Gambar produk TectoSnack: Kukis Premium Kaya Antioksidan & Serat Pangan untuk Pasar Produk Kesehatan (Wellness Market)
📂 Biologi

TectoSnack: Kukis Premium Kaya Antioksidan & Serat Pangan untuk Pasar Produk Kesehatan (Wellness Market)

👤 Pemegang: Universitas Surabaya
No. Permohonan
S00202313249
No. Sertifikat
IDS000010889
Status Paten
(PA) Diberi Paten
Tingkat Kesiapan (TKT / TRL)
7
Bidang Khusus
🏷️ Pangan-Pertanian Berbasis Lokal
📝

Deskripsi Paten

Kukis daun jati adalah inovasi camilan sehat hasil riset Pusat Unggulan Iptek Produk Pangan dan Suplemen Kesehatan Universitas Surabaya yang mengubah daun jati menjadi produk bernilai tinggi. Produk ini menawarkan 3 pilar investasi: 1. Efikasi Kesehatan (TRL 7): Memiliki antioksidan 88% DPPH Inhibition untuk memperlambat respons glikemik dan kaya serat kasar 18% (6x lipat kukis biasa). 2. Legalitas & Finansial: Dilindungi Paten Sederhana No. IDS000010889 dengan harga jual mencapai 5x lipat biaya produksi. 3. Dampak ESG: Menerapkan Zero Waste, pasokan stabil, serta memberdayakan perempuan pedesaan dan BUMDes Mojokerto. Siap dikomersialkan secara massal untuk menangkap potensi pasar camilan sehat Indonesia senilai Rp18,4 Triliun pada 2028.

❓

Permasalahan

Indonesia memiliki sumber daya daun jati yang melimpah, dengan pemanfaatan sangat terbatas. Selama ini, daun jati dimanfaatkan sebagai pembungkus makanan, sementara nilai ekonominya optimal meskipun mengandung bahan bioaktif antioksidan alami dan serat pangan yang bermanfaat kesehatan. Di sisi lain, masyarakat membutuhkan camilan sehat berbasis bahan alami yang memiliki cita rasa baik dan memberikan manfaat kesehatan. Tantangan utama dalam pengembangan inovasi ini adalah menciptakan produk pangan dari daun jati menjadi makanan yang aman, diterima konsumen, bernilai tambah tinggi, serta memiliki kualitas yang konsisten. Selain itu, diperlukan bukti ilmiah manfaat fungsional produk dan pengembangan teknologi pengolahan yang dapat mempertahankan kandungan bahan bioaktif. Inovasi kukis daun jati menjadi solusi untuk meningkatkan diversifikasi pangan lokal, memanfaatkan sumber daya yang kurang termanfaatkan, serta mendukung pengembangan pangan fungsional berbasis bahan baku berkelanjutan.

💡

Solusi yang Diberikan

Inovasi ini memecahkan permasalahan rendahnya pemanfaatan daun jati sebagai bahan pangan dengan mengolahnya menjadi kukis fungsional yang aman, bergizi, dan bernilai ekonomi tinggi. Teknologi pengolahan yang dikembangkan mampu mempertahankan kandungan bahan bioaktif antioksidan alami dan serat pangan, menghasilkan camilan sehat dengan manfaat kesehatan tambahan. Formulasi produk dioptimalkan untuk menghasilkan tekstur renyah, cita rasa yang disukai konsumen, serta kualitas yang konsisten sehingga meningkatkan penerimaan pasar. Pemanfaatan daun jati sebagai bahan baku lokal yang melimpah dan berkelanjutan juga menjamin stabilitas pasokan sekaligus meningkatkan nilai tambah hasil hutan non-kayu yang kurang dimanfaatkan. Dengan demikian, inovasi ini tidak hanya memperluas diversifikasi pangan berbasis sumber daya lokal, tetapi juga membuka peluang usaha dan meningkatkan pendapatan masyarakat melalui produk pangan inovatif yang siap dikembangkan menuju produksi massal dan komersialisasi.

