MENINGKATKAN KUALITAS BAHAN BAKAR MINYAK
KEPATUHAN LINGKUNGAN & CSR PERUSAHAAN
PRODUK BIO DARI MINYAK ATSIRI LOKAL
FORMULA TERUJI LABORATORIUM
ATSIRI: EKONOMI DESA & TRACEABILITY
Bara Unisia menjawab masalah tingginya konsumsi dan biaya BBM diesel, penurunan kualitas B50 akibat oksidasi, pembentukan partikulat dan akumulasi air dalam tangki yang berpotensi meningkatkan biaya perawatan alat berat. Berbasis fraksi minyak atsiri Indonesia, Bara Unisia menawarkan solusi bioaditif dengan potensi penghematan BBM hingga 13%, peningkatan stabilitas oksidasi dari 32 menjadi 42 jam, serta pengurangan partikulat dan air dalam tangki hingga 40% berdasarkan hasil pengujian. Inovasi ini mendukung efisiensi industri pertambangan, pengurangan dampak lingkungan, dan peningkatan nilai ekonomi minyak atsiri lokal.
Calon pengguna Bara Unisia meliputi perusahaan pertambangan batu bara dan mineral (seperti PT. Arutmin Indonesia), perusahaan kontraktor pertambangan, operator alat berat, perusahaan perkebunan dan kehutanan, serta industri yang menggunakan mesin diesel dan generator set. Potensi pengguna lainnya adalah perusahaan transportasi dan logistik berbasis diesel, operator pembangkit listrik, serta perusahaan pengelola armada industri yang membutuhkan efisiensi konsumsi BBM dan pengurangan partikulat. Bara Unisia juga berpotensi dipasarkan melalui distributor BBM industri dan penyedia solusi perawatan mesin sebagai bioaditif berbasis minyak atsiri lokal untuk mendukung efisiensi biaya operasional dan kinerja lingkungan.
Ekonomi: Uji Bara Unisia pada excavator PC300 menunjukkan potensi penghematan BBM hingga 13%, berpeluang menekan biaya operasional pertambangan. Sosial: Pemberdayaan petani atsiri meningkatkan nilai jual komoditas & pendapatan masyarakat sekitar tambang, serta membuka peluang usaha dan lapangan kerja. Lingkungan: Budidaya serai wangi di lahan bekas tambang mendukung reklamasi produktif. Minyak atsiri hasil penyulingan diolah menjadi bioaditif. Pengujian menunjukkan kualitas BBM meningkat, emisi opasitas turun. Integrasi budidaya dengan memanfaatkan lahan bekas tambang, penyulingan, dan produksi bioaditif membentuk ekonomi sirkular berbasis sumber daya terbarukan.
Tantangan implementasi Bara Unisia meliputi kebutuhan uji lapangan skala industri untuk memvalidasi konsistensi penghematan BBM, penurunan partikulat, dan kompatibilitas dengan biodiesel B50 serta berbagai tipe mesin diesel. Tantangan lainnya adalah peningkatan kapasitas produksi dan standardisasi mutu bioaditif, keberlanjutan pasokan minyak atsiri serai wangi, pemenuhan regulasi dan standar bahan bakar, serta pembuktian kelayakan ekonomi bagi calon pengguna. Diperlukan kolaborasi perguruan tinggi, mitra industri, petani, dan pemerintah untuk memperkuat validasi teknologi, investasi produksi, penerimaan pasar, serta pengembangan rantai pasok yang berkelanjutan.
Bara Unisia: Bioaditif Hijau Berbasis Fraksi Minyak Atsiri Indonesia untuk Reduksi Emisi, Efisiensi BBM, Hilirisasi Industri, dan Kemandirian Energi Nasional