Gambar produk Sweetheal Diabetic Salve : Formulasi Topikal Madu, Minyak Zaitun, dan Melati untuk Luka Diabetes
📂 Farmasi

Sweetheal Diabetic Salve : Formulasi Topikal Madu, Minyak Zaitun, dan Melati untuk Luka Diabetes

👤 Pemegang: Universitas Jember
No. Permohonan
S00202507168
No. Sertifikat
IDS000014848
Status Paten
(PA) Diberi Paten
Tingkat Kesiapan (TKT / TRL)
4
Bidang Khusus
🏷️ Kesehatan & Kosmetik Alami
📝

Deskripsi Paten

Penderita diabetes melitus kerap mengalami ulkus diabetikum atau luka kronis yang sangat sulit sembuh akibat tingginya risiko infeksi bakteri serta peradangan jaringan. Terapi komersial berbasis kimia sintetis saat ini cenderung mahal dan berisiko memicu iritasi kulit jangka panjang. Menjawab permasalahan tersebut, Sweetheal Diabetic Salve hadir sebagai solusi salep herbal terstandar yang memadukan madu, minyak zaitun, dan ekstrak melati secara sinergis. Kombinasi ini bekerja aktif mematikan bakteri infeksius, meredakan inflamasi, serta memacu regenerasi jaringan baru. Teruji pra-klinis aman dan steril, inovasi ini memberikan manfaat nyata berupa perawatan luka diabetes yang cepat, terjangkau, alami, dan bebas bahan kimia sintetis.

❓

Permasalahan

Ulkus diabetikum merupakan komplikasi serius penderita diabetes yang ditandai dengan luka terbuka kronis akibat tingginya kadar gula darah, tingginya risiko infeksi bakteri Staphylococcus aureus, dan gangguan sirkulasi darah. Penyembuhan luka yang lambat acap kali berujung pada komplikasi parah hingga tindakan amputasi. Terapi komersial yang ada saat ini mayoritas mengandalkan obat sintetis atau pembalut luka impor yang berbiaya mahal serta berisiko memicu iritasi dan resistensi mikrobial jika digunakan jangka panjang. Di sisi lain, sediaan herbal di pasaran umumnya berfokus pada bahan tunggal yang belum terstandarisasi, sehingga efikasi dan kestabilannya belum optimal. Kebutuhan mendesak akan terapi komplementer yang efektif, aman, terjangkau, dan berbasis bahan alam lokal inilah yang menjadi latar belakang lahirnya Sweetheal Diabetic Salve—solusi salep herbal terstandar dengan aksi sinergis antiseptik, antiinflamasi, dan percepatan regenerasi jaringan luka.

💡

Solusi yang Diberikan

Sweetheal Diabetic Salve menghadirkan solusi perawatan luka diabetes melalui formulasi salep herbal terstandar yang bekerja secara sinergis dalam tiga fase penyembuhan. Pertama, kombinasi osmolaritas tinggi madu alami dan senyawa fenolik ekstrak melati bekerja mematikan bakteri penyebab infeksi (Staphylococcus aureus) sekaligus meredakan inflamasi kronis. Kedua, kandungan asam oleat dan antioksidan pada minyak zaitun menekan stres oksidatif untuk melindungi sel jaringan baru. Ketiga, minyak zaitun dan basis hidrofilik bertindak sebagai emoliens dan humektan guna mempertahankan kelembapan mikro luka (moist wound healing), yang memacu migrasi fibroblas dan epitelisasi jaringan kulit. Sediaan ini dirancang dengan kestabilan fisik optimal pada pH netral 5,0 dan daya lekat 12,83 detik. Teruji pra-klinis steril dan efektif mengecilkan area luka secara in-vivo, inovasi ini memberikan terapi komplementer yang aman, tidak memicu iritasi, serta efisien secara biaya.

Unique Value

1

Formulasi 3-in-1 Herbal Sinergis

2

Teruji Efektif & Steril Pra-Klinis

3

Bahan Lokal Melimpah & Terjangkau

Bentuk Komersialisasi

Kerja sama industri
Produksi Mandiri

Keunggulan Inovasi

Sweetheal Diabetic Salve memiliki empat keunggulan utama dibandingkan produk perawatan luka yang ada di pasaran. Pertama, Formulasi Sinergis 3-in-1 memadukan madu, minyak zaitun, dan ekstrak melati yang bekerja bersamaan sebagai antiseptik, antiinflamasi, dan regenerator jaringan—jauh lebih efektif dibanding salep herbal tunggal. Kedua, Bebas Kimia Sintetis Harshi sehingga aman digunakan jangka panjang tanpa memicu iritasi kulit atau resistensi mikrobial. Ketiga, Teruji Pra-Klinis Steril & Stabil dengan pH netral (5,0) serta terbukti secara in-vivo mempercepat penutupan luka. Keempat, Efisiensi Biaya Tinggi berbasis pemanfaatan komoditas melati lokal, menghadirkan terapi berkualitas medis dengan harga terjangkau.