Unique Value

1

Unggul Nutrisi & Efikasi Kesehatan

2

Legalitas Terjamin Paten Sederhana

3

Nol Limbah & Pasokan Bahan Baku Terjamin

4

Model Bisnis dengan Margin Keuntungan 5×

5

Dampak Sosial Ekonomi

Bentuk Komersialisasi

Lisensi
Kerja sama industri

Keunggulan Inovasi

Inovasi kukis daun jati ini menawarkan alternatif camilan sehat yang lebih unggul dibanding produk konvensional melalui aspek berikut: • Nutrisi & Kesehatan: Mengandung senyawa bioaktif alami antioksidan dan serat pangan yang lebih tinggi dibandingkan kukis biasa. • Keberlanjutan Bahan: Memanfaatkan bahan baku lokal (daun jati) yang melimpah, berkelanjutan, dan pasokannya stabil sekaligus ramah lingkungan. • Kualitas & Legalitas: Memiliki kualitas sensori yang baik (tekstur renyah, rasa diterima konsumen) dan telah mengantongi perlindungan Paten Sederhana IDS000010889. • Kesiapan Pasar: Siap diproduksi massal (TRL 6-7) dengan potensi ekonomi tinggi lewat strategi harga jual 5x biaya produksi.

Tahap Penelitian Awal
Prototipe Awal
Uji Terbatas
Implementasi Awal
Siap Diterapkan Lebih Luas / Diproduksi Massal
Calon Pengguna

Calon Pengguna

Calon pengguna akhir (end user) dari inovasi kukis daun jati ini meliputi: • Konsumen Gaya Hidup Sehat yang peduli pada kesehatan alami dan mencari camilan bernutrisi tinggi, kaya serat, serta mengandung antioksidan alami. • Industri Makanan & Minuman yang bergerak di sektor pangan fungsional dan produk berbahan alami yang ingin mendiversifikasi lini produk mereka. • UMKM Pangan yang dapat mengadopsi teknologi ini melalui lisensi atau kerja sama untuk memproduksi camilan sehat lokal. • Mitra Industri & Investor yang siap berkolaborasi dalam rantai produksi massal, scale-up, hingga distribusi nasional.

Sektor/ Industri Terkait

1. Sektor Pangan Fungsional (Functional Food) Memanfaatkan kandungan bahan bioaktif alami antioksidan tinggi dari daun jati ke dalam bentuk produk siap konsumsi untuk konsumen yang mencari makanan pencegah radikal bebas, mendukung metabolisme, atau menjaga kebugaran tubuh melalui diet harian. 2. Industri Camilan Sehat (Healthy Snacks) Mengubah stigma bahwa kukis adalah makanan kurang sehat (junk food). Inovasi ini memosisikan diri sebagai alternatif camilan komersial yang lebih bernutrisi dan sehat karena kaya akan bahan antioksidan alami dan serat pangan. 3. Industri Produk Berbahan Alami (Natural Products) yang berfokus pada pemanfaatan keanekaragaman hayati dan bahan baku lokal yang berkelanjutan dan ramah lingkungan (eco-friendly).

Industri Terkait
Potensi Inovasi

Potensi Inovasi

Inovasi kukis daun jati memberikan dampak komprehensif pada tiga aspek: • Ekonomi: Meningkatkan nilai tambah daun jati menjadi pangan fungsional bernilai tinggi. Strategi harga jual 5x biaya produksi per unit menjamin profitabilitas tinggi, keberlanjutan bisnis, serta membuka peluang usaha baru bagi UMKM dan industri pangan. • Sosial: Meningkatkan kesejahteraan masyarakat lewat rantai pasok bahan baku, mendukung hilirisasi riset akademis ke pasar nyata, dan mengedukasi masyarakat mengenai pola konsumsi camilan sehat. • Lingkungan: Menerapkan konsep ramah lingkungan dengan memanfaatkan sumber daya lokal yang melimpah, berkelanjutan, dan memiliki pasokan yang stabil tanpa merusak ekosistem.

Tantangan Implementasi

Berdasarkan arah komersialisasi, tantangan utama dalam implementasi inovasi kukis daun jati ini meliputi: • Edukasi Pasar: Diperlukan strategi kuat untuk mengedukasi masyarakat terhadap produk pangan baru berbasis daun jati. Mengubah persepsi konsumen agar menerima daun jati sebagai bahan camilan sehat yang aman dan lezat merupakan tantangan tersendiri. • Scale-up Produksi: Menaikkan skala produksi dari uji laboratorium/skala pilot (TRL 6–7) ke tahap manufaktur massal. Proses ini menuntut optimasi teknologi agar kualitas sensori tetap terjaga saat memenuhi permintaan pasar yang besar. • Kemitraan & Investasi: Menemukan mitra industri yang tepat serta mengamankan investasi untuk mendukung distribusi, pemasaran nasional, dan ekspansi pasar.

Tantangan Implementasi

🎬 Video Demonstrasi

TectoSnack: Kukis Premium Kaya Antioksidan & Serat Pangan untuk Pasar Produk Kesehatan (Wellness Market)

Dokumen Paten Download PDF