; smart contract EVM memvalidasi standar kualitas dan waktu, sedangkan kode QR membuka riwayat produk. Manfaatnya adalah deteksi masalah lebih dini dan ketertelusuran menyeluruh.

Tahap Penelitian Awal
Prototipe Awal
Uji Terbatas
Implementasi Awal
Siap Diterapkan Lebih Luas / Diproduksi Massal

Sektor/ Industri Terkait

Inovasi ini dapat diterapkan pada industri makanan dan minuman, farmasi, barang konsumsi cepat saji (FMCG), kosmetik, elektronik, serta rantai pasok hasil pertanian. Sektor pendukungnya meliputi manufaktur, pergudangan, transportasi, jasa logistik, distributor, serta perdagangan grosir dan ritel modern. Penerapan paling relevan pada produk yang membutuhkan ketertelusuran asal, pengawasan suhu dan kondisi penyimpanan, jaminan mutu, atau kepastian waktu pengiriman. Sistem menghubungkan produsen, operator logistik, mitra distribusi, outlet, hingga konsumen akhir.

Industri Terkait
Potensi Inovasi

Potensi Inovasi

Dampak ekonomi: berpotensi mengurangi kerusakan dan kehilangan produk, biaya penanganan keluhan, serta kerugian akibat keterlambatan; analisis risiko juga dapat membantu efisiensi pengiriman dan meningkatkan kepercayaan pasar. Dampak sosial: pelanggan lebih mudah memeriksa riwayat produk, sementara produsen dan distributor memiliki catatan yang lebih transparan untuk menjaga mutu serta akuntabilitas. Dampak lingkungan: deteksi kondisi penyimpanan yang bermasalah dan perbaikan rute berpotensi mengurangi produk terbuang, perjalanan tidak efisien, konsumsi energi, dan emisi. Besarnya dampak masih perlu dibuktikan melalui uji lapangan.

Tantangan Implementasi

Tantangan utama meliputi penyatuan data dan sistem lama milik produsen, distributor, serta operator logistik; standardisasi dan akurasi data sensor; dan kebutuhan koneksi internet yang stabil selama perjalanan. Investasi perangkat IoT, RFID/QR, infrastruktur blockchain, serta pengembangan algoritma dan smart contract juga memerlukan biaya dan keahlian teknis. Risiko keamanan data, pengaturan hak akses, dan kesiapan SDM harus dikelola. Implementasi sebaiknya bertahap melalui uji coba bersama mitra, pelatihan pengguna, integrasi API, tata kelola data, enkripsi, serta evaluasi ketepatan prediksi sebelum penerapan luas.

Tantangan Implementasi

🎬 Video Demonstrasi

🎥 Video demonstrasi belum tersedia
Detail Teknologi Download PDF