Tahap Penelitian Awal
Prototipe Awal
Uji Terbatas
Implementasi Awal
Siap Diterapkan Lebih Luas / Diproduksi Massal
Calon Pengguna

Calon Pengguna

Calon pengguna utama inovasi ini terbagi menjadi tiga segmen kunci. Pertama, Penderita Ulkus Diabetikum (Usia 45+ Tahun) sebagai pengguna akhir yang membutuhkan sediaan topikal alami untuk mempercepat penyembuhan luka kronis secara aman tanpa iritasi. Kedua, Digital Caregiver / Anggota Keluarga (Usia 25–45 Tahun) yang bertanggung jawab dalam perawatan harian dan pengambilan keputusan pembelian obat bagi orang tua atau kerabat penderita diabetes. Ketiga, Tenaga Kesehatan & Fasilitas Pelayanan Luka (B2B), mencakup perawat spesialis luka (wound care nurse), dokter praktik mandiri, serta pengelola klinik perawatan luka (wound care center) yang mencari terapi komplementer terstandar berbasis bukti ilmiah (evidence-based).

Sektor/ Industri Terkait

Aplikasi inovasi Sweetheal Diabetic Salve berada pada persimpangan empat sektor industri strategis. Pertama, Industri Obat Tradisional & Herbal (OHT/Fitofarmaka) sebagai manufaktur utama pengolahan bahan alam terstandar. Kedua, Industri Farmasi & Sediaan Topikal Medis yang menaungi pembesaran skala produksi (scale-up), pengujian klinis, serta distribusi jalur apotek dan rumah sakit. Ketiga, Sektor Layanan Kesehatan & Klinik Perawatan Luka (Wound Care Center) sebagai pengguna profesional yang menerapkan terapi komplementer langsung ke pasien. Keempat, Industri Agrikultur & Pengolahan Bahan Alam Lokal yang menyokong rantai pasok bahan baku komoditas melati, minyak zaitun, dan madu berkualitas farmasetik secara berkelanjutan.

Industri Terkait
Potensi Inovasi

Potensi Inovasi

Inovasi Sweetheal memberikan dampak multidimensional yang berkelanjutan. Dampak Ekonomi: Menghadirkan alternatif terapi luka diabetes lokal yang terjangkau untuk menekan biaya medis penderita, sekaligus membuka peluang hilirisasi dan nilai tambah ekonomi bagi petani melati lokal. Dampak Sosial: Meningkatkan kualitas hidup dan kemandirian penderita ulkus diabetikum dengan mempercepat proses penyembuhan luka, mengurangi risiko amputasi, serta menekan angka disabilitas akibat komplikasi diabetes. Dampak Lingkungan: Menerapkan prinsip green pharmacy melalui penggunaan bahan baku alam yang terbarukan dan dapat terurai secara hayati (biodegradable), serta meminimalkan limbah bahan kimia sintetis berbahaya dalam proses manufakturnya.

Tantangan Implementasi

Implementasi Sweetheal Diabetic Salve menghadapi tiga tantangan utama. Pertama, Standarisasi Bahan Baku Alam, yaitu menjaga konsistensi mutu ekstrak melati, madu, dan minyak zaitun terhadap variasi musim dan lokasi panen lokal. Kedua, Tingginya Biaya & Durasi Pengujian, mencakup pelaksanaan uji toksisitas dan uji klinis pada manusia guna memenuhi regulasi BPOM untuk peningkatan status dari jamu ke Obat Herbal Terstandar (OHT). Ketiga, Tantangan Skalabilitas Produksi (Scale-up), yakni mentransfer formulasi dari skala laboratorium ke skala industri tanpa mengubah stabilitas fisik, masa simpan (shelf-life), serta efikasi terapi sediaan. Strategi mitigasi dilakukan melalui kemitraan dengan Offtaker industri farmasi dan kelompok tani terstandar.

Tantangan Implementasi

🎬 Video Demonstrasi

▶️ Tonton Video (Link Eksternal)

Sweetheal Diabetic Salve : Formulasi Topikal Madu, Minyak Zaitun, dan Melati untuk Luka Diabetes

Download PDF