Gambar produk SargaFeed IMTA: Pakan Mandiri Berbasis Sargassum dan Ikan Bycatch untuk Budidaya Silvofishery
📂 Biologi

SargaFeed IMTA: Pakan Mandiri Berbasis Sargassum dan Ikan Bycatch untuk Budidaya Silvofishery

👤 Pemegang: Universitas Halu Oleo
No. Permohonan
S00202512471
No. Sertifikat
IDS000014846
Status Paten
(PA) Diberi Paten
Tingkat Kesiapan (TKT / TRL)
6
Bidang Khusus
🏷️ Pangan-Pertanian Berbasis Lokal
📝

Deskripsi Paten

Inovasi ini menjawab masalah tingginya biaya dan ketergantungan pada pakan komersial, sekaligus belum optimalnya pemanfaatan Sargassum dan ikan bycatch di wilayah pesisir. Solusinya adalah pakan mandiri berbasis 10% tepung Sargassum dan 30% tepung ikan bycatch yang difermentasi menggunakan ragi tempe dan Bacillus, kemudian diolah menjadi pelet. Inovasi ini menghasilkan pakan lokal yang dapat diproduksi oleh pembudidaya atau UMKM, mengurangi limbah dan meningkatkan nilai ekonomi sumber daya pesisir, serta mendukung budidaya silvofishery berbasis IMTA.

❓

Permasalahan

Pengembangan inovasi ini dilatarbelakangi oleh tingginya kebutuhan terhadap pakan yang lebih terjangkau dan dapat diproduksi secara mandiri, khususnya untuk mendukung budidaya silvofishery berbasis Integrated Multi-Trophic Aquaculture (IMTA). Di sisi lain, Sargassum dan ikan bycatch yang tersedia di wilayah pesisir belum dimanfaatkan secara optimal sebagai bahan baku pakan bernilai tambah. Kondisi tersebut menciptakan kebutuhan akan teknologi yang mampu mengolah sumber daya lokal menjadi pakan yang praktis, ekonomis, dan berkelanjutan. Inovasi ini dikembangkan untuk menjawab kebutuhan tersebut melalui formulasi pakan berbasis tepung Sargassum dan ikan bycatch yang dapat diproduksi secara lokal.

💡

Solusi yang Diberikan

Inovasi bekerja dengan mengolah bahan baku pesisir yang kurang termanfaatkan menjadi pakan mandiri berbentuk pelet. Sargassum dicuci, dikeringkan, digiling, kemudian difermentasi menggunakan ragi dan Bacillus selama 3–7 hari. Ikan bycatch dikeringkan dan diolah menjadi tepung. Kedua bahan tersebut kemudian diformulasikan bersama bahan pakan lainnya, dicampur, dan dicetak menjadi pelet. Formulasi utama menggunakan 10% tepung Sargassum dan 30% tepung ikan bycatch. Solusi ini memungkinkan pakan diproduksi secara lokal oleh pembudidaya atau UMKM, sehingga dapat mengurangi ketergantungan pada pakan komersial sekaligus meningkatkan pemanfaatan sumber daya pesisir. Pakan tersebut ditujukan untuk mendukung budidaya silvofishery berbasis IMTA.

Unique Value

1

Pakan lokal hemat berbasis Sargassum

2

Pakan berbasis ekonomi sirkular pesisir

3

Pakan lokal diproduksi oleh UMKM

Bentuk Komersialisasi

Lisensi
Kerja sama industri

Keunggulan Inovasi

Keunggulan inovasi ini terletak pada pemanfaatan Sargassum dan ikan bycatch sebagai bahan baku lokal yang belum dimanfaatkan secara optimal dalam pakan. Berbeda dari pakan komersial yang umumnya bergantung pada bahan baku industri, inovasi ini memungkinkan produksi pakan secara mandiri oleh pembudidaya atau UMKM. Formulasi menggunakan 10% tepung Sargassum dan 30% tepung ikan bycatch, dengan fermentasi menggunakan ragi dan Bacillus. Teknologi ini menggabungkan kemandirian pakan, pemanfaatan sumber daya pesisir, nilai tambah hasil samping perikanan, dan prinsip ekonomi sirkular dalam satu produk untuk budidaya silvofishery berbasis IMTA.

Tahap Penelitian Awal
Prototipe Awal
Uji Terbatas
Implementasi Awal
Siap Diterapkan Lebih Luas / Diproduksi Massal
Calon Pengguna

Calon Pengguna

Calon pengguna inovasi ini meliputi pembudidaya ikan dan udang, khususnya pelaku budidaya silvofishery berbasis Integrated Multi-Trophic Aquaculture (IMTA). Pengguna lainnya adalah UMKM pakan, kelompok pembudidaya ikan (Pokdakan), koperasi, dan pelaku usaha perikanan pesisir yang membutuhkan alternatif pakan lokal dan dapat diproduksi secara mandiri. Teknologi ini juga berpotensi digunakan oleh unit usaha pengolahan hasil perikanan untuk memanfaatkan ikan bycatch sebagai bahan baku pakan.

Sektor/ Industri Terkait

Sektor/industri yang terkait dengan aplikasi inovasi ini meliputi industri pakan akuakultur, perikanan budidaya, dan ekonomi kelautan/pesisir. Aplikasi utamanya adalah pada budidaya ikan dan udang, khususnya sistem silvofishery berbasis IMTA. Inovasi juga relevan bagi industri pengolahan hasil perikanan, UMKM pakan, serta usaha pemanfaatan rumput laut dan hasil samping perikanan sebagai bahan baku pakan bernilai tambah.

Industri Terkait
Potensi Inovasi

Potensi Inovasi

Inovasi ini berpotensi memberikan dampak ekonomi, sosial, dan lingkungan. Secara ekonomi, pemanfaatan Sargassum dan ikan bycatch sebagai bahan baku lokal dapat meningkatkan nilai tambah sumber daya pesisir, membuka peluang usaha produksi pakan bagi UMKM, serta mendukung kemandirian pakan pembudidaya. Secara sosial, inovasi dapat mendorong keterlibatan masyarakat pesisir dalam produksi dan pemanfaatan bahan baku lokal. Secara lingkungan, inovasi mendukung prinsip ekonomi sirkular melalui pemanfaatan sumber daya yang kurang termanfaatkan dan mendukung budidaya silvofishery berbasis IMTA.

Tantangan Implementasi

Tantangan implementasi inovasi ini meliputi ketersediaan dan kontinuitas bahan baku Sargassum serta ikan bycatch, karena pasokannya dapat bergantung pada kondisi pesisir dan aktivitas nelayan. Tantangan lainnya adalah menjaga konsistensi kualitas bahan baku dan proses fermentasi, standardisasi formulasi dan mutu pelet, serta memastikan teknologi dapat diterapkan secara konsisten pada skala UMKM. Selain itu, diperlukan uji kinerja pakan, validasi ekonomi, penerimaan pengguna, dan pengembangan jaringan produksi serta distribusi sebelum diterapkan secara lebih luas.

Tantangan Implementasi

🎬 Video Demonstrasi

SargaFeed IMTA: Pakan Mandiri Berbasis Sargassum dan Ikan Bycatch untuk Budidaya Silvofishery

Download PDF